TRADISI ngateraken (mengantar) tidak hanya diperuntukkan bagi warga Pulau Bawean yang hendak menjalankan rukun Islam kelima, yakni haji. Di pulau tersebut, tradisi itu juga dilakukan untuk mengantar warga yang hendak "berlayar" ke Jawa.Sampai saat ini, budaya tersebut masih berlaku, terutama kepada warga Bawean yang kali pertama hendak meninggalkan pulau tersebut. Bedanya dengan tradisi terdahulu adalah sarana pengantarnya.
Dulu, kata Mustain, warga Desa Kumalasa, Sangkapura, masyarakat yang hendak pergi ke Pulau Jawa diantar secara berombongan dengan jalan kaki alias long march sampai di perbatasan desa. "Tapi, sekarang kami menggunakan mobil dan motor dan mengantar sampai dermaga," ujarnya. Tradisi turun-temurun yang guyup itu mungkin sangat langka. Namun, di Pulau Putri -sebutan lain Pulau Bawean- tradisi tersebut masih lestari. (yad/c8/ruk)
Sumber:
http://www.bawean.net/2010/07/tradisi-ngateraken-perantau.html
cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...