Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita rakyat Jawa Timur Ponorogo
Legenda Golan dan Mirah di Kabupaten Ponorogo
- 12 Oktober 2014

LEGENDA GOLAN DAN MIRAH

Di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur, terdapat sungai yang mengalir diantara 2 desa yakni desa Golan dan desa Mirah. Anehnya, selama bertahun-tahun air di sungai tersebut tidak mau mencampur layaknya air dan minyak, sampai sekarang. Begitupun halnya dengan masyarakat yang hidup di dua desa tersebut tidak akan bias bersatu, dan hidup berdampingan. Ada beberapa contoh yang sering terjadi ketika penduduk desa tersebut berada di satu tempat diantaranya:

  1. Jika yang mengadakan pernikahan mengundang orang yang berasal dari 2 desa tersebut, maka lampu pernikahan akan mendadak mati.
  2. Dalam  satu warung makan atau kopi terdapat 2 orang dari desa tersebut maka ibu yang memasak air tidak akan matang sampai kapanpun.
  3. Ada orang yang memiliki hajatan kunjungan wisata ke Bogor, tetapi sepanjang perjalanan ban bus yang ditumpangi bocor sampai 3 kali, orang-orang merasa heran. Padahal bus yang disewa sangat layak untuk dipakai. Setelah kunjungan selesai, baru diketahui jika rombongan yang ikut terdapat dua orang dari desa Golan dan Mirah.

Sampai saat ini kenyataan sungai yang mengalir di kedua desa tersebut tetap tidak mau mencampur dan masih ada. Kepercayaan terkait mitos dan pantangan untuk hidup berdampingan juga masih dipegang teguh oleh kedua masyarakat tersebut, memang kedua desa sudah tidak bermusuhan seperti dulu, akan tetapi pantangan dan kepercayaan tersebut masih melekat pada keduanya. Ekspeditor ketika berusaha menelusuri aliran sungai Golan dan Mirah kerap kali tersesat, konon memang ketika tujuannya adalah untuk mengambil gambar aliran sungai maka tidak akan pernah sampai tujuan utama. Akan tetapi ekspeditor berhasil sampai pada bendungan aliran sungai tersebut, sayangnya bendungan tersebut sudah tidak berfungsi lagi beberapa tahun lalu. Akan tetapi dari beberapa narasumber dari aparat birokrat, masyarakat biasa, dan anak-anak juga menginformasikan hal yang sama.

Legendanya, peristiwa aneh tersebut merupakan imbas kutukan KI Ageng Honggolono, Palang (Kepala Desa) Golan setelah merasa dipecundangi Ki Ageng Mirah sehingga mengakibatkan acara perkawinan anaknya si Joko Lancur gagal mempersunting Putri Mirah Kencono Wungu. Ki Honggolo merupakan tokoh ksatria pemberani yang mendapat sebutan Ki Bayu Kusuma, sangat arif dan bijaksana. Ki Honggolono memiliki seorang anak laki-laki bernama Joko Lancur  Suatu hari Joko Lancur bertemu dengan Si Mirah Putri ayu yang merupakan putrid Ki Ageng Mirah (Ki Honggojoyo), sebagai adik sepupu Ki Honggolono. Keduanya pun saling curi pandang dan akhirnya jatuh cinta. Ketika Joko Lancur hendak meminang  Mirah Putri Ayu, Ki Ageng Mirah mengajukan persyaratan yang sangat sulit untuk dipenuhi Ki Honggolono, akan tetapi Ki Ageng Honggolono menyanggupi untuk memenuhi persyaratan tersebut dibantu oleh murid-muridnya, demi anaknya si Joko Lancur.

Melihat apa yang dilakukan Ki ageng Honggolono, Ki Ageng Mirah menemukan strategi lagi untuk menggagalkan apa yang dilakukan Ki Honggolono untuk membuat bendungan dan padi dalam lumbung gagal dengan meminta bantuan sahabatnya yang berwujud genderuwo. Sehingga hajat Ki Honggolono terhambat, akan tetapi sebagai tokoh yang memiliki kesaktian, Ki Honggolono berhasil mengatasi hambatan-hambatan yang dibuat utusan Ki Ageng Mirah, sebenarnya Ki Honggolono tau semua dalang dibalik kejadian yang menghambatnya. Akan tetapi hal itu tidak akan mengurungkan niatnya untuk melamar si Mirah Putri Ayu.

Ketika Ki Honggolono dating ke rumah Ki Ageng Mirah dengan membawa persyaratan yang diajukan, Ki Ageng Mirah pun juga merupakan orang sakti yang ilmunya tidak dapat disepelekan, sontak padi yang dibawa pasukan Ki Honggolono dalam lumbung, berubah menjadi jerami dan kulit kedelai. Hal itu membuat Ki Honggolono marah besar dan merasa dipermainkan oleh Ki Ageng Mirah. Kedua pun terlibat peperangan yang tidak terhindarkan. Konon, karena cinta Si Joko Lancur dan Si Mirah Putri ayu sangat besar, akhirnya mereka pun ditemukan mengalir disungai. Ki Honggolono usai kejadian tersebut mengutuk 5 perkara yakni:

  • Wong Golan lan wong Mirah turun-temurun ora oleh jejodhohan” artinya orang Golan dan orang Mirah beserta keturunannya tidak boleh diperjodohkan atau menikah.
  • Isen-isene ndunyo soko Golan kang wujude kayu, watu, banyu, lan sapanunggalane ora biso digowo menyang Mirah” artinya segala sesuatu barang-barang dari Golan tidak bias dibawa ke Mirah.
  • Barang-barange wong Golan lan Mirah ora iso diwor dadi siji” artinya semua barang-barang dari Golan dan Mirah tidak bias dipersatukan.
  • Wong Golan ora oleh gawe iyup-iyup soko kawul” artinya orang Golan tidak boleh membuat atap dari jerami atau batang padi.
  • Wong Mirah ora oleh nandur, nyimpen, lan gawe panganan soko dele” artinya orang Mirah dilarang menanam, menyimpan, dan membuat makanan dari bahan kedelai.

Sampai sekarang pun orang Mirah tidak berani menanam kedelai, karena selalu gagal dan tidak bias tumbuh, kesimpulannya “Sopo wonge sing nglanggar aturan iki bakal ciloko”. Begitu Ki Ageng Honggolono kembali wanti-wanti kepada anak buahnya dan warga Mirah.

Narasumber : Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ponorogo (Bapak Edi) dan Masyarakat Golan (Bapak Kardi)

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Bekam Bali
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum
Gambar Entri
Ayam Ungkep
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...

avatar
Apitsupriatna