Produk Arsitektur
Produk Arsitektur
Museum Bali Semarapura
Museum Semarajaya
- 2 Januari 2019
Museum Semarajaya, Semarapura
Plaats:
 
Semarapura
Provincie:
 
Bali
Land:
 
IND
Type organisatie:
 
Museum
Postadres:
 

Museum Semarajaya
Jl. Untung Surapati No 3
80761 Semarapura
tel: (0366) 21448 , 22848

Informatie:
 
Museum Semarajaya dibangun pada Gedung Bekas Sekolah MULO (Sekolah Menengah Jaman Belanda) dan bekas SMPN I Klungkung terletak dalam komplek Kertha Gosa/Taman Gili, Pemedal Agung (pintu bekas kerajaan Klungkung). Gedung tersebut dibangun oleh Pemerintah Belanda setelah runtuhnya Kerajaan Klungkung pada 28 April 1908.

Museum Semarajaya diresmikan oleh Bapak Menteri Dalam Negeri pada tanggal 28 April 1992.

Di dalam ruangan di sayap kanan bangunan museum dipamerkan benda dan lukisan koleksi pelukis berkebangsaan Italia bernama Emilio Ambron (1905–1996). Ada 69 buah disimpan dalam dua ruangan. Ambron tinggal di Bali 1938–1942 setelah dibantu mendapatkan tempat tinggal di daerah Sanur oleh Adrien Jean Le Majeur, pelukis asal Belgia yang juga tinggal di Bali 1930–1950 dan memperistri Ni Polok, perempuan Bali cantik yang pernah membuat Bung Karno kesengsem.

Lukisan dan patung Ambron menggambarkan keseharian kehidupan masyarakat Bali sebelum Jepang masuk setelah pecah perang Pasifik.

Pada ruangan di bagian lain Museum Semarajaya menampilkan jejak peninggalan Kerajaan Klungkung, diantaranya sebuah kursi antik serta foto-foto raja beserta keluarganya. Ada dokumentasi foto yang memperlihatkan Ida I Dewa Agung Rai, Adipati Agung dan Penasehat Utama semasa pemerintahan Ida I Dewa Agung Putra III (1850 – 1903), serta foto para pembesar kerajaan semasa Ida I Dewa Agung Gede Jambe.

Pada dinding lain terpasang foto lama Ida I Dewa Agung Gede Jambe pada posisi duduk, diapit putera mahkota Ida I Dewa Agung Gede Agung, saudara raja Ida Tjokorde Rake Pugog serta Anak Agung Gede Ngurah Pelodot. Ida I Dewa Agung Gede Jambe naik tahta pada 1904, gugur dalam Puputan Klungkung 28 April 1908.

Sebuah sudut Museum Semarajaya dengan koleksi pakaian adat, maket, lukisan dan patung. Di sudut ruangan lainnya terdapat koleksi gong, guci berukuran besar, beberapa buah tombak, lumpang, serta peninggalan purbakala lainnya.

sumber : http://www.archieven.nl/index.php/nl/zoeken?miadt=50000&mizig=190&miview=ldt&milang=nl&micols=1&misort=pla%7Casc&mires=0&mizk_alle=Museum%20Semarajaya

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker