Makna dari lagu Ampar-Ampar Pisang mencerminkan keceriaan, tergambar dari liriknya yang saling menyambung.Lirik lagu ampar - ampar pisang juga menggambar bagaimana hasil kekayaan alam indonesia yang salah satunya adalah daerah Kalimantan Selatan tersebut. Namun ada sejarah yang menyebut tentang asal muasal lagu ampar - ampar pisang, yaitu dimana lagu ampar - ampar pisang ini pada awalnya dinyanyikan secara iseng pada saat masyarakat Kalimantan Selatan sedang membuat sebuah makanan yang terbuat dari bahan buah pisang bernama kue rimpi.
Kue Rampi di buat dengan cara pisang di diampar (disusun) lalu kemudian dibiarkan hingga hampir matang mendekati busuk, lalu pisang dijemur diampar di bawah sinar matahari sampai kira kira pisang mengeras dan mengeluarkan bau manis.
Isi dari lirik lagu ampar-ampar pisang tersebut tak jauh beda dengan proses pembuatan kue Ampar, yaitu menceritakan tentang pisang yang diampar dan dikerubuti binatang terbang kecil-kecil karena senang dengan aroma manis pisang tersebut.
Binatang terbang kecil - kecil tersebut dikenal masyarakat Kalimantan dengan nama bari - bari. Pada akhir lagu ampar-ampar pisang di ceritakan tentang binatang yang ditakuti anak - anak kecil pada zamanya. Kata "bidawang” mempunyai arti digigit. Konon, kata dikitip bidawang itu digunakan untuk menakuti anak anak yang suka mencuri kue rimpi yang masih dalam proses penjemuran
Lirik Lagu Ampar-Ampar Pisang dari daerah Kalimantan Selatan
Ampar ampar pisang
Pisangku balum masak
Masak sabigi di hurung bari-bari
Masak sabigi di hurung bari-bari
Manggalepak manggalepok
Patah kayu bengkok
Bengkok dimakan api
apinya cang curupan
Nang mana batis kutung
Dikitipi dawang (2x)
Ampar ampar pisang
Pisangku balum masak
Masak bigi di hurung bari-bari
Masak bigi di hurung bari-bari
Demikian semoga Makna Lirik lagu nusantara ampar – ampar pisang dapat bermanfaat untuk pembaca. Terimakasih.
Sumber : https://www.indonesiacayo.com/2017/09/makna-dari-lirik-lagu-ampar-ampar-pisang.html
cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...