Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita Rakyat Kalimantan Tengah Kalimantan Tengah
MITE PENCIPTAAN DAYAK LUWANGAN
- 13 November 2018

Pada mulanya langit dan bumi belum berbentuk, bumi hanya sebesar sulau dan langit sebesar picis. Maka Tuhan Allah Ta’alla mulai membentuk langit dan bumi dengan menyerukan Ketiga EntitasNya yaitu AYAN TAMUN TUNRAN, TUNTUT TAMUN AUN, dan  BEYEY TAMUN TUYO. Ketiga Pribadi Illahi ini kemudian bersepakat mengumpulkan bahan-bahan untuk menambah langit dan bumi, Tuntut Tamun Aun bertugas menjadi Tukang angkut keseluruhan bahan-bahan yang telah dikumpulkan oleh Ayan Tamun Tunran dan Beyey Tamun Tuyo. Bahan-bahan yang diambil adalah Lampung Kuit, Lampung Kudau, Lampung Sendru, Lampung Sendrak

Setelah semua bahan terkumpulkan maka Yang Maha Kuasa Allah Ta’Alla memberikan wahyu kepada salah satu MalaikatNya SENGKEREANG SENGKEREPANG untuk mengolah dan menjadikan bahan itu, maka langsung dikerjakan oleh Sengkereang Sengkerepang dan menempa benda yang berupa tanah, namun berkali-kali ditempa ternyata tanah itu tidak dapat bersatu. Maka diperintahkan oleh Allah Ta’ Alla kepada Sengkereang Sengkerepang; untuk menangkap ikan LONGKINGMONENG dan ikan SELEGIGIN LANGIT kemudian dipotong dan darahnya, ditumpahkan ke tanah yang dibuatnya itu lalu diaduk dan baru ditempa lagi, maka sempurnalah tanah itu sampai sekarang.

Setelah terjadinya Bumi dan Langit, ternyata ada sisa dari pekerjaan SENGKEREANG SENGKEREPANG yaitu  segenggam langit dan segenggam tanah, lalu Allah Ta’Alla menciptakan dua manusia dari sisa bahan tadi, berupa tubuh manusia yang belum dapat bergerak dan bernapas. Setelah jadi limbagan tubuh manusia itu, maka Maha Kuasa Allah Ta’ Alla memasukkan roh-Nya kepada kedua orang limabagan manusia itu, mulailah keduanya dapat bergerak dan bernafas, ternyata keduanya laki-laki semuanya yang dapat berbicara serta menyebut namanya masing-masing.

Yang berasal dari tanah bernama LEWIN TANA dan yang berasal dari langit bernama LEWIN LANGIT.Setelah mereka memiliki nama lalu mereka mengucapkan SENGKEREROTUS atau sebuah ‘pantun Teka-Teki’  :

“KULAT URE KULAT TUHA ali OSI BAWE OSI SOONG”

lalu jawab LEWIN TANA :
“MATE TIYA, MATE TUHA ali MATE BAWE MATE UPO”

Ternyata LEWIN TANA salah menjawab, harusnya:
“TIA-TIA, TUHA-TUHA, UPO-UPO, BAWE-BAWE”

kalau di Indonesiakan :
“MUDA-MUDA, TUA-TUA, LAKI-LAKI, PEREMPUAN-PEREMPUAN”

Itulah sebab si LEWIN LANGIT menjadi penghuni dunia atas. Kemudian mereka membuat kesepakatan, bila LEWIN TANA ingin bertemu dengan LEWIN LANGIT, maka LEWIN TANA dan keturunannya harus membakar dupa dan menuangkan minyak kelapa lalu memanggil nama LEWIN LANGIT maka LEWIN LANGIT  akan datang dan semampunya memberi pertolongan.

Karena rasa kasihnya si LEWIN LANGIT kepada si LEWIN TANA sehingga diberilah oleh si LEWIN LANGIT buah TUO BUROK kepada si LEWIN TANA. Maksud pemberian dari si LEWIN LANGIT agar buah itu dimakan oleh si LEWIN TANA tetapi tidak kesampaian maksud hati si LEWIN TANA buah pemberian tersebut hanya dicubitnya saja, diusapkan kekepalanya dan kerambutnya. Disitulah awal terbentuknya kuku, walau dipotong tetap akan muncul demikian juga dengan rambut,walau dicukur tetap bisa panjang.

Lalu LEWIN TANA melaksanakan apa yang dikatakan LEWIN LANGIT, agar mendapat seorang perempuan. Setelah mendapat seorang perempuan maka LEWIN TANA membawanya pulang ke dalam rumah. Lalu nama LEWIN TANA berubah nama menjadi SEMPIRANG LA’ANG. Kemudian  perempuan yang dibawanya tadi diambil menjadi isteri diberi nama APE BUNGEN TANA. Setelah beberapa lama mereka berkumpul dalam satu rumah maka hamilah istrinya, karena dilihatnya istrinya hamil maka oleh SEMPIRANG LA’ANG dilarang pergi kemana-mana atau pergi turun ke tanah. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, berangkatlah SEMPIRANG LA’ANG mencari nafkah ke TANA OLUNG OLAU tetapi larangan-larang yang diucapkan oleh SEMPIRANG LA’ANG tidak diingat atau diindahkan oleh APE BUNGEN TANA.

Semenjak ditinggal olehnya,  isterinya  turun ke tanah dan melahirkan di bawah tangga ketika suaminya tiba dari mencari nafkah ia tidak bisa menemukan kemana-mana hanya setumpuk tanah dibawah tangga. Melihat kejadian ini maka SEMPIRANG LA’ANG meminta petunjuk dari Maha Kuasa Allah Ta’ Alla dan menerima wahyu dari-Nya, kata Maha Kuasa Allah Ta’ Alla : “hai, SEMPIRANG LA’ANG tutuplah olehmu tumpukan tanah yang ada dibawah tangga itu dengan UYUNG, selama sembilan bulan sembilan hari. Setelah itu baru bisa dibuka olehmu”. Dan apa yang diperintahkan oleh Maha Kuasa dilaksanakan oleh SEMPIRANG LA’ANG. Setelah genap sembilan bulan dan sembilan hari lalu SEMPIRANG LA’ANG membuka UYUNG tersebut dan ternyata ada seorang anak kecil berjenis kelamin perempuan kemudian anak kecil itu dibawa dan dipeliharanya. Singkat cerita, seiring waktu perjalanan hidup anak kecil tumbuh menjadi perempuan dewasa dan diambillah perempuan itu menjadi isterinya lalu diberi nama TEBILUNG UYUNG, sejak itu nama SEMPIRANG LA’ANG berubah menjadi SERAKIN PINANG. Sepasang suami-isteri tersebut memperanakkan 41 orang.

Mereka hanya memakan tanah OLUNG OLAU. Suatu hari mereka menemukan KULAT LAMBAT BAYAN di sebuah gunung dan langsung dibawa oleh mereka berdua untuk dimasak menjadi  makanan yang dinamakan SATU JAHAU JAJAU LA’ANG. Kemudian makanan itu disantap oleh  anak-anaknya. Setelah mereka memakan makanan itu, mereka menjadi mabuk dan ke-41 dan membuat bahasa mereka kacau. Hanya anak yang paling tua yang berbicara dan berkata-kata menurut ragam bahasa ibu dan bapaknya yang bernama KAKAH ONGAP LIANG , sedangkan saudara-saudara lainnya berbicara dalam berbagai macam bahasa. Bahasa yang dipakai oleh anaknya ini adalah bahasa Luwangan saat ini. Itulah sejarah asal mula manusia dan bahasanya yang dipergunakan sampai sekarang.

sumber: https://folksofdayak.wordpress.com/2014/03/21/mite-penciptaan-dayak-luwangan/

#SBJ

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Dendam Rajo sang Manusia Harimau Putih
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Karya: Mahlil Azmi Di sebuah perkampungan kecil bernama Desa Pucok Krueng, di Aceh bagian barat selatan, hiduplah sebuah keluarga kecil yang damai dan bahagia. Mereka berjumlah empat orang: sang ayah bernama Uda Bintang Puteh berumur 40 tahun, ibu Nyak Bulan berumur 30 tahun, anak pertama Rajo Puteh berumur 10 tahun, dan adik perempuannya bernama Nyak Puteh yang berumur 5 tahun.Kedua orang tua mereka adalah petani dan pekebun pala. Sementara itu, Rajo adalah anak yang nakal dan sering berkelahi dengan teman-temannya hingga meresahkan orang tuanya. Walaupun begitu, ia sangat menyayangi keluarganya, terutama adiknya. Nyak Puteh adalah anak yang ceria, patuh, rajin mengaji, dan suka membantu orang tua mencuci piring. Setiap menjelang pagi, ayah dan ibu berpamitan untuk bekerja di ladang memetik buah pala, dan terkadang menjadi buruh tani di sawah milik saudagar kampung. Walaupun upah yang mereka dapatkan sedikit, mereka tetap bersyukur.Beberapa tahun kemudian, saat Rajo berumur 17 tahun,...

avatar
Mahlil Azmi
Gambar Entri
Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta Sejarah & Latar Belakang Candi Miri adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diperkirakan dibangun pada abad ke-9, Candi Miri merupakan bagian dari warisan budaya Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini berdiri tidak jauh dari beberapa candi lain yang juga bersejarah, seperti Candi Banyunibo dan Candi Barong, menjadikannya sebagai bagian penting dari kompleks candi yang memiliki nilai arkeologis yang tinggi (Sumber 2, 4, 14). Candi Miri, yang terletak di bukit karst dengan ketinggian sekitar 300 meter, menjadi lokasi yang strategis untuk aktivitas keagamaan dan pemujaan. Meskipun saat ini kondisinya mengalami kerusakan dan belum dilakukan pemugaran, keberadaannya tetap menarik perhatian para peneliti dan wisatawan yang ingin menyelami sejarah kekayaan budaya Indonesia (Sumber 1, 8, 14). Karakteristik Arsitektur Candi Miri memiliki...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Bekam Bali
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa,tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan harimau. Tapi bagi kami, hutan ini seperti halaman belakang rumah sendi...

avatar
Mahlil Azmi
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd