×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Makanan

Elemen Budaya

Makanan Minuman

Provinsi

Sulawesi Tenggara

Asal Daerah

Pulau Buton

Nanas Parigi - Pulau Buton - Sulawesi Tenggara

Tanggal 17 Feb 2018 oleh hallowulandari .

Sejarah Buton terbilang unik. Berangkat dari posisinya di lalu lintas sibuk perdagangan rempah-rempah berabad silam.
 
Buton adalah pulau di “kaki” Sulawesi, bertetangga dengan Pulau Muna, masuk dalam provinsi Sulawesi Tenggara.  Mengalami masa kerajaan, kemudian kesultanan. Enam raja dan 38 sultan. Saat itu Buton bernama Wolio.
 
Masa kerajaan Buton berlangsung dari awal abad ke-14 sampai abad ke-16 dengan raja pertama Raja Putri Wa Kaa Kaa, dilanjutkan putrinya, Putri Raja Bulawambona. Pengaruh Hindu kental pada masa ini, serta sedikit Buddha dan Islam.
 
Mulai abad ke-16 hingga tahun 1960, Buton adalah kesultanan. Sultan Murhum Kaimudin Khalifatul Khamis yang merupakan Raja Buton ke-6 menjadi sultan pertama Buton. Bertepatan dengan 1 Ramadhan 948 Hijriyah (1540 M) dia mengubah sistem kerajaan menjadi kesultanan.
 
Sultan Murhum ini dianggap pahlawan bagi rakyat Buton setelah menumpas bajak laut si mata satu yang terkenal kejam, La Bolontio. Dia juga berhasil mendamaikan dua kerajaan yang lama bertikai, Mekongga dan Konawe, dalam waktu delapan hari delapan malam. Murhum pun disegani raja-raja di Nusantara kawasan timur.
Jalur perdagangan laut
 
Pada masa VOC, Buton adalah jalur perdagangan rempah-rempah, dari dan ke Maluku. Ramainya lalu lintas diikuti maraknya bajak laut. Kondisi ini meresahkan masyarakat yang umumnya nelayan dan tinggal di pantai.
 
Untuk mengamankan diri, masyarakat pindah ke tempat yang lebih tinggi, hingga akhirnya ditetapkan bahwa bukit tersebut sebagai tempat tinggal baru. Di sinilah La Buke, sultan ke-6, membangun benteng pada 1634-1645.
 
Benteng yang pertama dibuat bukanlah dari batu, melainkan dari pohon nanas, yang durinya pada masa itu efektif mencegah musuh masuk. Itu sebabnya nanas jadi lambang Buton dan dipasang di atap rumah tradisional Buton.
 
Benteng dari batu kemudian pada abad ke-16 dibangun sultan ke-3, La Sangaji yang bergelar Sultan Kaimuddin secara bertahap selama 10 tahun. Pagar dahulu baru kemudian isinya. Setelah rampung, benteng dengan bentuk lingkaran seluas 22,8 hektare itu punya 12 lawa (pintu) dan 16 baluara (meriam bastion).
 
Benteng inilah pusat kesultanan Buton yang wilayahnya mencakup keseluruhan pulau-pulau utama; yaitu Pulau Buton, Pula Muna, Pulau Kabaena, Kepulauan Tukang Besi, Pulau Rumbia, dan Pulau Poleang. Benteng Keraton Buton sekarang masuk dalam Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.
 
Selama pembangunan benteng, sejumlah hal unik terjadi, seperti tak ada yang menikah dan tak ada yang meninggal walaupun pada masa itu sedang musim kelaparan luar biasa.

 

Sumber:

  1. https://renjanatuju.wordpress.com/2017/11/13/destinasi-lain-di-pulau-muna-sulawesi-tenggara/
  2. http://www.sarasvati.co.id/featured/11/buton-bermula-dari-nanas-penangkal-bajak-laut/

DISKUSI


TERBARU


Piring Batak (M...

Oleh Janis | 13 Jul 2024.
Piring

Arti kata marsipanganon adalah makan bersama menggunakan satu piring. Terbuat dari kayu yang dibentuk menjadi piring besar, alat tersebut dipakai unt...

Ulos Bolean Na...

Oleh Batakologi | 09 Jul 2024.
Ulos (Kain Wastra)

Ulos Bolean Na Margatip merupakan ulos (kain wastra) yang digunakan pada saat acara berduka akan kematian atau musibah yang melanda. Ulos ini digunak...

Sangsang Horbo

Oleh Batakologi | 09 Jul 2024.
Makanan

Dalam pesta Batak, sangsang merupakan salah satu makanan yang biasa dihidangkan untuk para tamu, dan biasanya menggunakan daging babi. Namun ketika T...

Indahan Songko

Oleh Batakologi | 09 Jul 2024.
Makanan

Pada saat Tim Ekspedisi Batakologi menghadiri Acara Festival Wisata Edukasi Leluhur Batak di Samosir, terdapat salah satu hidangan yang disajikan pad...

Ihan Batak Nani...

Oleh Batakologi | 09 Jul 2024.
Makanan

Naniura adalah makanan khas Batak yang bahan utamanya adalah ikan. Keunikan dari naniura adalah daging ikan yang tidak dimasak menggunakan panas, tet...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritual...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dala...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pend...

Ukiran Gorga Si...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...