Ornamen
Patung
Sulawesi Tengah
Poso
Palindo
Patung Palindo mempunyai ketinggian ± 4 meter. Dan bahkan ada sumber yang menyebutkan patung ini merupakan patung Megalith pertama yang terkenal sampai ke seluruh penjuru dunia. Konon dimasa lalu tidak semua orang bisa menemukan patung-patung ini, hanya yang secara kebetulan tidak berniat untuk mencarinya saja. Selain Patung Palindo, terdapat juga patung-patung megalith lainnya yang tersebar di seluruh bagian padang Sepe. Seperti situs patung Tadulako, situs Pokekea. Dan biasanya Setiap patung diberi nama oleh penduduk, dengan nama tempat ditemukannya. Antara lain patung Palindo, Loga, Torompana, dan Tarae Roe. Menurut info dari tetua adat setempat dan referensi dari berbagai sumber menyebutkan kalau Patung-patung tersebut diperkirakan berumur sekitar 3.000 SM – 1.300 SM. Namun dari sekian situs tersebut yang paling mencolok adalah situs Palindo.
Palindo berarti Sang penghibur tak bermulut. Senyum bukan karena ada mulutnya tapi karena hidungnya yang maju sehingga membuat bayangan senyum dibawah hidungnya. Patung ini menghadap ke utara, diartikan sebagai arah datangnya nenek moyang orang Bada. Posisi patung ini agak miring menurut mitos masyarakat setempat karena dimasa lalu saat orang-orang Toraja ingin menyerang Lembah Bada, mereka mengakui kekuatan suku Lore di lembah ini. Orang Toraja beranggapan patung inilah sumber kekuatan orang Bada. Mereka kemudian berusaha memutar patung itu namun tidak berhasil, bahkan delapan orang dari mereka ini harus menjadi korbannya terjepit di bawah patung itu, sehingga patungnya pun miring. Ada juga cerita lainnya menyebutkan dimassa lalu populasi Kerbau yang begitu besar, kemudian dijadikan tempat menggaruk badan mereka sehingga patungnya pun menjadi miring, hal ini terdapat adanya bekas gesekan di samping patung.