Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Timur Lamongan
Nasi Boranan
- 3 Juli 2015
 
    100_5824-copy1.jpg
    1385695593426977484.jpg
 
    Nasi Boranan merupakan makanan khas dari Lamongan, Jawa Timur. Dinamakan Boranan sendiri karena berasal dari tempat Nasi yang terbuat dari anyaman bambu yang digendong dengan selendang di punggung. Nasi Boranan merupakan makanan khas dan tradisional dari Lamongan. Nasi Boranan ini biasanya terdiri dari nasi, bumbu, lauk, rempeyek.
 
     Lauk yang disajikan dalam Nasi Baronan tidak harus selalu sama karena lauknya bisa saja berganti-ganti namun pada resep berikut ini Nasi Boranan disajikan bersama ati ampela, sayur ikan gabus asam pedas, urap sayuran, gimbal jagung goreng dan peyek teri. Berikut resep masakan Nasi Boranan.
 
Bahan-bahan:
 
Untuk Nasi Gurih
  • 500 gram beras
  • 600 ml santa dari 500 gram kelapa parut
  • 4 lembar daun pandan
  • 2 batang serai, potong 3 cm, memarkan
  • 6 sdm minyak goreng
Bumbu:
  • 5 siung bawang putih
  • 2 sdt garam
  • ½ sdt gula pasir

Untuk Sayur Ikan Gabus Asam Pedas:

  • 500 gram ikan gabus, goreng
  • 8 buah cabai hijau besar, iris 2 cm
  • 15 buah cabai rawit hijau
  • 3 buah tomat hijau, potong 4
  • 400 ml santan dari 500 gram kelapa parut
  • 15 kuntum kemangi
  • 5 sdm minyak goreng
Bumbu:
  • 5 siung bawang putih, iris
  • 7 butir bawang merah, iris
  • 4 cm lengkuas, mearkan
  • 3 cm jahe, memarkan
  • 2 lembar daun salam
  • 2 lembar daun jeruk
  • 1 sdm gula pasir
  • 1 sdt garam
Untuk Urap Sayuran:
  • 10 batang kacang panjang, potong 3 cm
  • 12 batang daun singkong, saingi
  • 100 gram taoge
  • ½ butir kelapa setengah tua, parut memanjang
  • Daun pisang secukupnya
Bumbu, haluskan:
  • 6 butir bawang merah
  • 7 siung bawang putih
  • 3 lembar daun jeruk
  • 1 ruas kencur
  • ½ sdt terasi matang
  • 4 buah cabai merah besar
  • 5 buah cabai rawit
  • 1 sdt garam
  • 1 sdm gula pasir
 
Untuk Hati Ampela Goreng:
  • 400 gram (5 pasang) hati ampela ayam
  • 400 ml air
  • 300 ml minyak goreng
Bumbu:
  • 5 siung bawang putih,haluskan
  • ½ sdt ketumbar bubuk
  • 4 cm kunyit, haluskan
  • 4 lembar daun salam
  • 3 cm lengkuas, memarkan
  • 1 sdt garam
 
Untuk Gimbal Jagung Goreng:
  • 5 buah jagung, sisir
  • 15 ekor udang, kupas kulitnya
  • 1 butir telur
  • 200 gram tepung terigu
  • 150 ml air
  • 500 ml minyak goreng
Bumbu, haluskan:
  • 5 siung bawang putih
  • 5 butir bawang merah
  • 2 cm kencur
  • 2 lembar daun jeruk
  • 3 buah cabai merah besar
Bumbu pelengkap:
  • 4 batang daun seledri, iris
  • 2 batang daun bawang, iris
  • ½ sdt garam
  • 2 sdt gula pasir
 
Untuk Peyek Teri:
  • 100 gram teri nasi kering
  • 150 gram tepung beras
  • 1 sdm tepung kanji
  • 100 ml santan kental dari 250 gram kelapa parut
  • 250 ml air
  • 500 ml minyak goreng
Bumbu, haluskan:
  • 4 siung bawang putih
  • 1 sdm ketumbar
  • 4 butir kemiri
  • 3 cm kuyit
  • 5 lembar daun jeruk
  • 1 sdt garam
Cara membuat:
 
*Nasi Gurih
  1. Rebus beras dengan santan, tambahkan bahan lainnya (kecuali minyak goreng), aduk rata
  2. Tumis bawang putih hingga harum, tuang ke dalam rebusan beras. Tambahkan gula dan garam, aduk sesekali hingga santan habis
  3. Kukus nasi hingga matang (40 menit). Angkat
*Sayur Ikan Gabus Asam Pedas
  1. Tumis bawang putih, bawang merah, dan lengkuas hingga harum
  2. Masukkan santan, masak hingga mendidih. Masukkan bumbu dan bahan lainnya (kecuali kemangi), masak hingga matang. Matikan api, taburkan kemangi
*Urap Sayuran
  1. Rebus sayuran satu per satu
  2. Remas daun singkong rebus, iris halus
  3. Campur bumbu halus dan kelapa parut hingga rata.bungkus dengan daun pisang, kukus ±15 menit, angkat. Saat disajikan, campur sayuran dan bumbu kelapa hingga rata
*Hati Ampela Goreng
  1. Rebus air, masukkan hati ampela dan semua bumbu,masak hingga bumbu meresap. Angkat, tiriskan
  2. Goreng hati ampela hingga kuning dan kering. Angkat dan sajikan
*Gimbal Jagung Goreng
  1. Campur bahan, bumbu halus, dan bumbu pelengkap, aduk rata
  2. Goreng sesendok demi sesendok adonan dengan minyak banyak di atas api sedang hingga kekuningan. Angkat dan tiriskan
*Peyek Teri
  1. Campur tepung beras dan tepung kanji, tuang santan dan air sedikit demi sedikit hingga tepung larut. Masukkan bumbu, aduk rata
  2. Panaskan minyak banyak di atas api sedang. Ambil 1 sdm adonan, tambahkan teri secukupnya. Tuang adonan tipis merata di tepi wajan. Siram dengan minyak panas di wajan hingga terlepas dari pinggir wajan. Goreng hingga kuning dan kering. Lakukan hingga adonan habis


