Motif Kain
Motif Kain
Kain Aceh Aceh
RAGAM HIAS DAN MAKNA RAGAM HIAS TENUN ACEH #DaftarSB19
- 13 Februari 2019

 

Islam yang diajarkan dan diamalkan di Aceh telah menentukan bentuk, arah dan perkembangan ragam hias atau ornamentasi utama di daerah ini. Bentuk ragam hias utama di daerah berjuluk Serambi Mekkah ini merupakan visualisasi, aktualisasi atau representasi tetumbuhan, benda, gerak alam dan bidang geometri yang diterapkan dengan teknik tertentu pada berbagai media mulai dari batu hingga bahan tekstil di samping kaligrafi berisi kutipan al-Qur'an atau penanda tertulis pada objek tertentu.

Pilihan mengadaptasi rupa tetumbuhan, benda dan gerak alam untuk ornamentasi itu berkaitan dengan pantangan melakukan rekabentuk rupa manusia dan binatang. Pantangan ini ditanamkan pada setiap diri dan keluarga Aceh dengan mengukuhkan konstruksi hadits bahwa ''malaikat tidak akan memasuki rumah-rumah yang di dalamnya terdapat berhala dan anjing''. Inilah sebab mengapa penggambaran wujud manusia dan binatang tidak berkembang seperti ornamen yang mengadaptasi tetumbuhan.

Namun meskipun ragam hias berkembang sedemikian rupa, Aceh punya pengalaman sendiri berkenaan dengan penggambaran manusia dan/atau binatang. Penggambaran manusia dan/atau binatang masih tetap dilakukan meskipun secara simbolik dan terbatas. Ukiran atau gambar bouraq; mahluk hibrid yang menjadi tunggangan nabi Muhammad SAW selama Isra' Mi'raj misalnya, sejak lama menghiasi dinding rabung rumah-rumah panggung Aceh di masa lalu melengkapi gambar atau ukiran ornamental yang dinamis.


Motif bungong kalimah (kaligrafi) pada kain panjang yang berfungsi sebagai selendang/penutup kepala wanita Aceh berisi kalimah Allah yang ditempatkan di bagian ujung kain dan ketika dipakai bagian ujung kain yang ada motif bungong kalimah diletakkan di atas kepala. Penempatan motif bungong kalimah di bagian kepala berkaitan erat dengan konsep yang berkembang dalam masyarakat Aceh bahwa kalimah Allah harus ditempatkan di posisi yang tinggi.

Selain motif bungong kalimah, motif yang sering digunakan dalam seni menenun adalah motif bunga delima. Pemilihan motif bunga delima sebagai motif hias dilandasi kepada konsep buah yang disebutkan dalam Al-Qu’ran bahwa buah delima adalah salah satu jenis buah yang terdapat di dalam surga. Selain bunga delima, pada tenun yang beredar dalam masyarakat Gayo/Alas terdapat motif tampuk manggis/mongeute. Pemilihan buah manggis sebagai motif hias kain tenun masyarakat Gayo/ Alas menggambarkan kondisi lingkungan setempat yang subur. Buah manggis yang dikenal sebagai ratu buah juga mengandung anti oksidan yang tinggi dan buah manggis merupakan jenis buah yang sulit dibudi dayakan, sehingga mungkin ini yang menjadi salah satu alasan pemilihan tampuk manggis sebagai motif hias sebagai apresiasi masyarakat Gayo/Alas terhadap buah manggis. Dan hasil penelitian ilmiah diketahui bahwa buah delimah dan buah manggis memiliki manfaat serta anti oksidan tinggi.

Khusus dalam masyarakat Gayo/Alas, muncul motif hias tuleng iken/tulang ikan dan peger/pagar. Penggambaran motif tulang ikan pada kain tenun Gayo/Alas merupakan penggambaran dari ikan depik yang menjadi ikan khas di Gayo/Alas. Peger/ pagar melambangkan perlindungan, selembar kain akan melindungi pemakainya dari rasa malu karena kain akan menutup aurat pemakainya.


Pohon hayat yang menjadi ciri khas  tenun Siem serta yang terdapat pada kain tenun ija dua blah hah melambangkan kehidupan dan harapan. Dalam masyarakat Aceh tempo dulu, selembar kain yang disandang oleh pemakainya  mengandung harapan akan kehidupan dan rezeki yang lebih baik.



Motif lain yang muncul dalam kain tenun yang menjadi koleksi museum Aceh adalah motif daun sirih. Batang sirih yang bersifat merambat melambangkan  kehidupan yang terus meningkat. Selain itu, dalam kehidupan masyarakat Nusantara, daun sirih digunakan sebagai pelengkap upacara ketika menerima tamu.
 

Kain tenun Aceh maupun Melayu identik dengan motif awan, baik awan tunggal mau pun awan berarak. Pemilihan motif awan selain menggambarkan cuaca di Sumatera yang cerah juga melambangkan kehidupan masyarakat yang dinamis.


Selain bunga, buah, dan pohon yang mengandung makna filosofis, sebagian motif hias dibuat hanya semata sebagai hiasan saja misal motif bungong campli/bunga cabai, bunga tabur, dan motif geometris yang dipakai untuk memenuhi bidang hias dan menambah nilai estetis dari kain tenun tersebut.

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum
Gambar Entri
Resep Ayam Goreng Bawang Putih Renyah, Gurih Harum Bikin Nagih
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun ide jualan. Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu...

avatar
Apitsupriatna
Gambar Entri
Resep Ayam Ungkep Bumbu Kuning Cepat, Praktis untuk Masakan Harian
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam ungkep bumbu kuning adalah salah satu menu rumahan yang paling praktis dibuat. Rasanya gurih, aromanya harum, dan bisa diolah lagi menjadi berbagai hidangan seperti ayam goreng, ayam bakar, hingga pelengkap nasi kuning. Keunggulan lainnya, resep ini termasuk cepat dan cocok untuk kamu yang ingin memasak tanpa ribet namun tetap enak. Berikut resep ayam ungkep bumbu kuning cepat yang bisa kamu coba di rumah. Bahan-Bahan ½ kg ayam, potong sesuai selera 4 siung bawang putih 5 siung bawang merah 1 ruas kunyit 1 ruas jahe 1 ruas lengkuas (geprek) 2 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk 1 batang serai (geprek) 1 sdt ketumbar bubuk (opsional) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400–500 ml Minyak sedikit untuk menumis Cara Membuat Haluskan bumbu Blender atau ulek bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan ketumbar bubuk (jika dipakai). Semakin halus bumbunya, semakin meresap ke ayam. Tumis bumbu hingga harum Panaskan sedikit m...

avatar
Apitsupriatna
Gambar Entri
Konsep Ikan Keramat Sebagai Konservasi Lokal Air Bersih Kawasan Goa Ngerong Tuban
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sumber daya air merupakan sebuah unsur esensial dalam mendukung keberlangsungan kehidupan di bumi. Ketersediaan air dengan kualitas baik dan jumlah yang cukup menjadi faktor utama keseimbangan ekosistem serta kesejahteraan manusia. Namun, pada era modern saat ini, dunia menghadapi krisis air yang semakin mengkhawatirkan (Sari et al., 2024). Berkurangnya ketersediaan air disebabkan oleh berbagai faktor global seperti pemanasan, degradasi lingkungan, dan pertumbuhan penduduk yang pesat. Kondisi tersebut menuntut adanya langkah-langkah strategis dalam pengelolaan air dengan memperhatikan berbagai faktor yang tidak hanya teknis, tetapi juga memperhatikan sosial dan budaya masyarakat. Salah satu langkah yang relevan adalah konservasi air berbasis kearifan lokal. Langkah strategis ini memprioritaskan nilai-nilai budaya masyarakat sebagai dasar dalam menjaga sumber daya air. Salah satu wilayah yang mengimplementasikan konservasi berbasis kearifan lokal yaitu Goa Ngerong di kecamatan Rengel,...

avatar
Muhammad Rofiul Alim
Gambar Entri
Upacara Kelahiran di Nias
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Kelahiran seorang anak yang dinantikan tentu membuat seorang ibu serta keluarga menjadi bahagia karena dapat bertemu dengan buah hatinya, terutama bagi ibu (melahirkan anak pertama). Tetapi tidak sedikit pula ibu yang mengalami stress yang bersamaan dengan rasa bahagia itu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang makna dari pra-kelahiran seseorang dalam adat Nias khusunya di Nias Barat, Kecamatan Lahomi Desa Tigaserangkai, dan menjelaskan tentang proses kelahiran anak mulai dari memberikan nama famanoro ono khora sibaya. Metode pelaksanaan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode observasi dan metode wawancara dengan pendekatan deskriptif. pendekatan deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan fakta sosial dan memberikan keterangan yang jelas mengenai Pra-Kelahiran dalam adat Nias. Adapun hasil dalam pembahasan ini adalah pra-kelahiran, pada waktu melahirkan anak,Pemberian Nama (Famatorõ Tõi), acara famangõrõ ono khõ zibaya (Mengantar anak ke rumah paman),...

avatar
Admin Budaya