Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Bengkulu Bengkulu
Manisan Terong
- 27 Agustus 2017

Mungkin sebagian besar diantara anda belum pernah merasakan manisan terong? Yah, selama ini terong atau terung dikenal sebagai buah sayuran yang umumnya dibuat dalam bentuk sayur lodeh atau oseng. Daging buahnya yang tebal menjadikan sayuran ini terasa nikmat, apalagi jika dimasak dengan sedikit pedas asam, hmm..pastinya sangat nikmat.

Namun ada sedikit kendala menyangkut jenis sayuran yang satu ini. Bagi sebagian orang, terong dianggap sebagai makanan pemicu terjadinya impotensi dan menurunkan gairah seksual. Benarkah persepsi yang demikian?

Terong (solanum melongena) merupakan jenis buah sayuran berbentuk bulat lonjong dengan daging buahnya yang tebal dan lunak. Ada banyak jenis terong yang sudah banyak dieknal, dari jenis terong ungu, terong hijau, terong kopek, dan sebagainya. Selain harganya yang relative murah, kandungan nutrisi buah sayuran ini ternyata cukup tinggi dan manfaatnya untuk kesehatan juga terbilang luar biasa.

Cara Membuat Manisan Terong

Dalam 100 gram buah terong, kandungan energinya cukup besar yaitu 24 kkal, karbohidrat 5,5 gr, kalsium 15 mg, protein 1,1 gr, fosfor 37 mg, dan kandungan lemaknya cukup rendah yaitu 0,2 gram. Sedangkan kandungan vitaminnya meliputi vitamin A 30 IU, B1 0,04 miligram dan vitamin C sebesar 5 miligram. Terong juga diketahu mengandung sejumlah zat penting, seperti asam folat, molibdenum, mangan, kalium, triptofan, magnesium, serta vitamin K.

Selain itu, buah ini juga mengandung banyak unsur penting yang sangat bemanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh. Diantaranya zat phycocyanian atau protein kompleks yang terdapat dalam kulit terong ungu yang bersifat antioksidan dan berguna dalam produksi sel darah, mengatasi kanker, maupun mengobati wasir.

Di dalam buah terong juga terdapat kandungan ellagic acid yang berguna untuk mencegah penggumpalan darah maupun mengatasi tumor dan kanker. Juga ada zat antosianin, suatu senyawa flavanoid yang penting untuk melindungi dari radiasi sinar ultraviolet maupun untuk mengobati penyakit kanker dan jantung.

Tahapan Cara Membuat Manisan Terong

Manisan adalah makanan cemilan yang banyak disukai orang. Ada banyak manfaat dan kelebihan membuat manisan terong ini. Selain bergizi dan bermanfaat untuk kesehatan tubuh, manisan jenis ini belum banyak diusahakan orang sehingga merupakan peluang bisnis yang cukup prospektif. Karena itu kenapa anda tidak mencoba untuk membuat sendiri cemilan lezat ini?

Untuk membuat manisan terong yang berkualitas, anda hanya perlu memperhatikan dua hal saja, yaitu bahan baku buah terong yang berkualitas dan pemberian konsentrat gula yang tepat. Kali ini kita akan menggunakan bahan utama berupa buah terong ungu dan kopek hijau yang segar, mulus, berbentuk lurus, dan tidak cacat sebanyak 1 kg. Sedangkan bahan lain yang diperlukan adalah sukrosa atau gula pasir (1/4 kg), asam sitrat dan essence secukupnya, larutan kapur sirih atau (Ca (OH) 2), serta air.

Manisan Terong

Sedangkan untuk cara membuat manisan terong dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Setelah memilih buah terong yang berkualitas, buang bagian tangkalnya dan cuci dengan menggunakan air untuk menghilangkan kotoran yang menempel hingga bersih.
  2. Dengan menggunakan garpu, tusuk-tusuk buah terong dari kedua sisi dengan jarak sekitar 1 cm. Hal ini dilakukan agar proses pemasakan dapat meresap masuk ke bagian paling dalam dari buah terong.
  3. Setelah itu rendam buah terong dalam larutan kapur (Ca OH) 2) dengan kadar 3 persen selama sekitar 12 jam hingga meresap.
  4. Selanjutnya, terong dikeringkan atau dilakukan penirisan, dengan cara diperas untuk mengeluarkan kandungan getahnya maupun air kapurnya.
  5. Setelah cukup, terong kemudian dicuci dengan menggunakan air yang mengalir guna membersihkan sisa-sisa kapur yang masih tersisa.
  6. Langkah terakhir adalah melakukan pemasakan. Sebelumnya siapkan sebuah wajan yang berisi larutan gula yang telah dicampur dengan asam sitrat dan essence. Setelah itu masukkan buah terong dan dimasak di atas api yang sedang selama sekitar 2 jam atau hingga airnya habis. Nah, akhirnya manisan terong pun bisa dipotong-potong sesuai keinginan dan siap dikonsumsi atau dibungkus untuk dijual.

 

sumber: http://kuliner.blogekstra.com/joesck/inilah-cara-membuat-manisan-terong-yang-lezat-bergizi.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan?
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Sekaten adalah Upacara Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad SAW: Asal-usul dan sejarah serta fungsi,
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Sekaten adalah Upacara Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad SAW: Asal-usul dan sejarah serta fungsi, makna, dan nilai budaya Identitas Ritual Sekaten adalah rangkaian upacara tahunan yang diselenggarakan oleh Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW (Maulid Nabi) [S1][S3]. Ritual ini berlangsung selama delapan hari, dimulai pada tanggal 5 Rabi'ul Awal (Mulud dalam kalender Jawa) dan berakhir pada tanggal 12 Rabi'ul Awal dengan upacara penutup bernama Garebeg Mulud [S3]. Nama "Sekaten" sendiri berasal dari adaptasi istilah Arab syahadatain , yang merujuk pada dua persaksian (syahadat) dalam Islam [S1]. Komunitas pelaksana Sekaten adalah institusi keraton sebagai pusat ritual, dengan melibatkan masyarakat luas dalam prosesi dan perayaan [S2]. Lokasi utama penyelenggaraan adalah Yogyakarta, meskipun tradisi serupa juga dilaksanakan di Surakarta [S1]. Upacara ini bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan laku budaya-religius...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Tenun NTT: Simbol Status, Identitas, dan Kisah Leluhur
Motif Kain Motif Kain
Nusa Tenggara Timur

Tenun NTT: Simbol Status, Identitas, dan Kisah Leluhur Identitas dan Asal-Usul Tradisi tenun yang paling populer di Indonesia merujuk pada Tenun Ikat , khususnya varian yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Popularitas ini tidak terlepas dari keunikan teknik, motif, dan makna filosofisnya yang kuat dalam budaya masyarakat setempat [S1]. Tenun ikat di NTT merupakan warisan budaya yang bertahan hingga kini, diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian integral dari identitas komunitas [S2]. Secara geografis, sentra tenun ikat NTT tersebar di berbagai pulau, dengan Pulau Sumba dikenal sebagai salah satu pusat tradisi ini yang paling kuat. Di Sumba, pembuatan kain tenun ikat tradisional masih lestari, dengan kampung-kampung seperti Kanatang dan desa-desa di wilayah Sumba Timur menjadi lokasi perajin aktif [S3]. Proses pembuatannya sangat mengikat dengan sejarah dan kehidupan masyarakat, di mana kain tenun bukan sekadar produk ekonomi tetapi juga warisan leluhur yang...

avatar
Kianasarayu