Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Daerah Istimewa Yogyakarta Kabupaten Bantul
Mie Des
- 7 Desember 2017

Satu lagi kuliner khas daerah Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta yang layak anda coba, yakni mie des.

Panganan ini merupakan hidangan khas daerah Pundong, Bantul.

Mie des adalah olahan mie yang dimasak dengan kuah maupun digoreng.

Berbeda dengan kebanyakan mie yang dibuat dari tepung terigu, bahan baku pembuatan mie des menggunakan tepung ketela/tapioka.

Ukuran miennya pun lebih besar dari pada mie biasa.

Dahulu salah satu warga Pundong yang menjadi pelopor kuliner mie des adalah Mbah Pawiro, dan saat ini beberapa keturunnya mulai dari anak hingga cucu meneruskan usaha berjualan mie des.

Salah satu penerus cucu Mbah Pawiro yang saat ini berjualan mie des adalah Mbak Anik.

Saat ini Mbak Anik dengan dibantu suaminya yang bernama Agus Sumarwan berjualan mie des dengan nama mie des Mbak Anik di dusun Ngupit, Desa Patalan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul.

Dengan menempati warung sederhana yang jadi satu dengan tempat tinggalnya, pasangan suami istri selalu melayani pemburu mie des dari pukul 17.00 hingga dagangan mereka habis.

Meskipun berada di tengah perkampungan, tetapi warung mie des ini tidak pernah sepi pengunjung karena selalu menjaga citarasa yang diwariskan oleh kakek mereka.

Nama mie des sendiri adalah kependekan dari bakmi pedes, dan rasa dari olahan mie yang satu ini memang pedas.

Jika dilihat sepintas, penampilan dari mie des hampir sama dengan bakmi jawa.

Tetapi untuk rasa, mie des berbeda dengan bakmi Jawa.

Mie des tidak menggunakan ayam untuk tambahannya, melainkan menggunakan udang kering atau ebi.

Penggunaan ebi tersebut membuat rasa gurihnya mie des berbeda dengan bakmi Jawa.

Selain itu, untuk cita rasa pedas, warung mie des Mbak Anik menggunakan cabai kering yang telah dihaluskan.

Rasa pedas dan gurih yang dihasilkan dari ebi membuat hidangan mie des memiliki rasa yang lezat dan unik.

Dikatakan Agus, selain ebi dan cabai kering, masakan mie des menggunakan bumbu lainnya seperti merica, bawang putih, dan kemiri.

"Bambu-bumbu tersebut dimasak bersama dengan bakmi, irisan kobis, daun bawang, dan telur," ujar Agus.

Dalam sehari Agus bisa menghabiskan 25 hingga 30 kilogram bakmi yang terbuat dari ketela tersebut.

Ada dua macam olahan mie des, yakni mie des godog (kuah), dan mie des goreng.

Selain dua menu tersebut, pengunjung juga bisa memesan nasi goreng, magelangan, nasi godog, dan magelangan godog.

Untuk harga anda tidak usah khawatir, kerena satu porsi mie des baik godog maupun goreng hanya dipatok seharga Rp 7.000 per porsinya.

Sedang untuk nasi goreng/godog, dan megelangan goreng/ godog harganya Rp 9.000.

Letak warung mie des Mbak Anik ini berada di bagian selatan kota Yogyakarta.

Jika anda dari pusat Kota Yogyakarta anda bisa mengarahkan perjalanan anda melalui jalan Parangtritis.

Sesampainya di kilometer 15, anda akan mendapti Klinik Patalan, sesampainya di klinik tersebut ada jalan masuk ke arah timur, ikuti jalan tersebut sekitar 200 meter anda akan menemukan warung mie des Mbak Anik yang berada di tepi sawah.

 

RM/Toko yang Menyediakan:
 
MieDes / Mie Bangkok Pak Yono
Restaurant
Address: Jl. Mangun Negoro, Srihardono, Pundong, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55771
Phone: 0818-0260-9559

 

Sumber :

http://www.tribunnews.com/travel/2015/06/20/pedasnya-mie-des-bantul-mie-berbahan-baku-ketela?page=all

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker