Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan khas Aceh Grong-Grong
Mie Caluk Grong-Grong khas Aceh Pidie
- 4 Januari 2019
 
Dikenal sebagai salah satu mi terlezat nusantara, Aceh menyuguhkan rupa-rupa olah mi.
 
Jika anda berkunjung ke Kabupaten Pidie, jangan lewatkan mencicipi lezatnya mie caluk Grong-Grong.
 
Grong-Grong merupakan nama sebuah kecamatan yang ada di Kabupaten tersebut.
 
Caluk berasal dari bahasa lokal yang bermakna cocol.
 
Mi caluk menggunakan olahan mi kuning yang terbuat dari tepung sebagai bahan utama.
 
Yang membedakannya dengan mi Aceh adalah bahan pelengkap.
 
 
Mi caluk Grong-Grong memakai kacang merah, tempe, hingga jengkol sebagai tambahan.
 
Masing-masing dimasak gulai yang menghasilkan citarasa gurih yang pas di lidah.
 
Sayur mayur yang diolah menjadi urap hadir untuk menemani acara meriahnya santap mi.
 
 
Jika anda ke Grong-Grong yang berlokasi di lintas Jalan Nasional Banda Aceh – Medan, maka dengan mudah anda akan menjumpai deretan penjual mi caluk.
 
Kebanyakan dari mereka menjajakan dagangannya di kaki lima.
 
Namun pembelinya bukan hanya warga setempat, tapi juga para pelintas jalan raya yang dikenal sebagai Jalur Lintas Sumatra
 
 
Asyiknya lagi seporsi mi caluk dijual mulai harga Rp 1.000.
 
Tempat ini buka mulai pukul 14.00 WIB – sore hari.
 
Beberapa penjual terlihat sibuk meracik mi dan membungkusnya sesuai pesanan.
 
Mi caluk di sini tidak melayani makan di tempat.
 
Namun anda bisa memesan porsi sesuai selera mulai Rp 1.000 – Rp 5.000 saja.
 
“Kami nggak pernah ngitung berapa porsi yang terjual setiap harinya, nggak sempat karena pembeli sudah ngatri. Meskipun harga bahan-bahan naik tapi harga mi caluk tetap sama,” ujar Hamdani, salah seorang penjual mi caluk Grong-Grong yang berjualan dibantu saudara-saudaranya.
 
Rata-rata penjualnya meneruskan usaha keluarga yanng diwariskan dari generasi ke generasi.
 
Mi caluk Grong-Grong mengajak kita berpetualang rasa sekaligus mengingatkan akan jajanan masa kecil. 
 
Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2016/10/24/mencicipi-mi-caluk-grong-grong-yang-murah-meriah-rasanya-juara
 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker