PEWARNA ALAMI DAN FUNGSI LAINNYA PART 1 #DaftarSB19

Tanggal oleh Dwika Permata Sani. Revisi 5 oleh Megamashel pada .
Kategori: natural dye, pewarna alam, alam sekitar
Elemen Budaya: Tata Cara Pengobatan dan Pemeliharaan Kesehatan
Provinsi: Jawa Barat
Asal Daerah: INDONESIA

Saya yakin teman-teman belum pernah mendengar atau bahkan, tidak pernah menyangka bahwa sesungguhnya alam di sekitar kita berfungsi sebagai pewarna tekstil. Inilah yang terjadi pada saat para leluhur kita mewarnai batik dan, belum mengenal adanya bahan kimia. Berikut adalah 10 contoh sumber pewarna alam dan fungsi lainnya yang ditemukan di sekitar kita.

1.SECANG

Secang merupakan salah satu pewarna alami batik yang digunakan untuk menghasilkan warna merah pada kain batik. Senyawa yang memberikan warna pada secang adalah brazilin. Stabilitas pigmen brazilein dipengaruhi oleh pH, suhu dan pemanasan, sinar ultraviolet, oksidator dan reduktor, serta metal. Pada pH 2-5 pigmen brazilein berwarna kuning sedangkan pada pH 6-7 berwarna merah, dan pada pH 8 ke atas berwarna merah keunguan.

Fungsi lainnya ialah minuman kesehatan untuk tulang keropos namun, ada juga yang menggunakannya sebagai minuman pereda panas dalam. Secang juga berfungsi sebagai obat mencret, mengobati luka, membersihkan darah, menghentikan dan mencegah pendarahan,mengobati muntah darah, mengobati sifilis dan tumor, dsb. Tidak hanya itu, secang juga digunakan sebagai pewarna alami makanan. Untuk minuman, secang memiliki fungsi sebagai minuman penghangat tubuh dan meningkatkan stamina.

 

2.TEGERAN

Tegeran merupakan salah satu tanaman kayu yang menghasilkan warna kuning kecoklatan. Penggunaanya sebagai pewarna tunggal batik sangat jarang karena menurut perajin batik mudah luntur dan warna kurang cerah. Lebih lanjut dijelaskan bahwa arah warna batik hasil pewarnaan dengan kayu Tegeran yaitu kuning hingga cokelat tua.

 

3.KUNYIT

Pada umumnya kunyit digunakan sebagai bahan bumbu dapur namun, zaman dahulu digunakan sebagai bahan pewarna alam. Kunyit yang berwarna orange dan kunyit yang ditumbuk berwarna kuning akan menghasilkan warna yang berbeda. Fungsi kesehatannya ialah dapat dijadikan jamu. Selain dijadikan jamu, kunyit bisa juga dijadikan sebagai obat antiseptik alami, obat pencegahan kanker, meningkatkan anti oksidan, dan lain-lain. Warna yang dihasilkan adalah bisa berupa kuning dan oranye. 

 

4.BAWANG BOMBAY

Bawang bombay biasanya digunakan sebagai bahan bumbu masakan namun, bawang bombay dapat digunakan pula sebagai pewarna alami. Warna yang dihasilkan adalah oranye. Selain itu, bawang bombay juga menyimpan manfaat kesehatan yang baik bagi tubuh yaitu mengobat kram pada kaki. Dilansir dari Kumparan dari Times of India, bawang bombay berkhasiat medis terhadap kaki yang kram dengan merebus kulit bawang dalam 10 - 20 menit, lalu air rebusan itu diminum sebelum tidur. Manfaat akan dirasakan dalam 4 - 5 hari kedepan setelah dikonsumsi secara rutin.

5.INDIGO

 

Indigo berupa getah biru dari tanaman tarum/nila. Getahnya diambil kemudian diolah sehingga menjadi biru. Hati-hati guys, kalau sudah bermain dengan indigo, baunya nggak tahan deh! Satu-satunya pewarna biru alami yang tahan lama adalah indigo ini. Tentunya setelah melewati tahapan-tahapan dalam pewarnaan ya. Saat ini, di negara-negara seperti Indonesia hanya ada beberapa produsen pewarna alami indigo atau indigofera.

 

6.BUAH NAGA

Buahnya dimanfaatkan untuk kesehatan seperi mencegah kanker sedangkan, kulitnya dimanfaatkan untuk pewarna alami dengan menghasilkan warna merah muda. Hal itu dikarenakan kulit buah naga mengandung senyawa antosianin yang merupakan zat warna alami.

 

 

7.MAHONI

Kayu mahoni biasanya didapatkan di daerah Solo, Jawa Tengah. Mahoni menghasilkan warna merah marun. Adapun kandungan kulit mahoni yang dimanfaatkan untuk zat warna yaitu tanin dan flavonoid. 

 

8.JELAWE

Jelawe menghasilkan warna hijau tua seperti kotoran kerbau. Dalam sumber lain, jelawe dianggap sebagai sumber warna kuning bersama dengan secang, kunyit dan kulit nangka. Jelawe sendiri lebih mudah didapatkan, karena dijual juga di pasar tradisional sehingga tidak terlalu susah dalam mencari bahan baku. Dari segi dampak lingkungan yang dihasilkan jelawe, tidak terlalu menimbulkan bau yang tidak enak serta tidak sehingga tidak mengganggu pencemaran udara dan lingkungan. Hasil warna dengan menggunakan jelawe juga cukup bagus dengan kestabilan warna yang cukup kuat, walaupun dengan 3-4 kali pencelupan sudah bisa menghasilkan warna yang kuat dibandingkan dengan bahan pewarna lain yang memerlukan 5-10 kali pencelupan baru bisa menghasilkan warna yang diinginkan.

 

9.KULIT MANGGIS

Buah manggis dimanfaatkan untuk kesehatan seperti mengobati sariawan karena mengandung vitamin c. sedangkan, kulitnya dimanfaatkan sebagai pewarna batik yang menghasilkan warna merah muda.

 

10.GAMBIR

Ini bukan nama stasiun kereta api jabodetabek. Namanya memang Gambir. Gambir ini menghasilkan warna oranye dan biasanya digunakan untuk jamu kesehatan.

sumber:

Atika. V., Irfa'ina. R. S., 2017. Kualitas pewarnaan ekstrak kayu tegeran (Cudrania javanensis) pada batik.

Handayani. P. A., Asri. R., 2012. Pemanfaatan kulit buah naga (Dragon Fruit) sebagai pewarna alami makanan pengganti pewarna sintetis.

Hernani, Risfaheri, Tatang. H., 2017. Ekstraksi pewarna alami kayu secang dan jambal dengan beberapa jenis pelarut.

Kamil. A., Arfan. B., Sriyanto. Pemilihan bahan pewarna alami batik tulis di usaha kecil dan menengah semarang menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) (Studi kasus UKM batik Semarang).

Kuliah, 2014. Kriya tekstil IV.

Pak Tani, 2018. Daun indigofera bisa dijadikan pewarna tekstil alami.

Safitri, Galih. I. A., Dede. R., 2009. Pengaruh kopigmentasi pewarna alami brazilein kayu secang (Caesalpinia sappan L.) dengan sinapic acid terhadap stabilitas warna pada model minuman.

Wildadiny. C. Pewarna alam dari kulit kayu mahoni.