Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Sumatera Selatan Palembang
Pindang Udang Galah
- 19 Agustus 2017

 

Udang galah memiliki fisik yang lebih besar bila dibandingkan dengan jenis udang lainnya. Hidupnya di daerah perairan tawar dangkal. Ciri khas dari udang galah ini yaitu memiliki kepala yang berbentuk kerucut, restrumnya melebar pada bagian ujungnya, bentuk tubuhnya memanjang dan melengkung ke atas. Salah satu tempat makan terkenal untuk mencoba udang galah adalah Rumah makan Pindang Sophia yang terletak di daerah Seberang Ulu, Palembang.

 

 

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat pindang  udang galah adalah:

Bahan utama : 1 kg udang galah (bersihkan )


Bahan pelengkap:

  • Nanas mateng secukupnya,potong sesuai selera (untuk pelengkap menambah rasa segar)
  • Terong hijau bulat, belah 4 jangan putus,
  • Daun bawang secukupnya , potong seruas jari ( ambil yang hijau nya saja)
  • Daun kmangi secukupnya,potong sesuai selera
  • 2 lembar daun Salam


Bumbu:

  • Cabe rawit merah 10 buah
  • Cabe merah besar 8 buah
  • Bawang merah 10 siung
  • Bawang putih 6 siung
  • Tomat 2 buah
  • Lengkuas 2 ruas jari ambil yang muda
  • Sereh 2 batang
  • Jahe 2 cm
  • Kunyit 5 cm/sesuai selera


Bumbu pelengkap:

  • Gula putih secukupnya
  • Garam secukupnya
  • Penyedap secukupnya bila suka
  • Terasi bakar 1 bungkus


Cara membuat:

  1. Ulek semua bumbu halus (untuk lebih mudah Ibu bisa menggunakan blender, tapi biasanya rasa yang diulek dengan cobek batu akan lebih enak). Jangan terlalu halus biar ada kesan  meriah dari cabe. Atau bisa juga menggunakan blender, dengan cara cabenya diblender belakangan setelah bumbu yang lain halus.
  2. Rebus air menggunakan wajan atau kuali. Masukkan bumbu yang telah dihaluskan tadi, rebus hingga mendidih.
  3. Masukkan udang galah, potongan nanas, terong, dan bumbu pelengkap lainnya. Ciicipi terlebih dahulu hingga terasa pas dengan selera Ibu.
  4. Setelah terong menjadi lembut, masukkan kemangi, potongan daun bawang, daun salam. Dimasukkan belakangan, agar daun-daun tersebut tidak terlihat layu, sehingga lebih mempercantik penyajiannya.
  5. Sajikan selagi hangat. Lebih enak lagi apabila disajikan bersama sambal terasi atau sambal buah khas Palembang.

Alamat dan Kontak Penjual:

Warung Palembang Cek Rina

Jl. Letjend Soeprapto No.42, RT.2/RW.1, Tanah Tinggi, Johar Baru, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10450

0812-8008-2733

 

Sumber:

http://hellopalembang.com/enaknya-udang-galah-di-pindang-sophia-palembang/

http://www.resepdapurresepi.net/2016/05/resep-pindang-udang-galah-khas-palembang.html

http://www.gulalives.co/2016/04/15/100-makanan-tradisional-khas-indonesia/#

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Dendam Rajo sang Manusia Harimau Putih
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Karya: Mahlil Azmi Di sebuah perkampungan kecil bernama Desa Pucok Krueng, di Aceh bagian barat selatan, hiduplah sebuah keluarga kecil yang damai dan bahagia. Mereka berjumlah empat orang: sang ayah bernama Uda Bintang Puteh berumur 40 tahun, ibu Nyak Bulan berumur 30 tahun, anak pertama Rajo Puteh berumur 10 tahun, dan adik perempuannya bernama Nyak Puteh yang berumur 5 tahun.Kedua orang tua mereka adalah petani dan pekebun pala. Sementara itu, Rajo adalah anak yang nakal dan sering berkelahi dengan teman-temannya hingga meresahkan orang tuanya. Walaupun begitu, ia sangat menyayangi keluarganya, terutama adiknya. Nyak Puteh adalah anak yang ceria, patuh, rajin mengaji, dan suka membantu orang tua mencuci piring. Setiap menjelang pagi, ayah dan ibu berpamitan untuk bekerja di ladang memetik buah pala, dan terkadang menjadi buruh tani di sawah milik saudagar kampung. Walaupun upah yang mereka dapatkan sedikit, mereka tetap bersyukur.Beberapa tahun kemudian, saat Rajo berumur 17 tahun,...

avatar
Mahlil Azmi
Gambar Entri
Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta Sejarah & Latar Belakang Candi Miri adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diperkirakan dibangun pada abad ke-9, Candi Miri merupakan bagian dari warisan budaya Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini berdiri tidak jauh dari beberapa candi lain yang juga bersejarah, seperti Candi Banyunibo dan Candi Barong, menjadikannya sebagai bagian penting dari kompleks candi yang memiliki nilai arkeologis yang tinggi (Sumber 2, 4, 14). Candi Miri, yang terletak di bukit karst dengan ketinggian sekitar 300 meter, menjadi lokasi yang strategis untuk aktivitas keagamaan dan pemujaan. Meskipun saat ini kondisinya mengalami kerusakan dan belum dilakukan pemugaran, keberadaannya tetap menarik perhatian para peneliti dan wisatawan yang ingin menyelami sejarah kekayaan budaya Indonesia (Sumber 1, 8, 14). Karakteristik Arsitektur Candi Miri memiliki...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Bekam Bali
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa,tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan harimau. Tapi bagi kami, hutan ini seperti halaman belakang rumah sendi...

avatar
Mahlil Azmi
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd