Adakah yang familiar dengan Majalengka? Kota kecil yang sebentar lagi akan memiliki Bandara Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati ini memiliki tradisi unik untuk merayakan kemenangan lho! namanya Ngagogo Lauk.
Ngagogo Lauk sendiri bisa diartikan menangkap lauk dengan tangan kosong. Lauk adalah ikan dalam bahasa Sunda. Artinya kita harus bisa menangkap ikan yang masih hidup didalam kolam atau sungai dengan tangan kosong tanpa bantuan alat apapun.
Ngagogo Lauk erat kaitannya dengan kebiasannya masyarakat Majalengka untuk memelihara ikan. Tanah yang subur dengan air yang melimpah ruah memudahkan masyarakat membudidayakan ikan di kolam. Nggak heran, kolam ikan menjadi salah satu pemandangan umum yang bisa kita jumpai terutama di pedesaan.
Tradisi Ngagogo Lauk akan sering kita temui ketika musim pemilihan kepala daerah baik tingkat desa maupun tingkat kabupaten, ataupun perayaaan HUT kemerdekaan RI.
Ketika perhelatan pilkada tiba, masing-masing kontestan selain menyiapkan mental menghadapi lawan. Pada saat bersamaan mereka pun telah menyiapkan beberapa kolam untuk kegiatan Ngagogo Lauk. Kolam-kolam itu bisa milik sendiri ataupun milik orang lain yang sudah disewa dan pastinya terlebih dulu ditanami dengan ikan. Nah, ketika hasil penghitungan suara telah diumumkan dan diketahui siapa pemenangnya barulah Ngagogo Lauk dilaksanakan.
Masyarakat baik tua atau muda beramai-ramai memasuki kolam yang telah disediakan pemenang. Dengan penuh suka cita mereka berusaha menangkap ikan yang ada di kolam. Bisa dibayangkan ikan hidup yang sebegitu lincahnya berenang kian kemari harus kita tangkap dengan tangan kosong. Apalagi kita mesti ekstra hati-hati dengan duri yang bisa melukai bahkan patil lele jika jenis ikannya lele.
Kelihaian peserta dalam menangkap ikan harus dibutuhkan, tapi tak sedikitpun yang tidak memperoleh ikan seekor pun. Namun, dapat ikan ataupun tidak, semua peserta Ngagogo Lauk bersuka cita. Ikan hasil tangkapan peserta Ngagogo Lauk bisa dibawa pulang ke rumah masing-masing secara gratis.
Lain lagi ceritanya ketika memperingati perayaan kemerdekaan RI. Ngagogo Lauk akan dilombakan dimana pemenangnya biasanya yang mampu menangkap ikan paling banyak.
sumber: http://takaitu.com/ngagogo-lauk-tradisi-unik-merayakan-kemenangan-khas-majalengka/
#SBJ
cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...