Seni Pertunjukan
Seni Pertunjukan
Upacara Tradisional Sulawesi Selatan Toraja
Rambu Solo : Upacara Pemakaman Khas Toraja
- 12 Agustus 2018

Bagi saya, salah satu tempat wisata terunik di Indonesia adalah Tana Toraja. Hal ini dikarenakan suku Toraja masih memiliki kearifan lokal yang amat kuat. Tak bisa dipungkiri, daya tarik tersendiri Tana Toraja berada padanuansa mistiknya. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah upacara pemakaman suku Toraja atau yang kerap disebut Rambu Solo' ini.

Menurut saya, Rambu Solo ini menunjukkan bagaimana suku Toraja sangat menghormati leluhurnya. Prosesi yang dijalani-pun tersusun dengan amat rapi dan detail. Secara garis besar upacara pemakaman terbagi kedalam 2 prosesi, yaitu Prosesi Pemakaman (Rante) dan Pertunjukan Kesenian. Prosesi-prosesi tersebut tidak dilangsungkan secara terpisah, namun saling melengkapi dalam keseluruhan upacara pemakaman.

Prosesi Pemakaman atau Rante tersusun dari acara-acara yang berurutan. Prosesi Pemakaman (Rante) ini diadakan di lapangan yang terletak di tengah kompleks Rumah Adat Tongkonan. Acara-acara tersebut antara lain :

  1. Ma'Tudan Mebalun, yaitu proses pembungkusan jasad
  2. Ma'Roto, yaitu proses menghias peti jenazah dengan menggunakan benang emas dan benang perak.
  3. Ma'Popengkalo Alang, yaitu proses perarakan jasad yang telah dibungkus ke sebuah lumbung untuk disemayamkan.
  4. Ma'Palao atau Ma'Pasonglo, yaitu proses perarakan jasad dari area Rumah Tongkonan ke kompleks pemakaman yang disebut Lakkian.
Prosesi yang kedua adalah Pertunjukan Kesenian. Prosesi ini dilaksanakan tidak hanya untuk memeriahkan tetapi juga sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi orang yang sudah meninggal. Dalam Prosesi Pertunjukan kesenian Anda bisa menyaksikan:
  1. Perarakan kerbau yang akan menjadi kurban
  2. Pertunjukan beberapa musik daerah, yaitu Pa'Pompan, Pa'Dali-dali, dan Unnosong.
  3. Pertunjukan beberapa tarian adat, antara lain Pa'Badong, Pa'Dondi, Pa'Randing, Pa'katia, Pa'Papanggan, Passailo dan Pa'Silaga Tedong.
  4. Pertunjukan Adu Kerbau, sebelum kerbau-kerbau tersebut dikurbankan.
  5. Penyembelihan kerbau sebagai hewan kurban.
Dalam adat istiadat Tana Toraja, masyarakat mempercayai bahwa setelah kematian maih ada sebuah 'dunia'. 'Dunia' tersebut adalah sebuah tempat keabadian dimana arwah para leluhur berkumpul. Serta merupakan tempat peristirahatan. Masyarakat Toraja menyebutnya Puya , yang berada di sebelah Selatan Tana Toraja. Di Puya inilah, arwah yang meninggal akan bertranformasi, menjadi arwah gentayangan (Bombo), arwah setingkat dewa (To Mebali Puang), atau arwah pelindung (Deata). Masyarakat Toraja mempercayai bahwa wujud transformasi tersebut tergantung dari kesempurnaan prosesi Upacara Rambu Solo . Oleh karena itu, Rambu Solo juga merupakan upacara penyempurnaan kematian.
 
Selain itu, Rambo Solo menjadi kewajiban bagi keluarga yang ditinggalkan. Karena hanya dengan cara Rambu Solo, arwah orang yang meninggal bisa mencapai kesempurnaan di Puya. Maka keluarga yang ditinggalkan akan berusaha semaksimal mungkin menyelenggarakan Upacara Rambu Solo. Akan tetapi, biaya yang diperlukan bagi sebuah keluarga untuk menyelenggarakan Rambu Solo tidaklah sedikit. Oleh karena itu, upacara pemakaman khas Toraja ini seringkali dilaksanakan beberapa bulan bahkan sampai bertahun-tahun setelah meninggalnya seseorang.
 
