Lenong merupakan salah satu sandiwara rakyat Betawi. Pertunjukan lenong biasanya menampilkan sebuah cerita atau lakon. Cerita yang dimainkan disertai lawakan-lawakan. Pertunjukan lenong diiringi musik gambang keromong. Pertunjukan lenong biasanya dimulai dengan mengalunkan musik gambang keromong. Permainan musik ini membawakan lagu-lagu khas musik gambang kromong. Lagu-lagu khas gambang keromong itu antara lain Kicir-kicir, Cente Manis, Surilang, Balo-Balo, Keramat Karem, dan ada kalanya lagu Cina seperti Ting tit, Cit no sa, dan Si Pat Mo. Setelah lagu tersebut dimainkan, acara dilanjut dengan pembukaan. Pembukaan ini disebut dengan spik. Dalam pembukaan ini, pemimpin lakon menjelaskan cerita yang akan dimainkan dalam pertunjukan tersebut. Dalam kesempatan pembukaan ini, seluruh pemain ikut ke luar arena untuk diperkenalkan kepada penonton. Lakon dimainkan dalam babak demi babak. Antara babak satu dan babak berikutnya diselingi dengan musik dan lawakan. Selingan itu berhubungan dengan alur cerita yang dimainkan. Kadang-kadang selingan itu keluardari alur cerita. Musik dan lawak ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pertunjukan lenong. Alat musik yang digunakan adalah seperangkat alat musik gambang keromong, seperti gambang, teh yan, kong an yan, shukong, ning nong, kenong, keromong, kecrek dan gendang, pemain musik umumnya laki-laki sedangkan penyanyi biasanya perempuan, laki-laki, atau campuran. Pertunjukan lenong tidak meriah jika tidak diiringi musik. Pertunjukan lenong juga kurang menarik perhatian penonton jika tidak disertai lawakan. Selain itu musik yang ditampilkan biasanya juga dipergunakan untuk ngamen. Penonton juga bisa pesan lagu yang disukainya dan memberikan imbalan berupa uang. Ngamen ini dilakukan untuk memperoleh uang tambahan. Ada beberapa jenis lenong, diantaranya lenong denes dan lenong preman. *) Lenong denes, cerita yang ditampilkan pada lenong denes berkisar pada cerita raja, bangsawan dan pengawalnya. Pakaian yang yang dikenakan sesuai dengan peran yang dimainkan. Oleh karena lenong denes mengisahkan para bangsawan maka bahasa yang digunakan oleh para pemain ialah bahasa Melayu halus. *) Lenong preman, lenong ini mengisahkan tentang jagoan-jagoan Betawi, tuan tanah, drama rumah tangga, dan sebagainya. Bahasa yang digunakan pada pertunjukan ini ialah bahasa Betawi Ora. Pakaiannya pun disesuaikan dengan cerita. Selain di wilayah Jakarta, lenong preman juga berkembang di daerah pinggiran Kota Jakarta seperti, Bogor, Bekasi dan Tanggerang.
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...