Lamang Tapi Asal Tanah Datar, Minangkabau
Indonesia terbentang sangat luas dari Sabang hingga Marauke, dari Miangas hingga Pulau Rote. Indonesia merupakan negeri yang kaya baik itu sumber daya alam, sumber daya manusia, budaya dan bahasa. Indonesia merupakan negeri yang heterogen terdapat ribuan hingga ratus ribu mungkin jutaan budaya yang ada di negeri ini. Dengan penduduk 250.000.000. orang dan wilayah kepulauan yang beragam, menjadikan munculnya banyak kebudayaan di Indonesia.
Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi dari ke 33 provinsi di Indonesia. Provinsi ini terletak di Barat Indonesia. Suku Minangkabau merupakan suku yang berasal dari Sumetera Barat. Tentu saja setiap daerah memiliki berbagai macam keanekaragaman khas yang berbeda tiap-tiap daerahnya. Saya akan menceritakan tentang Lamang Tapai, makanan khas Sumatera Barat.
Bagi kalian yang belum mengetahui Lamang Tapai. Lamang Tapai walaupun merupakan makanan khas Minangkabau, tapi terdapat juga di daerah lain. Jadi, Lamang tapai bukanlah monopoli suku Minangkabau saja. Lamang Tapai juga terdapat di Tapanuli Selatan, Bengkulu, Kalimantan bahkan ada di Malaysia juga. Dalam tulisan ini saya akan membicarakan Lamang Tapai asal Minangkabau, khusunya Kabupaten Tanah Datar. Saya memilih Kabupaten Tanah Datar karena, disini Lamang Tapai khusus dimasak pada Hari Raya Idul Adha saja, sedangkan pada hari-hari biasa hanya terdapat di pasar sebagai jajanan sehari-hari.
Kenapa saya memilih topik Kabupaten Tanah Datar? Karena berdasarkan informasi sumber wawancara saya, memasak Lamang Tapai disini memiliki kekhasan tersendiri seperti gotong royong dalam proses memasaknya. Seminggu sebelum Idul Adha, masyarakat Kabupaten Tanah Datar (Batusangkar dan sekitarnya) sudah mempersiapkan diri untuk membuat Lamang Tapai dengan mencari buluh (sejenis tanaman bambu yang kulitnya tipis dan ruasnya panjang) ke daerah Pagaruyung, karena di daerah Pagaruyung banyak tumbuh tanaman buluh sedangkan di daerah lain sangat jarang ditemukan. Di Pagaruyung ini pada saat Idul Adha kita dapat melihat ribuan orang mencari buluh, tentu saja buluh ini tidak gratis karena biasanya tumbuh di tanah masyarakat sehingga harus dibeli. Fenomena yang menarik dilihat disini adalah masyarakat terutama ibu-ibu dibantu anak remajanya berbondong-bondong mencari buluh, dan pulangnya dibawa menggunakan delman ke rumah masing-masing. Satu delman biasanya berisi empat keluarga. Sampai di rumah, buluh langsung direndam di dalam air selama seminggu, bisa di kolam ikan atau di sungai. Fungsinya supaya ketika digunakan buluh ini tidak retak atau menyusut.
Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat Lamang, ialah :
Cara membuat Lamang, ialah :
Cara membuat Tapai Hitam, ialah :
Mengingat Tapai Hitam ini pembuatannya tiga hari, biasanya pembuatan tapi hitam akan mendahului pembuatan lamang yaitu tiga hari sebelum idul adha. Dalam proses pembuatan Lamang tadi melibatkan banyak keluarga, dari lima hingga enam keluarga, dari sini kita bisa melihatnya bahwa masyarakat bergotong royong. Ada yang bertugas mencari buluh, ada yang bertugas mencari kayu bakar dan menyiapkan tempatnya, ada yang memarut kelapa dan membuat santan, ada yang memasukkan beras ke bambu dan mengatur rasanya, ini adalah biasanya yang paling berpengalaman, dan ada yang bagian memasak dan mengatur apinya. Proses memasak ini kurang lebih memakan waktu 4-6 jam. Mengingat proses memasak dan mempersiapkan Lamang Tapai ini sangat lama, itulah mengapa makanan jarang ditemui pada hari-hari biasa dan hanya kita jumpai pada Hari Raya Idul Adha saja. Tradisi ini sangat kental sampai tahun 80an, sedangkan sejak tahun 90an hingga sekarang mulai berkurang, karena tidak ada regenerasi.
Lamang ini setelah matang biasanya dimakan dengan Tapai Hitam, bisa juga dengan sarikaya, dan durian. Pada Hari Raya Idul Adha, jika kita bertemu ke rumah saudara, menu pertama yang kita temui pastilah Lamang Tapai. Makanan-makanan lain hanyalah sebagai pelengkap saja. Pada hari lain, lamang masih kita jumpai di Bulan Ramadhan, sebagai menu berbuka puasa yang bisa kita beli di pasar. Kita juga bisa menjumpai Lamang Tapi di kota-kota besar saat Bulan Ramadhan yang dijual oleh orang Minang. Demikianlah yang bisa saya sajikan sekilas mengenai tradisi membuat Lamang Tapai di daerah Tanah Datar, Sumatera Barat. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat.
#OSKM2018
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...
Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun ide jualan. Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu...
Ayam ungkep bumbu kuning adalah salah satu menu rumahan yang paling praktis dibuat. Rasanya gurih, aromanya harum, dan bisa diolah lagi menjadi berbagai hidangan seperti ayam goreng, ayam bakar, hingga pelengkap nasi kuning. Keunggulan lainnya, resep ini termasuk cepat dan cocok untuk kamu yang ingin memasak tanpa ribet namun tetap enak. Berikut resep ayam ungkep bumbu kuning cepat yang bisa kamu coba di rumah. Bahan-Bahan ½ kg ayam, potong sesuai selera 4 siung bawang putih 5 siung bawang merah 1 ruas kunyit 1 ruas jahe 1 ruas lengkuas (geprek) 2 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk 1 batang serai (geprek) 1 sdt ketumbar bubuk (opsional) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400–500 ml Minyak sedikit untuk menumis Cara Membuat Haluskan bumbu Blender atau ulek bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan ketumbar bubuk (jika dipakai). Semakin halus bumbunya, semakin meresap ke ayam. Tumis bumbu hingga harum Panaskan sedikit m...
Sumber daya air merupakan sebuah unsur esensial dalam mendukung keberlangsungan kehidupan di bumi. Ketersediaan air dengan kualitas baik dan jumlah yang cukup menjadi faktor utama keseimbangan ekosistem serta kesejahteraan manusia. Namun, pada era modern saat ini, dunia menghadapi krisis air yang semakin mengkhawatirkan (Sari et al., 2024). Berkurangnya ketersediaan air disebabkan oleh berbagai faktor global seperti pemanasan, degradasi lingkungan, dan pertumbuhan penduduk yang pesat. Kondisi tersebut menuntut adanya langkah-langkah strategis dalam pengelolaan air dengan memperhatikan berbagai faktor yang tidak hanya teknis, tetapi juga memperhatikan sosial dan budaya masyarakat. Salah satu langkah yang relevan adalah konservasi air berbasis kearifan lokal. Langkah strategis ini memprioritaskan nilai-nilai budaya masyarakat sebagai dasar dalam menjaga sumber daya air. Salah satu wilayah yang mengimplementasikan konservasi berbasis kearifan lokal yaitu Goa Ngerong di kecamatan Rengel,...
Kelahiran seorang anak yang dinantikan tentu membuat seorang ibu serta keluarga menjadi bahagia karena dapat bertemu dengan buah hatinya, terutama bagi ibu (melahirkan anak pertama). Tetapi tidak sedikit pula ibu yang mengalami stress yang bersamaan dengan rasa bahagia itu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang makna dari pra-kelahiran seseorang dalam adat Nias khusunya di Nias Barat, Kecamatan Lahomi Desa Tigaserangkai, dan menjelaskan tentang proses kelahiran anak mulai dari memberikan nama famanoro ono khora sibaya. Metode pelaksanaan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode observasi dan metode wawancara dengan pendekatan deskriptif. pendekatan deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan fakta sosial dan memberikan keterangan yang jelas mengenai Pra-Kelahiran dalam adat Nias. Adapun hasil dalam pembahasan ini adalah pra-kelahiran, pada waktu melahirkan anak,Pemberian Nama (Famatorõ Tõi), acara famangõrõ ono khõ zibaya (Mengantar anak ke rumah paman),...