Masyarakat Tana Toraja mempercayai bahwa Rambu Solo akan menyempurnakan kematian seseorang. Oleh karena itu, mereka juga beranggapan bahwa seseorang yang meninggal dan belum dilaksanakan Upacara Rambu Solo, maka orang tersebut dianggap belum meninggal. Orang ini akan dianggap bahkan diperlakukan seperti orang yang sedang sakit atau dalam kondisi lemah.
 
Orang yang dianggap belum meninggal ini, juga akan diperlakukan seperti orang yang masih hidup oleh anggota keluarganya. Misalnya dibaringkan di ranjang ketika hendak tidur, disajikan makanan dan minuman, dan diajak bercerita dan bercanda seperti biasanya, seperti saat orang tersebut masih hidup. Hal ini dilakukan oleh semua anggota keluarga, bahkan tetangga sekitar terhadap orang yang sudah meninggal ini.
 
Untuk menggenapi kematian orang tersebut, pihak keluarga harus menyelenggarakan Rambu Solo. Oleh karena biaya yang tidak sedikit, maka pihak keluarga membutuhkan waktu untuk mengumpulkan dana untuk upacara pemakaman. Biaya untuk menyelenggarakan Upacara Rambu Solo berkisar antara puluhan juta sampai ratusan juta rupiah. Itulah sebabnya mengapa di Tana Toraja orang yang meninggal, baru akan dimakamkan berbulan-bulan setelah kepergiannya.
 
Upacara pemakaman adat di Tana Toraja memang tergolong unik. Keunikannya bahkan sudah terkenal sampai ke mancanegara. Ritual adat pada setiap prosesinya penuh dengan makna. Sehingga ketika Anda berkunjung ke Tana Toraja untuk menyaksikan ritual pemakaman ini, akan ada banyak hal yang mengagumkan. Namun satu hal yang akan membuat Anda cukup kaget, yaitu biaya penyelenggaraan Rambu Solo.
 
Seperti yang sudah Anda ketahui bahwa ritual pemakaman masyarakat Toraja biasanya dilaksanakan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun setelah kepergian seseorang. Waktu yang lama tesebut dikarenakan anggota keluarga almarhum membutuhkan waktu untuk mengumpulkan dana yang cukup banyak. Nah, tahukan Anda berapa jumlah biaya yang dikeluarkan keluarga untuk melaksanakan Upacara Pemakaman Rambu Solo? Sebuah Upacara Rambu Solo bisa mencapai 4-5 miliyar rupiah. Rata-rata Rambu Solo diselenggarakan dengan biaya ratusan juta rupiah.
 
Rambu Solo bukan sekedar upacara pemakaman. Dalam upacara pemakaman ini banyak sekali hal-hal yang menjadi persyaratan dan pendukung sebuah Rambu Solo yang ideal. Contohnya : 
 
  • Kerbau Kurban / Kerbau Tedong Acara Rambu Solo
Salah satu persyaratan dalam menyelenggarakan Rambu Solo adalah hewan kurban berupa kerbau dan babi. Bagi masyarakat Toraja, kerbau adalah hewan suci. Dalam Upacara Rambu Solo, kerbau menjadi aspek yang utama. Menurut keyakinan masyarakat Toraja, kerbau merupakan hewan yang akan menghantarkan arwah orang yang meninggal ke Puya. Semakin banyak kerbau yang dikurbankan, maka arwah orang yang meninggal akan semakin cepat mencapai Puya.
 
Kerbau yang dikurbankan pun bukan sembarang kerbau. Kerbau yang akan dikurbankan dalam Upacara Rambu Solo adalah Tedong Bonga (kerbau bule) Belang, dari jenis Bubalus bubalis yang biasa dikenal sebagai kerbau lumpur. Kerbau ini mempunyai ciri albino (bule) dan warna kulit yang belang. Harga seekor kerbau ini sekitar 20-50 juta rupiah. Namun untuk kerbau yang spesial, harganya bisa mencapai sekitar 600 juta rupiah.
 
