Peni wadan utan lolon, Ola Lado Angin Lau Hayon, Kopong Lolon Tapo Bali, adalah tiga orang bersaudara atau biasa disebut Ataal Nitun Lay Ha’rin rae artinya mereka berasal dari dunia yang tak kelihatan.
Pada suatu hari ada tiga orang adik kakak pergi berlayar menyusuri tanjung wato-wutun menuju Meko. Namun karena ombak dan arus begitu kuat akhirnya perahu mereka terbalik dan tenggelam.
Peni Wadan Utan Lolon adalah salah satu dari mereka bertiga dan dia adalah saudara perempuan, ia terbawa arus dan akhirnya terdampar disalah satu pulau kecil yaitu Nuha kene/Meko, sedangkan kedua saudaranya Ola Ladon Angin Lau Hayon dan Kopong Lolon Tapo bali, berlayar kembali ke Buto/Waiwuring, karena bekal habis, Peni wadan Utan Lolon setiap hari bahkan siang dan malam hanya makan lalat dan nyamuk. Di keesokan harinya, Ola Ladon Angin Hayon dan Kopong Lolon Tapo Bali kembali berlayar untuk mencari saudara perempuan mereka yaitu peni wadan Utan Lolon dan akhirnya bertemu dengan dia di Nuha Kene. Pada saat Peni wadan Utan Lolon melihat perahu mereka kemudian sambil menangis ia memanggil mereka sambil berkata “Ola Ladon Hayon dayunglah perahumu dan datanglah ambil saya’. Akhirnya Ola Ladon Angin dan Kopong Lolon, mereka turun dari perahu lalu gendong sambil peluk dia dan bawa kembali ke lewo buto/Waiwuring.
Tahun berganti tahun, bulan berganti bulan ternyata peni Wadan Utan lolon hamil, namun sangat disayangkan karena dihamili saudaranya sendiri. Karena merasa malu, Ola Lolon Angin dan Kopong Lolon, merencanakan untuk membuang Peni wadan Utan Lolon, yang adalah saudara sendiri.
Di keesokan harinya, mereka bujuk dia untuk pergi mencari ikan lalu jual di pasar Waiboleng sagu Atumatan, setibanya di waiboleng mereka beli ayam satu ekor, arak satu botol, lalu berlayar menyusuri pantai sampai matahari terbebenam dan tibalah mereka di Wure-waiwadan.
Mereka turun dari perahu menuju ke darat lalu sampai di suatu tempat mereka mulai buat api untuk bakar ayam. Lalu setelah itu mereka makan dan minum arak bersama-sama sampai akhirnya peni wadan Utan Lolon mabuk dan tertidur.
Ola Ladon Angin mulai ikat ayam di Peni Wadan Utan Lolon punya kaki lalu pergi meninggalkan dia.
Ketika ayam berkokok Peni Wadan Utan Lolon terbangun ternyata kedua saudaranya telah pergi Peni Wadan Utan Lolon menangis sambil memanggil kedua saudaranya kalau boleh datang kembali dan ambil saya, tapi tidak seorangpun yang kembali. Kemudian Peni Wadan Utan Lolon berjalan terus menuju Waiwadan, tapi karena hari sudah larut malam maka ia pun tidur di situ.
Sumber:
https://nusantaralogin.blogspot.com/2013/07/kumpulan-cerita-daerah-nusa-tenggara.html
Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno Candi Miri merupakan salah satu situs candi Hindu yang menjadi bagian dari warisan arsitektur religius Kerajaan Mataram Kuno di Pulau Jawa. Keberadaannya di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan penyebaran pusat-pusat keagamaan yang strategis pada periode klasik Jawa. Sebagai candi Hindu, Candi Miri mencerminkan adaptasi tradisi arsitektur India yang dikembangkan dengan karakteristik lokal Jawa Kuno, berdiri sebagai saksi bisu kejayaan peradaban Hindu-Buddha di Nusantara. Sejarah & Latar Belakang Candi Miri didentifikasi sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno (Sumber 4). Letaknya berada di wilayah administratif Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, yang merupakan salah satu kawasan terpenting dalam sejarah peradaban Jawa klasik. Terdapat variasi dalam pencatatan lokasi spesifik candi ini. Beberapa sumber merujuk lokasi Candi Miri di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo (Sumber 1, Sumber 2, Sumber...
Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak Di tengah kekayaan kuliner Indonesia yang tak terhingga, Babi Panggang Karo (sering disingkat BPK) muncul sebagai sebuah mahakarya rasa yang menghadirkan jejak budaya dan tradisi dari tanah Sumatera Utara. Lebih dari sekadar hidangan, BPK adalah manifestasi dari identitas masyarakat Karo, sebuah sajian yang kaya akan aroma, rempah, dan cerita. Mengapa BPK begitu istimewa, dan bagaimana ia menjadi simbol kebanggaan kuliner bagi suku Karo? Mari kita telusuri keunikan dan daya pikatnya. ## Andaliman: Jantung Rasa BPK Rahasia di balik kelezatan BPK terletak pada penggunaan rempah-rempah khas, dan yang paling menonjol adalah andaliman. Dikenal juga sebagai "merica Batak" atau "sichuan pepper"-nya Indonesia, andaliman memberikan sensasi rasa yang unik dan tak tertandingi: pedas, sedikit asam, dan yang paling khas adalah efek kebas atau "getar" di lidah (Sumber 2). Rasa yang identik dan aroma yang kuat dari andal...
Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis batik khas Papua yang dikenal dengan corak unik dan makna mendalam. Berbeda dengan batik dari daerah lain di Indonesia, batik Papua, termasuk Kamoro, memiliki ciri khas motif yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya suku asli di sana (Sumber 1, Sumber 3). Batik ini secara spesifik menampilkan corak khas Timika, yang terinspirasi dari suku Kamoro dan keindahan alam sekitarnya (Sumber 1). Batik Kamoro tidak hanya sekadar kain bermotif, tetapi juga merupakan representasi semangat dan keberanian penduduk asli Papua (Sumber 2). Simbol-simbol yang terkandung di dalamnya merefleksikan kehidupan masyarakat adat, menjadikannya salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan. ## Motif dan Makna Batik Kamoro Motif utama batik Kamoro sangat khas dan mudah dikenali. Corak yang sering ditemukan pada batik ini meliputi: ### Simbol Patung Salah satu motif yang paling menonjol pada batik Kamoro adal...
Karya: Mahlil Azmi Di sebuah perkampungan kecil bernama Desa Pucok Krueng, di Aceh bagian barat selatan, hiduplah sebuah keluarga kecil yang damai dan bahagia. Mereka berjumlah empat orang: sang ayah bernama Uda Bintang Puteh berumur 40 tahun, ibu Nyak Bulan berumur 30 tahun, anak pertama Rajo Puteh berumur 10 tahun, dan adik perempuannya bernama Nyak Puteh yang berumur 5 tahun.Kedua orang tua mereka adalah petani dan pekebun pala. Sementara itu, Rajo adalah anak yang nakal dan sering berkelahi dengan teman-temannya hingga meresahkan orang tuanya. Walaupun begitu, ia sangat menyayangi keluarganya, terutama adiknya. Nyak Puteh adalah anak yang ceria, patuh, rajin mengaji, dan suka membantu orang tua mencuci piring. Setiap menjelang pagi, ayah dan ibu berpamitan untuk bekerja di ladang memetik buah pala, dan terkadang menjadi buruh tani di sawah milik saudagar kampung. Walaupun upah yang mereka dapatkan sedikit, mereka tetap bersyukur.Beberapa tahun kemudian, saat Rajo berumur 17 tahun,...
Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta Sejarah & Latar Belakang Candi Miri adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diperkirakan dibangun pada abad ke-9, Candi Miri merupakan bagian dari warisan budaya Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini berdiri tidak jauh dari beberapa candi lain yang juga bersejarah, seperti Candi Banyunibo dan Candi Barong, menjadikannya sebagai bagian penting dari kompleks candi yang memiliki nilai arkeologis yang tinggi (Sumber 2, 4, 14). Candi Miri, yang terletak di bukit karst dengan ketinggian sekitar 300 meter, menjadi lokasi yang strategis untuk aktivitas keagamaan dan pemujaan. Meskipun saat ini kondisinya mengalami kerusakan dan belum dilakukan pemugaran, keberadaannya tetap menarik perhatian para peneliti dan wisatawan yang ingin menyelami sejarah kekayaan budaya Indonesia (Sumber 1, 8, 14). Karakteristik Arsitektur Candi Miri memiliki...