Lalampa - Manado
Lalampa begitu masyarakat Sulawesi menyebutnya, adalah sejenis makanan yang dibuat dari beras ketan dan dibungkus dengan daun pisang yang ditengahnya terdapat suwiran daging ikan laut yang telah dibumbui. Cara membuat Lalampa cukup unik, ketan yang telah dicuci bersih kemudian dikukus, setelah matang ketan dibungkus menggunakan daun pisang dengan bentuk bulat memanjang menyerupai lontong, hanya saja ukurannya sedikit lebih kecil. Ketan yang dibungkus tersebut kemudian dibakar beberapa menit diatas bara api tempurung kelapa.
Di daerah Toboli, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, banyak warung menjajakan Lalampa, makanan ini sudah sangat dikenal diwilayah tersebut, maklum saja di sekitaran wilayah Toboli tempat para pedagang menjajakan Lalampa adalah jalan trans / utama Sulawesi yang menjadi simpang pertemuan antar wilayah utama di pulau Sulawesi, yaitu jalan menuju Palu, Manado, Gorontalo Poso, dan Makassar. Jadi tidak heran jika wilayah tersebut selalu ramai disinggahi para pengguna jalan yang sedang bepergian ke luar kota.
Lalampa disebut-sebut berasal dari Manado, Sulawesi Utara, namun selera masyarakat Sulawesi yang mayoritas menyukai rasa pedas, menjadikan makanan ini cepat dikenal dan menyebar di wilayah lainnya. Lalampa di wilayah Toboli mempunyai rasa yang sedikit khas, selain karena tidak terlalu pedas seperti tempat asalnya, Lalampa Toboli selalu di sajikan dalam keadaan fresh dan hangat. Salah satu pemilik warung mengaku, sehari ia dapat membuat lebih dari 2000 biji Lalampa, dengan dibantu karyawannya yang berjumlah 5 orang. Lalampa sangat pas dinikmati saat cuaca dingin, atau menjelang sore hari, apalagi jika ditemani secangkir kopi hitam, bisa bikin mata tambah melek karena reaksi dari rasa manis, pahit dan sedikit pedas.
Lalampa merupakan olahan dari beras ketan dengan isian ikan cakalang yang dibungkus menggunakan daun pisang dengan bentuk silinder lalu dibakar. Penampilannya sekilas agak mirip dengan lemper dari Jawa, namun perbedaanya yang sangat menonjol adalah pada isiannya yang dari ikan cakalang. Tidak hanya itu, jika lemper hanya bisa dimakan setelah terlebih dahulu dikukus, beda halnya dengan lalampa yang harus dibakar. Pembakarannya terbilang cukup unik, mengingat ada olesan minyak sayur di sekelilingnya agar aromanya makin nikmat dan rasanya meresap sampai ke dalam.
Bahan-bahan untuk membuat makanan asli Sulawesi ini adalah beras ketan putih yang telah dicuci bersih, potongan daun pandan, garam, dan santan. Sedangkan untuk isiannya memerlukan suwiran daging ikan tongkol asap yang halus, kunyit, daun jeruk purut, daun pandan, daun kemangi, dan minyak sayur. Bumbu dari isian tersebut meliputi cabai keriting merah, cabai rawit merah, kemiri, garam, bawang merah, bawang putih, dan serai untuk dihaluskan nantinya. Bumbunya yang tergolong banyak membuat rasanya sangat enak, sehingga sangat pas dimakan sambil ditemani dengan kopi hangat.
Resep Kue Lalampa
Bahan Membuat Kue Lalampa :
Bahan Isi Lalampa :
Sumber
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...
Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...
Ayam ungkep bumbu kuning adalah salah satu menu rumahan yang paling praktis dibuat. Rasanya gurih, aromanya harum, dan bisa diolah lagi menjadi berbagai hidangan seperti ayam goreng, ayam bakar, hingga pelengkap nasi kuning. Keunggulan lainnya, resep ini termasuk cepat dan cocok untuk kamu yang ingin memasak tanpa ribet namun tetap enak. Berikut resep ayam ungkep bumbu kuning cepat yang bisa kamu coba di rumah. Bahan-Bahan ½ kg ayam, potong sesuai selera 4 siung bawang putih 5 siung bawang merah 1 ruas kunyit 1 ruas jahe 1 ruas lengkuas (geprek) 2 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk 1 batang serai (geprek) 1 sdt ketumbar bubuk (opsional) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400–500 ml Minyak sedikit untuk menumis Cara Membuat Haluskan bumbu Blender atau ulek bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan ketumbar bubuk (jika dipakai). Semakin halus bumbunya, semakin meresap ke ayam. Tumis bumbu hingga harum Panaskan sedikit m...