Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Aceh Aceh
Martabak Telur Aceh
- 29 Desember 2017

Bahan utama:

  • Minyak sayur untuk menggoreng secukupnya

Bahan untuk adonan telur:

  • 9 butir telur ayam
  • 2 batang seledri, iris tipis
  • 2 batang daun bawang, iris tipis
  • ¼ kg udang ukuran kecil dan dada ayam rebus, keduanya dicincang kasar
  • 2 siung bwang putih, cincang halus
  • 1 buah bawang bombay, iris tipis
  • 1 ½ sdt garam
  • Untuk menumis, gunakan minyak sayur sebanyak 2 – 3 sdm

Bahan adonan kulit martabak :

  • 2 butir telur
  • 400 gram tepung terigu, gunakan merek Serbaguna
  • 50 gram mentega
  • 1 sdt garam
  • ½  gelas air lebih dikit, sekitar 150 – 175 ml

Acar (disertai pembuatan untuk disimpan semalaman):

  • 150 gram bawang merah, potong sesuai keinginan
  • 100 gram cabai hijau, siangi
  • 2 sdt cuka masak
  • 1 ½ sdm gula pasir
  • ½ sdt garam

 

Cara membuat martabak telur aceh:

Pertama, mari kita buat adonan telurnya:

  1. Panaskan minyak sayur.
  2. Tumis bumbu pada bahan adonan telur (bawang putih dan bombay).
  3. Tambahkan sisa bahan pelengkap, tunggu matang, angkat.
  4. Tuang bumbu tumisan dalam wadah secukupnya, tuangkan telur, aduk rata.
  5. Adonan telur siap pakai.

Kedua, kita lanjut membuat adonan kulit:

  1. Pada satu wadah, campur terigu, mentega, dan garam. Aduk beberapa menit.
  2. Masukkan telurnya, aduk lagi sembari dituangi air sedikit demi sedikit hingga adonan kalis.
  3. Ambil adonan seukuran 75 gram, kemudian dibulatkan pakai tangan berlapis plastik ataupun tidak. Terus lakukan hingga adonan habis.
  4. Rendam terlebih dahulu adonan ke dalam minyak sayur, tutup dengan kain selama 60 menit.
  5. Adonan kulit siap diolah.

Terakhir, kita masuk ke proses pembuatan martabak:

  1. Ambil 1 bulatan adonan, pipihkan dengan alat penggilas setipis mungkin.
  2. Gulung adonan dengan memusatkannya ke tengah, kemudian gilas lagi sampai tebalnya ½ cm (diameter 15 cm).
  3. Panaskan 3 sdm minyak pada wajan gepeng, berdiameter 30 cm.
  4. Goreng adonan kulit sampai kedua sisi matang dan berwarna kecokelatan, angkat.
  5. Lakukan penggilasan dan penggorengan adonan hingga habis, pisahkan.
  6. Panaskan 3 sdm minyak pada wajan martabak tadi, tuang ½ bagian adonan telur, ratakan hingga memenuhi lebar wajan.
  7. Ketika telur menggembung padat dan berwarna kecokelatan, letakkan 1 lapis kulit martabak goreng tadi ke bagian tengah.
  8. Kemudian, lipat semua sisi telur ke bagian tengah hingga kulit terbungkus oleh telur.
  9. Bolak-balik proses penggorengan hingga kedua sisi telur matang, angkat.
  10. Ulangi proses hingga adonan telur habis.
  11. Sebelum disajikan, potong-potong martabak dan siapkan juga acarnya.

 

Sumber:

  1. http://www.resepharian.com/resep-martabak-telur-terbalik-asli-aceh-nikmat/
  2. https://travel.detik.com/dtravelers_stories/u-2229765/10-kuliner-aceh-yang-harus-dicoba-wisatawan
  3. http://dapurenka.blogspot.co.id/2013/09/resep-martabak-aceh.html
  4. http://www.masakandapurku.com/2015/05/resep-cara-membuat-martabak-khas-aceh.html

 

 

TEMPAT RUMAH MAKAN:

  1. Plaza Sentral, Jl. Jenderal Sudirman, Sudirman, Jakarta 12430, 021 21889061 ext: 234
  2. Jambo Kupi, Jl. Rawa Bambu No. A4, Pasar Minggu, Jakarta, 021 78848549
  3. Mie Aceh Seulawah, Jl. Bendungan Hilir Raya No. 8, Bendungan Hilir, Jakarta, 0823 10111188/021 5708660
  4. Puhaba Coffee, Jl. Tebet Raya No. 34B, Tebet, Jakarta, 0811 1941809/0811 1932927
  5. Restoran Puas Ibu Hj. Maryam, Jl. Raya Condet No. 53, Kramat Jati, Jakarta, 021 80878417

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker