|
|
|
|
|
Legenda Ncuhi Bolo Tanggal 12 Jul 2018 oleh Arum Tunjung. |
Hutan Rora bagai surga. Sungai mengalir melintasi hutan. Seperti sudah digambar Tuhan, sungai tersebut membelah perbatasan Kerajaan Dompu dan Bima. Dua Ncuhi yakni Ncuhi Dompu dan Ncuhi Bolo menjaga sungai tersebut. Mereka mengatur aliran air yang ke Dompu dan Bima secara adil.
Karena terbuai oleh angin dingin, Ncuhi Bolo tertidur. Ncuhi Dompu yang tak kurang selera humornya, bermaksud menggoda temannya. “Ando mambani ja nggomi” (Toh, Bung nggak bakal marah), ujarnya dalam hati seraya beranjak dari santawo tempat mereka duduk. Ncuhi Dompu bergegas ke aliran sungai yang ke Bima. Dia membendung aliran airnya. Air pun mengalir semua ke Dompu. Seraya terkekeh-kekeh, Ncuhi Dompu mengendap-ngendap kembali ke santawo dan pura-pura tidur.
Beberapa saat kemudian, Ncuhi Bolo bangun. Dilihatnya Ncuhi Dompu masih tidur. Namun ketika melihat aliran air sungai ke Bima terbendung, dia kaget setengah mati. “Hah.. tio pu rawi cinaku ke” (Hah.. coba lihat ulah saudaraku ini), ujarnya seraya menggeleng. Ncuhi Bolo tak mampu berbuat apa-apa. Dulu, perbuatan dan perkataan Ncuhi tak bisa diubah. Mereka begitu sakti mandraguna.
Ncuhi Bolo tentu tidak kehilangan akal. Dia lantas bersumpah, “Tahora nggara ndedesi, Dompu oina, Mbojo isina” (Baiklah jika demikian adanya, Dompu airnya, Bima isinya). Sumpah Ncuhi Bolo menggelitik Ncuhi Dompu. Seraya tertawa dia berkata, “Ausi darura kaimu cina. Dompu mpa Mbojo, Mbojo mpa Dompu ni” (Apa sih yang membuatmu resah saudaraku. Dompu kan Bima, Bima kan Dompu juga. Dia menukas lagi, “Ba nonto ndedena, cina ro angiku ese Mbojo, loa lao kanggihi kanggama awa Dompu. Tiwara bedana dou Dompu lao Mbojo. Ndaike cina ro angi mena” (Karena itu, saudara-saudaraku dari Bima boleh membantu menggarap tanah Dompu. Tidak ada bedanya orang Dompu dengan Bima. Kita bersaudara.
Itulah cikal bakal migrasi orang-orang Bima ke Dompu. Sama sekali tidak menimbulkan benturan. Nama-nama kampung di Dompu banyak yang dinamai kampung asal orang-orang yang datang dari Bima seperti, Rasanggaro, Ncera, Renda dan sebagainya.
Dikutip dari Muslimin Hamzah dalam Ensiklopedia Bima, 2004.
![]() |
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritual... |
![]() |
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
![]() |
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pend... |
![]() |
Ukiran Gorga Si...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |