Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita Rakyat Banten Banten
Legenda Cikaputrian
- 15 Mei 2018

Pada jaman dahulu kala hiduplah seorang putri raja yang dikarunia wajah yang sangat menawan. Amat cantik jelita rupa wajahnya. Namun tidak seperti wajahnya yang cantik, tabiat perilaku sang putri sangat buruk dan tidak terpuji. Marasa dirinya merupakan putri Raja, sang Putri sangat manja. Segala keinginannya harus dituruti. Jika tidak dituruti ia akan merajuk dan marah-marah. Sang Putri juga dikenal sebagai orang yang sangat pemalas. Ia kerap menghabiskan waktunya untuk berhias dan kemudian mengagumi kecantikannya sendiri. Satu sifat buruk lain dari Sang Putri adalah kesombongannya. Sang Putri merasa dia adalah perempuan sempurna, selain putri seorang raja dia juga memiliki paras yang sangat cantik.

Sang Raja pernah memberikan sebuah puri yang indah untuk putrinya itu setelah putrinya itu meminta dengan memaksa. Puri itu sangat indah, terletak di kaki gunung. Selain luas lagi megah bangunannya, puri itu juga dilengkapi dengan taman yang sangat asri. Berbagai tanaman bunga ditanam di taman yang indah itu. Serasa untuk melengkapi keindahannya, terdapat sebuah danau di dekat puri itu.

Danau di dekat puri berair sangat jernih serasa dapat digunakan untuk berkaca. Jika sang Putri berada di purinya, sang Putri kerap mandir di danau itu. Sang Putri tidak memperbolehkan siapapun juga untuk mandiri di danau itu tanpa izin langsung darinya. Sang Putri akan meminta ayahandanya untuk menjatuhkan hukuman yang berat kepada siapapun yang mandi di danau itu tanpa izinnya.

Pada suatu hari sang Putri berada di Purinya seperti biasanya, sang Putri mandi di danau itu seorang diri. Dayang-dayangnya bahkan tidak diperbolehkan untuk mendekati danau tersebut. Sang Putri seperti ingin menguasai sepenuhnya danau itu sendirian. Dia enggan berbagi dengan siapapun juga.

Ketika sang Putri tengah mandi, seorang perempuan tua berpakaian kumal lagi compang-camping datang ke danau itu. Entah darimana asal si perempuan tua karena mendadak dia muncul dekat danau. Sepertinay dia ingin mandi atau mencuci muka di danau itu.

Sang Putri sangat terperanjat mendapati kehadiran si perempuan tua berpakaian compang-camping. Dia segera mendatangi dan bertolak pinggang di hadapan si perempuan tua. Katanya dengan wajah menyiratkan kemarahan dan jari telunjuk kanan teracung ke arah si perempuan tua.” Hei peempuan tua, siapa engkau?”

Si perempuan tua terperanjat, Dia hanya terdiam dan menatap heran pada sang Putri.

“Mau apa engaku ke danau ini? Mau mandi?”

Si perempuan tua masih tetap terdiam. Dia seperti kebingungan dan keheranan mendengar bentakan sang Putri.

“Hai perempuan tua! Tulikah engaku hingga tidak mendengar pertanyaanku?” kedua mata sang Putri melotot ke arah si perempuan tua.” Atau jangan-jangan engkau buta pula sehingga tidak tahu jika danau ini adalah milik prribadiku. Danau ini hanya khusus untukku, putri raja, bukan untuk perempuan tua dekil seperti engkau.”

Si perempuan tua tetap terdiam. Bibirnya tampak gemetar seperti sedang menahan amarah.

Mendapati si perempuan tua tetap terdiam dan juga tidak beranjak pergi, Sang Putri kembali menghardik dengan kasar.” Perempuan dekil, lekas engkau pergi menjauh dari danau ini! Pergi! Air danau yang jernih ini akan kotor terkena tubuhmu yang dekil dan bau!”

“Betapa sombongnya engkau ini.” Akhirnya keluar juga ucapan dari si perempuan tua.

“apa katamu.” Sang Putri langsung menyela.” Lancang sekali mulutmu! Apakah engkau tidak tau saat ini tengah berhadapan dengan siapa?”

“Aku tahu. Aku tengah berhadapan dengan seorang Putri Raja.” Jawab si perempuan tua.” Namun apakah karena engkau Putri raja lantas engkau dapat bertindak semaumu terhadap orang lain?”

“Apa pedulimu?” Sang Putri bertambah marah.” Aku Putri raja, aku bebas berbuat apapun yang aku suka, termasuk mengusirmu! Pergi engkau hai perempuan dekil buruk rupa.”

“Engkau memang putri raja, namun tidak seharusnya seorang putri raja bebas mengumbar ucapan kesombongan! Meski putri raja engkau tetaplah seorang manusia adanya. Ucapan kasar lagi sombongmu itu tidak layak keluar dari mulut seorang manusia. Ucapanmu sungguh berbisa dan hanya ular hitam berbisa saja yang memiliki mulut seperti itu.”

 

Seketika si perempuan tua selesai berucap, tiba-tiba terjadilah keajaiban. Langit mendadak berubah menjadi gelap. Mendung tebal bergulung-gulung , sangat menakutkan untuk dilihat. Tiba-tiba cahaya menyilaukan mata menerangi kegelapan disusul petir yang menggelegar menghantam tubuh sang Putri. Seketika tubuh sang Putri terpental dan berubah wujud menjadi seekor ular hitam berbisa!

Sang Putri raja kena kutukan menjadi ular hitam berbisa karena kesombongannya.

Ular hitam jelmaan Putri raja terlihat sangat sedih. Airmatanya bercucuran. Airmata penyesalan. Mulutnya terlihat bergerak-gerak dan suaranya mendesis seolah meminta maaf atas perlakuan buruknya kepada si perempuan tua. Namun, airmata penyesalan tinggallah air mata dan penyesalannya karena wujud sang Putri raja berubah menjadi ular.

Dari langit tiba-tiba terdengar suara yang tertuju pada ular hitam berbisa jelmaan sang Putri raja.” Karena kesombonganmu, engkau memang tidak pantas menjadi manusia. Engkau hanya pantas menjadi ular berbisa untuk selama-lamanya!”

Kutukan telah jatuh dan tetap untuk sang Putri raja.

Meski menggunung penyesalannya, tetap sang Putri Raja berwujud ular hitam berbisa. Wujudnya tidak dapat kembali lagi seperti semula. Dengan air mata yang terus mengucur, ular hitam itu memasuki danau. Karena dia sangat malu dengan wujudnya saat ini, dia bersembunyi di dasar danau yang dapat digunakan sebagai tempat persembunyian baginya.

Terkenanya sang Putri Raja oleh kutukan hingga berubah wujud menjadi ular hitam berbisa diketahui oleh pada penduduk sekitar danau. Mereka lantas menamakan danau itu dengan nama Cikaputrian yang artinya danau tempat sang Putri mandi.

http://dongengceritarakyat.com/cerita-rakyat-banten-legenda-asal-mula-cikaputrian/

Dahulu kala hiduplah ada seorang putri raja wajahnya sangat cantik. Namun sang putri memiliki, tabiat yang sangat buruk dan tidak terpuji. Sering sekali marah – marah, dan selalu ingin menang sendiri. Karena dia seorang putri Raja, dia merasa wanita yang paling hebat dan sempurna dalam segala hal. Sang putri memiliki sebuah Puri itu sangat indah, terletak di kaki gunung. Selain luas lagi megah bangunannya, puri itu juga dilengkapi berbagai tanaman bunga yang indah. Sebuah danau yang indah juga terletak di dekat puri itu. Danau itu memiliki air yang sangat jernih, sang Putri sering mandi di danau itu. Sang Putri tidak memperbolehkan siapapun juga untuk mandiri di danau itu tanpa izin. Pada suatu hari sang Putri berada di Purinya seperti biasanya, sang Putri mandi di danau itu seorang diri. Dayang-dayangnya bahkan tidak diperbolehkan untuk mendekati danau tersebut. Sang Putri seperti ingin menguasai sepenuhnya danau itu sendirian. Ketika sang Putri sedang mandi, seorang perempuan tua berpakaian kumal datang ke danau itu. Ia hendak menggunakan air danau tersebut untuk membersihkan badannya. Melihat kehadiran si perempuan tua tersebut . Sang putri segera mendatangi dan membentak di hadapan si perempuan tua. ” Hei peempuan tua, siapa engkau?” kata Sang putri dengan nada yang sangat marah. Si perempuan tua terkejut, Dia hanya terdiam dan menatap heran pada sang Putri. “Mau apa engaku ke danau ini? Mau mandi?” Si perempuan tua tetap terdiam. Bibirnya tampak gemetar seperti sedang menahan amarah. Mendapati si perempuan tua terdiam dan juga tidak beranjak pergi, Sang Putri kembali menghardik dengan kasar “Hai perempuan tua! Tulikah engkau hingga tidak mendengar pertanyaanku?, lekas engkau pergi menjauh dari danau ini! Pergi! Air danau yang jernih ini akan kotor terkena tubuhmu yang dekil dan bau!” kata Sang putri “Sombong sekali engkau ini.” Akhirnya keluar juga ucapan dari si perempuan tua. “apa katamu.” Sang Putri langsung menyela.” Lancang sekali mulutmu! Apakah engkau tidak tahu dengan siapa, kamu berbicara?” “Aku tahu. Aku tengah berhadapan dengan seorang Putri Raja.” Jawab si perempuan tua. ” Namun apakah karena engkau Putri raja, jadi engkau dapat bertindak semaumu terhadap orang lain?” Tambah si perempuan tua sekali lagi. “Apa pedulimu?” Sang Putri bertambah marah.” Aku Putri raja, aku bebas berbuat apapun yang aku suka, termasuk mengusirmu! Pergi engkau hai perempuan dekil buruk rupa.” “Seorang putri raja seharusnya berbicara dengan bahasa yang lebih baik, bukan dengan ucapan kesombongan! Ucapan mu kasar seperti mulut ular hitam berbisa dan kesombongmu itu tidak layak keluar dari mulut seorang manusia.” Ketika si perempuan tua selesai berucap, tiba-tiba langit mendadak berubah menjadi gelap. Di tengah kegelapan langit keluarlah cahaya menyilaukan mata, menghantam tubuh sang Putri. Seketika tubuh sang Putri terpental dan berubah wujud menjadi seekor ular hitam berbisa!

Read more at: http://cerita-rakyat.com/legenda-asal-mula-cikaputrian/
Dahulu kala hiduplah ada seorang putri raja wajahnya sangat cantik. Namun sang putri memiliki, tabiat yang sangat buruk dan tidak terpuji. Sering sekali marah – marah, dan selalu ingin menang sendiri. Karena dia seorang putri Raja, dia merasa wanita yang paling hebat dan sempurna dalam segala hal. Sang putri memiliki sebuah Puri itu sangat indah, terletak di kaki gunung. Selain luas lagi megah bangunannya, puri itu juga dilengkapi berbagai tanaman bunga yang indah. Sebuah danau yang indah juga terletak di dekat puri itu. Danau itu memiliki air yang sangat jernih, sang Putri sering mandi di danau itu. Sang Putri tidak memperbolehkan siapapun juga untuk mandiri di danau itu tanpa izin. Pada suatu hari sang Putri berada di Purinya seperti biasanya, sang Putri mandi di danau itu seorang diri. Dayang-dayangnya bahkan tidak diperbolehkan untuk mendekati danau tersebut. Sang Putri seperti ingin menguasai sepenuhnya danau itu sendirian. Ketika sang Putri sedang mandi, seorang perempuan tua berpakaian kumal datang ke danau itu. Ia hendak menggunakan air danau tersebut untuk membersihkan badannya. Melihat kehadiran si perempuan tua tersebut . Sang putri segera mendatangi dan membentak di hadapan si perempuan tua. ” Hei peempuan tua, siapa engkau?” kata Sang putri dengan nada yang sangat marah. Si perempuan tua terkejut, Dia hanya terdiam dan menatap heran pada sang Putri. “Mau apa engaku ke danau ini? Mau mandi?” Si perempuan tua tetap terdiam. Bibirnya tampak gemetar seperti sedang menahan amarah. Mendapati si perempuan tua terdiam dan juga tidak beranjak pergi, Sang Putri kembali menghardik dengan kasar “Hai perempuan tua! Tulikah engkau hingga tidak mendengar pertanyaanku?, lekas engkau pergi menjauh dari danau ini! Pergi! Air danau yang jernih ini akan kotor terkena tubuhmu yang dekil dan bau!” kata Sang putri “Sombong sekali engkau ini.” Akhirnya keluar juga ucapan dari si perempuan tua. “apa katamu.” Sang Putri langsung menyela.” Lancang sekali mulutmu! Apakah engkau tidak tahu dengan siapa, kamu berbicara?” “Aku tahu. Aku tengah berhadapan dengan seorang Putri Raja.” Jawab si perempuan tua. ” Namun apakah karena engkau Putri raja, jadi engkau dapat bertindak semaumu terhadap orang lain?” Tambah si perempuan tua sekali lagi. “Apa pedulimu?” Sang Putri bertambah marah.” Aku Putri raja, aku bebas berbuat apapun yang aku suka, termasuk mengusirmu! Pergi engkau hai perempuan dekil buruk rupa.” “Seorang putri raja seharusnya berbicara dengan bahasa yang lebih baik, bukan dengan ucapan kesombongan! Ucapan mu kasar seperti mulut ular hitam berbisa dan kesombongmu itu tidak layak keluar dari mulut seorang manusia.” Ketika si perempuan tua selesai berucap, tiba-tiba langit mendadak berubah menjadi gelap. Di tengah kegelapan langit keluarlah cahaya menyilaukan mata, menghantam tubuh sang Putri. Seketika tubuh sang Putri terpental dan berubah wujud menjadi seekor ular hitam berbisa!

Read more at: http://cerita-rakyat.com/legenda-asal-mula-cikaputrian/
Dahulu kala hiduplah ada seorang putri raja wajahnya sangat cantik. Namun sang putri memiliki, tabiat yang sangat buruk dan tidak terpuji. Sering sekali marah – marah, dan selalu ingin menang sendiri. Karena dia seorang putri Raja, dia merasa wanita yang paling hebat dan sempurna dalam segala hal. Sang putri memiliki sebuah Puri itu sangat indah, terletak di kaki gunung. Selain luas lagi megah bangunannya, puri itu juga dilengkapi berbagai tanaman bunga yang indah. Sebuah danau yang indah juga terletak di dekat puri itu. Danau itu memiliki air yang sangat jernih, sang Putri sering mandi di danau itu. Sang Putri tidak memperbolehkan siapapun juga untuk mandiri di danau itu tanpa izin. Pada suatu hari sang Putri berada di Purinya seperti biasanya, sang Putri mandi di danau itu seorang diri. Dayang-dayangnya bahkan tidak diperbolehkan untuk mendekati danau tersebut. Sang Putri seperti ingin menguasai sepenuhnya danau itu sendirian. Ketika sang Putri sedang mandi, seorang perempuan tua berpakaian kumal datang ke danau itu. Ia hendak menggunakan air danau tersebut untuk membersihkan badannya. Melihat kehadiran si perempuan tua tersebut . Sang putri segera mendatangi dan membentak di hadapan si perempuan tua. ” Hei peempuan tua, siapa engkau?” kata Sang putri dengan nada yang sangat marah. Si perempuan tua terkejut, Dia hanya terdiam dan menatap heran pada sang Putri. “Mau apa engaku ke danau ini? Mau mandi?” Si perempuan tua tetap terdiam. Bibirnya tampak gemetar seperti sedang menahan amarah. Mendapati si perempuan tua terdiam dan juga tidak beranjak pergi, Sang Putri kembali menghardik dengan kasar “Hai perempuan tua! Tulikah engkau hingga tidak mendengar pertanyaanku?, lekas engkau pergi menjauh dari danau ini! Pergi! Air danau yang jernih ini akan kotor terkena tubuhmu yang dekil dan bau!” kata Sang putri “Sombong sekali engkau ini.” Akhirnya keluar juga ucapan dari si perempuan tua. “apa katamu.” Sang Putri langsung menyela.” Lancang sekali mulutmu! Apakah engkau tidak tahu dengan siapa, kamu berbicara?” “Aku tahu. Aku tengah berhadapan dengan seorang Putri Raja.” Jawab si perempuan tua. ” Namun apakah karena engkau Putri raja, jadi engkau dapat bertindak semaumu terhadap orang lain?” Tambah si perempuan tua sekali lagi. “Apa pedulimu?” Sang Putri bertambah marah.” Aku Putri raja, aku bebas berbuat apapun yang aku suka, termasuk mengusirmu! Pergi engkau hai perempuan dekil buruk rupa.” “Seorang putri raja seharusnya berbicara dengan bahasa yang lebih baik, bukan dengan ucapan kesombongan! Ucapan mu kasar seperti mulut ular hitam berbisa dan kesombongmu itu tidak layak keluar dari mulut seorang manusia.” Ketika si perempuan tua selesai berucap, tiba-tiba langit mendadak berubah menjadi gelap. Di tengah kegelapan langit keluarlah cahaya menyilaukan mata, menghantam tubuh sang Putri. Seketika tubuh sang Putri terpental dan berubah wujud menjadi seekor ular hitam berbisa!

Read more at: http://cerita-rakyat.com/legenda-asal-mula-cikaputrian/
Dahulu kala hiduplah ada seorang putri raja wajahnya sangat cantik. Namun sang putri memiliki, tabiat yang sangat buruk dan tidak terpuji. Sering sekali marah – marah, dan selalu ingin menang sendiri. Karena dia seorang putri Raja, dia merasa wanita yang paling hebat dan sempurna dalam segala hal. Sang putri memiliki sebuah Puri itu sangat indah, terletak di kaki gunung. Selain luas lagi megah bangunannya, puri itu juga dilengkapi berbagai tanaman bunga yang indah. Sebuah danau yang indah juga terletak di dekat puri itu. Danau itu memiliki air yang sangat jernih, sang Putri sering mandi di danau itu. Sang Putri tidak memperbolehkan siapapun juga untuk mandiri di danau itu tanpa izin. Pada suatu hari sang Putri berada di Purinya seperti biasanya, sang Putri mandi di danau itu seorang diri. Dayang-dayangnya bahkan tidak diperbolehkan untuk mendekati danau tersebut. Sang Putri seperti ingin menguasai sepenuhnya danau itu sendirian. Ketika sang Putri sedang mandi, seorang perempuan tua berpakaian kumal datang ke danau itu. Ia hendak menggunakan air danau tersebut untuk membersihkan badannya. Melihat kehadiran si perempuan tua tersebut . Sang putri segera mendatangi dan membentak di hadapan si perempuan tua. ” Hei peempuan tua, siapa engkau?” kata Sang putri dengan nada yang sangat marah. Si perempuan tua terkejut, Dia hanya terdiam dan menatap heran pada sang Putri. “Mau apa engaku ke danau ini? Mau mandi?” Si perempuan tua tetap terdiam. Bibirnya tampak gemetar seperti sedang menahan amarah. Mendapati si perempuan tua terdiam dan juga tidak beranjak pergi, Sang Putri kembali menghardik dengan kasar “Hai perempuan tua! Tulikah engkau hingga tidak mendengar pertanyaanku?, lekas engkau pergi menjauh dari danau ini! Pergi! Air danau yang jernih ini akan kotor terkena tubuhmu yang dekil dan bau!” kata Sang putri “Sombong sekali engkau ini.” Akhirnya keluar juga ucapan dari si perempuan tua. “apa katamu.” Sang Putri langsung menyela.” Lancang sekali mulutmu! Apakah engkau tidak tahu dengan siapa, kamu berbicara?” “Aku tahu. Aku tengah berhadapan dengan seorang Putri Raja.” Jawab si perempuan tua. ” Namun apakah karena engkau Putri raja, jadi engkau dapat bertindak semaumu terhadap orang lain?” Tambah si perempuan tua sekali lagi. “Apa pedulimu?” Sang Putri bertambah marah.” Aku Putri raja, aku bebas berbuat apapun yang aku suka, termasuk mengusirmu! Pergi engkau hai perempuan dekil buruk rupa.” “Seorang putri raja seharusnya berbicara dengan bahasa yang lebih baik, bukan dengan ucapan kesombongan! Ucapan mu kasar seperti mulut ular hitam berbisa dan kesombongmu itu tidak layak keluar dari mulut seorang manusia.” Ketika si perempuan tua selesai berucap, tiba-tiba langit mendadak berubah menjadi gelap. Di tengah kegelapan langit keluarlah cahaya menyilaukan mata, menghantam tubuh sang Putri. Seketika tubuh sang Putri terpental dan berubah wujud menjadi seekor ular hitam berbisa!

Read more at: http://cerita-rakyat.com/legenda-asal-mula-cikaputrian/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Cara mudah buka blokir brimo
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Kalimantan Selatan

Untuk membuka blokIr (BRImo) yang terblokIr. Anda bisa menghubungi Layanan CS BRI di Nomor WhatsApp+: (+62817. 7641 4017.))) atau 1500017 atau Anda Bisa lakukan lupa username atau password" pada halaman login aplikasi {BRImo}.

avatar
Layanan Halo BCA 24jam Halo BCA
Gambar Entri
Lupa pasword brimo 3kali
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Untuk membuka blokIr (BRImo) yang terblokIr. Anda bisa menghubungi Layanan CS BRI di Nomor WhatsApp+: (+62817. 7641 4017.))) atau 1500017 atau Anda Bisa lakukan lupa username atau password" pada halaman login aplikasi {BRImo}.

avatar
Layanan Halo BCA 24jam Halo BCA
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum
Gambar Entri
Ayam Ungkep
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...

avatar
Apitsupriatna