Pengobatan dan Kesehatan
Pengobatan dan Kesehatan
jamu Jawa Barat bandung
Panglai ( Bangle )
- 10 Februari 2015

Panglai atau bangle merupakan tsnsmsn obat keluarga yang biasa ditanam di pekaranagan rumah. Panglai dalam kalsifikasi binomial memiliki nama ilmiah zingiber cassummunar dengan :

                        Kingdom         :           plantae

                        Ordo                :           zingiberales

                        Genus              :           zingiber

                        Spesies            :           cassummunar

Panglai ini bersaudara dengan tanaman sejenisnya yaitu diantaranya jahe (zingiber officianale), kunyi (zingiber c longa). Perbedaan mendasar pada ketiganya dapat di lihat dalam warna umbi nya kunyit lebih kekuningan walaupun ada kunyit putih dan hitam namun panglai tetap memiliki khas – an nya sendiri dengan bau yang sangat aromatik.

            Bangle ini banyak didomestikasi oleh penduduk setempat sehingga memunculkan beberapa nama bangle di Indonesia diantaranya, panglai di sunda, mungle di aceh, bungle di tapanuli, kunim bolai di minang, pandhiyang di Madura, bale di makasar., Panini di bugis, unin makei di ambon.

            Kepercayaan di daerah sunda studi kasus di daerah saya daerah cipagalo, dahulu hingga sekarang (namun tidak banyak) panglai memiliki khasiat dapat mengusir yang menggangu (hantu, setan, jin) anak batita, mengapa pada orang dewasa tidak karena orang dewasa sudah diangap mampu menjaga dirinya dari hal hal yang negatif sehingga hanya anak batita saja lah yang di anggap bila menemui hal hal yang negatif akan merasa ketakunan maka dirasa sebagai orang tua harus melakukan tidakan.

            Anak batita dianggap diganggu oleh mahkluk halus ketika menangis secara tiba tiba dan berkepanjangan, tidak sedang sakit ataupun lapar, maka ketika menangis yang seperti itu orang tua akan mengunyah panglai kemudian akan disemburkannya panglai pada tubuh anaknya dan pada saat itu pula anak tidak akan menangis.

            Menurut pengetahuan lokal, pada saat panglai dikunyah lalu disemburkan, bau – bau an khas dari panglai tidak disukai oleh makluk halus sehingga bau – bau an tersebut dipercaya dapat mengusir makluk halus, pada sisi lain secara kandungan panglai yang mengandung asam organik, albuminoid dan sineol menimbulkan bau khas aromatik yang nyaman untuk anak balita. 

            Yang menjadi unik dari panglai juga adalah jika kita mencari panglai di daerah sunda (bandung) ketika belanja di pasar tradisional maka panglai ini tidak akan ditemukan pada penjual bumbu dapur seperti jahe, kunyit dan lainya namun panglai bias ditemukan di penjual rampe, penjual rampe adalah penjual yang barang komoditinya seperti kemenyan, bunga – bunga an (rampe), panglai.

            Dari domestikasi pangle di sunda (bandung) tersebut telah me rekontruksi bahwa tanamannya dianggap berhasiat secara magis sehingga pengaruhnya dalam perilaku ekonomi seperti contoh diatas tidak dijual sebagai bumbu dapur namun dijual bebarenga dengan rampe.

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan?
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...

avatar
Kianasarayu