       Dengan pendamping nasi putihnya yang beraneka ragam akan membuat masakan ini digemari oleh siapa saja karena kita bisa mencoba beraneka rasa makanan yang berbeda dalam satu piring. Makanan ini juga sangat tradisional karena dibungkus menggunakan daun pisang, sensasi menyantap makanan dengan daun pisang pasti memberikan kenikmatan sendiri bagi yang menyantapnya.

 

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat

Sumber: http://www.bacaresepdulu.com/resep-nasi-boranan/

 
 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
PELARIAN MAJAPAHIT DI PACITAN
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

GELOMBANG EKSODUS I. Pelarian Di Pacitan Ketika panji-panji emas Majapahit tercabik oleh perang perebutan warisan dinasti, sejarah arus utama seolah menoleh ke arah lain. Yang tercatat kemudian hanyalah runtuhnya tiga pusat kekuasaan besar secara beruntun: Wilwatikta-Trowulan yang ambruk pada 1478 M, Kediri di bawah Girindrawardhana yang tumbang dua dasawarsa kemudian, serta: Lenyapnya benteng pertahanan terakhir Patih Mahodara pada 1527 M. Di balik kronik pergantian rezim itu, tersimpan kisah lain yang jauh lebih megah dan tragis: kisah manusia-manusia yang terseret arus perubahan kekuasaan baru, Demak Bintoro. Seusai kemenangan Ranawijaya atas kubu Bhre Kertabhumi, muncul kebutuhan mendesak untuk membangun dasar legitimasi baru. Upaya itu dijalankan melalui jejaring brahmana, penetapan tanah-tanah sima yang dibebaskan dari kewajiban pajak, penguatan tradisi Buddha-Siwa, serta pembentukan identitas Keling yang berpusat di Daha. Dalam pandangan para pendukungnya, ide...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT II (Keling Daha Kediri)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sejarah Senjakala Majapahit-Daha II. Patih Udara/Mahodara Berkuasa (1498 M) A. Krisis Demi mempertahankan kekuasaan di tengah impitan ekonomi dan bayang-bayang kehancuran, Ranawijaya memperlakukan rakyat kecil pedalaman sebagai sapi perah guna mendanai prajurit yang butuh logistik besar menghadapi kelompok pembangkang yang mulai tumbuh kembali. Pembangunan Kedaton baru beserta sistem pertahanan militer di Daha dalam waktu delapan tahun membawa kesengsaraan yang luar biasa bagi kaum tani di sepanjang aliran Sungai Brantas yang subur. Dinasti Girindrawardhana memberlakukan sistem kerja paksa, yang dikenal sebagai kerja gaga, secara militeristik demi mendirikan kompleks istana bata merah yang megah serta jaringan perbentengan baru. Di sisi lain, ribuan petani dipaksa meletakkan bajak dan cangkul mereka untuk mengangkut batu kapur dari perbukitan selatan, menebang pohon jati di belantara, serta mencetak jutaan bata merah untuk dinding pertahanan. Kesengsaraan ini kian mencekik...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT I (Brawijaya V - Trowulan)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

SENJAKALA MAJAPAHIT I (1478 M) > Senjakala Majapahit bukanlah sebuah cerita tentang kelanjutan kemaharajaan yang tenang di bawah asuhan para resi yang bijaksana. Sebaliknya, ia merupakan sebuah panggung sejarah yang rapuh, berdarah, dan diperebutkan oleh kelompok-kelompok politik yang haus akan pengakuan kekuasaan. Demi melunasi dendam masa lalu, menegakkan kehormatan keluarga, dan mengejar ego dinasti, faksi-faksi pemberontak ini tanpa sadar telah memeras keringat rakyat, merampas hak atas tanah perdikan, dan mengirim ribuan rakyat jelata (kawula) Jawa ke lubang kematian yang sia-sia. I. Senjakala Pertama Majapahit Trowulan (1478 M) A. Pemberontakan Ranawijaya (Keling-Daha) Brawijaya IV saat bertakhta sebagai Maharaja Majapahit bergelar Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Singhawikramawardhana terpaksa mundur ke basis pertahanan keluarganya di Kediri. Setelah terusir dari Trowulan oleh kudeta Bhre Kertabhumi (Brawijaya V) pada tahun 1468 M, Brawijaya IV menyelamat...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker