Dalam pemberian nama sebuah daerah biasanya di angkat dari sebuah peristiwa ataupun dari nama tokoh yang terkenal dari daerah tersebut. Tidak jauh beda di kampungku, dalam pemberian namanya di ambil dari sebuah peristiwa. Dusun watu-watu Desa Julupa’mai. Sebuah desa kecil yang terletak di Kecamatan Pallangga Kab. Gowa. Makna dari nama pada kampungku tidak terlepas dari asal usul kampung tersebut.
Untuk Julupa’mai itu sendiri berasal dari bahasa makassar yang artinya satu nafas. Masyarakat berharap, semua yang tinggal di desa ini selalu bersatu dalam satu nafas. Semuanya menginginkan untuk untuk bisa selalu bersatu dan tidak akan bercerai berai. Masyarakat di kampungku sangat mengutamakan kekeluargaan. Kami saling menganggap bahwa tetangga adalah keluarga terdekat yang mampu menolong kita saat kesusahan. Suatu contoh, ada tetangga yang mengalami kecelakaan dan hampir semua warga kampung datang untuk melihatnya. Dari kejadian ini kita bisa melihat bahwa mereka sangat mengutamakan kekeluargaan yang tidak ternilai harganya. Hal ini yang tidak akan kita dapatkan di daerah perkotaan.
Pada kampungku, mayoritas masyarakatnya berbahasa asli Makassar. Dasar dari nama Watu-Watu dari bahasa Makassar yaitu Batu-Batu. Pada awalnya, daerah ini semua jalannya dari batu sehingga masyarakat terdahulu sepakat untuk mengangkat nama kampungnya menjadi batu-batu. Tetapi lama kelamaan, nama ini kurang enak di dengar oleh sebagian orang dan akhirnya kembali untuk di ubah. Sehingga mereka mendapat kesepakatan untuk mengubahnya menjadi watu-watu. Dari cerita yang saya dengar, tidak ada cerita pasti kenapa bisa berubah menjadi watu-watu.
Dari situlah awal dari penamaan dusun watu-watu. Selain dari sejarah itu, masih ada satu kisah di balik nama Watu-watu tersebut. Konon ceritanya, dahulu setiap masyarakat yang pindah ke watu-watu, keluarganya akan lenggeng dan bertahan hingga maut memisahkan. Selain itu, banyak juga cerita bahwa setiap keluarga yang pindah ke daerah ini akan sejahtera.
Benar ungkapan selama ini bahwa dalam pemberian sebuah nama ada doa yang terkandung di dalamnya. Doa itulah yang di percaya oleh semua masyarakat yang menetap di Watu-watu Desa Julupa’mai. Semua berharap doa itu akan menhampiri mereka dan meraih sebuah kebahagiaan.
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...