Sedangkan untuk jumlah kerbau yang akan dikurbankan pada Rambu Solo ini, tergantung dari strata sosial keluarga yang berduka. Semakin tinggi strata sosial sebuah keluarga, semakin banyak pula jumlah kerbau yang dikurbankan. Untuk keluarga dengan strata sosial menengah, biasanya kurbau yang dikurbankan sebanyak 8-10 ekor ditambah babi sebanyak 30-50 ekor. Namun untuk keluarga dari kalangan bangsawan, kerbau yang dikurbankan berjumlah sekitar 25-150 ekor. Dengan demikian tidak mengherankan jika biaya yang digunakan untuk melaksanakan Rambu Solo bisa mencapai 4-5 miliyar rupiah. Sebagian besar dari biaya tersebut digunakan untuk membeli persyaratan hewan kurban ini.
 
Kerbau-kerbau yang menjadi kurban Upacara Rambu Solo ini, akan diarak keliling desa terlebih dahulu sebagai bentuk penghormatan. Kemudian menjelang sore akan diadakan pertarungan kerbau. Setelah acara tersebut baru kemudian kerbau-kerbau ini disembelih. Daging kerbau-kerbau tersebut kemudian dibagikan kepada orang-orang yang telah membantu proses pelaksanaan Rambu Solo.
 
  • Pernak-pernik / Peti Jenazah Rambu Solo Tana Toraja
Selain persyaratan hewan kurban, beberapa hal yang menjadi kewajiban dalam Upacara Rambu Solo Tana Toraja Sulawesi adalah pernak-pernik perhiasan. Sebagai contoh, peti jenazah biasanya dihias dengan kain adat, juga tali dan pernak-pernik dari emas dan perak. Tak hanya itu, di dalam peti jenazah juga akan diletakkan berbagai barang sebagai “bekal perjalanan” menuju Puya. Barang-barang tersebut berupa pakaian, bermacam-macam perhiasan, dan sejumlah uang. Tidak hanya bekal milik jenazah, bekal untuk anggota keluarga yang sudah lama meninggal juga dititipkan para jenazah yang baru saja meninggal ini. Barang-barang tersebut merupakan persyaratan dalam Upacara Rambu Solo, sebagai persembahan dan pembekalan kepada almarhum agar bisa melakukan perjalanan ke Puya.
 
  • Kuburan Dinding Lakkian Tana Toraja
Setelah melewati Upacara Rambu Solo, almarhum akan diarak dan diantar ke pemakaman yang terletak di dinding tebing. Biasanya akan dibentangkan kain merah yang panjang, dengan peti jenasah berada di paling belakang. Tak hanya dari pihak keluarga saja, seluruh masyarakat desa akan turut berjalan mengantarkan jenazah sampai ke Lakkian.
 
Masih penasaran dengan Upacara Rambu Solo'? Yuk, baca selengkapnya di http://kahananingbudaya.blogspot.com/2015/01/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html atau 
 
Sumber :
http://www.gocelebes.com/pemakaman-khas-toraja-upacara-rambu-solo/
http://www.gocelebes.com/upacara-rambu-solo-pemakaman-termahal-bagian-2/
 
#OSKMITB2018
 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno Candi Miri merupakan salah satu situs candi Hindu yang menjadi bagian dari warisan arsitektur religius Kerajaan Mataram Kuno di Pulau Jawa. Keberadaannya di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan penyebaran pusat-pusat keagamaan yang strategis pada periode klasik Jawa. Sebagai candi Hindu, Candi Miri mencerminkan adaptasi tradisi arsitektur India yang dikembangkan dengan karakteristik lokal Jawa Kuno, berdiri sebagai saksi bisu kejayaan peradaban Hindu-Buddha di Nusantara. Sejarah & Latar Belakang Candi Miri didentifikasi sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno (Sumber 4). Letaknya berada di wilayah administratif Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, yang merupakan salah satu kawasan terpenting dalam sejarah peradaban Jawa klasik. Terdapat variasi dalam pencatatan lokasi spesifik candi ini. Beberapa sumber merujuk lokasi Candi Miri di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo (Sumber 1, Sumber 2, Sumber...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak Di tengah kekayaan kuliner Indonesia yang tak terhingga, Babi Panggang Karo (sering disingkat BPK) muncul sebagai sebuah mahakarya rasa yang menghadirkan jejak budaya dan tradisi dari tanah Sumatera Utara. Lebih dari sekadar hidangan, BPK adalah manifestasi dari identitas masyarakat Karo, sebuah sajian yang kaya akan aroma, rempah, dan cerita. Mengapa BPK begitu istimewa, dan bagaimana ia menjadi simbol kebanggaan kuliner bagi suku Karo? Mari kita telusuri keunikan dan daya pikatnya. ## Andaliman: Jantung Rasa BPK Rahasia di balik kelezatan BPK terletak pada penggunaan rempah-rempah khas, dan yang paling menonjol adalah andaliman. Dikenal juga sebagai "merica Batak" atau "sichuan pepper"-nya Indonesia, andaliman memberikan sensasi rasa yang unik dan tak tertandingi: pedas, sedikit asam, dan yang paling khas adalah efek kebas atau "getar" di lidah (Sumber 2). Rasa yang identik dan aroma yang kuat dari andal...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis
Motif Kain Motif Kain
Papua

Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis batik khas Papua yang dikenal dengan corak unik dan makna mendalam. Berbeda dengan batik dari daerah lain di Indonesia, batik Papua, termasuk Kamoro, memiliki ciri khas motif yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya suku asli di sana (Sumber 1, Sumber 3). Batik ini secara spesifik menampilkan corak khas Timika, yang terinspirasi dari suku Kamoro dan keindahan alam sekitarnya (Sumber 1). Batik Kamoro tidak hanya sekadar kain bermotif, tetapi juga merupakan representasi semangat dan keberanian penduduk asli Papua (Sumber 2). Simbol-simbol yang terkandung di dalamnya merefleksikan kehidupan masyarakat adat, menjadikannya salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan. ## Motif dan Makna Batik Kamoro Motif utama batik Kamoro sangat khas dan mudah dikenali. Corak yang sering ditemukan pada batik ini meliputi: ### Simbol Patung Salah satu motif yang paling menonjol pada batik Kamoro adal...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Dendam Rajo sang Manusia Harimau Putih
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Karya: Mahlil Azmi Di sebuah perkampungan kecil bernama Desa Pucok Krueng, di Aceh bagian barat selatan, hiduplah sebuah keluarga kecil yang damai dan bahagia. Mereka berjumlah empat orang: sang ayah bernama Uda Bintang Puteh berumur 40 tahun, ibu Nyak Bulan berumur 30 tahun, anak pertama Rajo Puteh berumur 10 tahun, dan adik perempuannya bernama Nyak Puteh yang berumur 5 tahun.Kedua orang tua mereka adalah petani dan pekebun pala. Sementara itu, Rajo adalah anak yang nakal dan sering berkelahi dengan teman-temannya hingga meresahkan orang tuanya. Walaupun begitu, ia sangat menyayangi keluarganya, terutama adiknya. Nyak Puteh adalah anak yang ceria, patuh, rajin mengaji, dan suka membantu orang tua mencuci piring. Setiap menjelang pagi, ayah dan ibu berpamitan untuk bekerja di ladang memetik buah pala, dan terkadang menjadi buruh tani di sawah milik saudagar kampung. Walaupun upah yang mereka dapatkan sedikit, mereka tetap bersyukur.Beberapa tahun kemudian, saat Rajo berumur 17 tahun,...

avatar
Mahlil Azmi
Gambar Entri
Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta Sejarah & Latar Belakang Candi Miri adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diperkirakan dibangun pada abad ke-9, Candi Miri merupakan bagian dari warisan budaya Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini berdiri tidak jauh dari beberapa candi lain yang juga bersejarah, seperti Candi Banyunibo dan Candi Barong, menjadikannya sebagai bagian penting dari kompleks candi yang memiliki nilai arkeologis yang tinggi (Sumber 2, 4, 14). Candi Miri, yang terletak di bukit karst dengan ketinggian sekitar 300 meter, menjadi lokasi yang strategis untuk aktivitas keagamaan dan pemujaan. Meskipun saat ini kondisinya mengalami kerusakan dan belum dilakukan pemugaran, keberadaannya tetap menarik perhatian para peneliti dan wisatawan yang ingin menyelami sejarah kekayaan budaya Indonesia (Sumber 1, 8, 14). Karakteristik Arsitektur Candi Miri memiliki...

avatar
Kianasarayu