Rejang Lebong merupakan suatu kabupaten di Provinsi Bengkulu yang sangat kaya akan budaya, terutama dalam hal lagu daerah. Berbagai lagu daerah yang diciptakan para leluhur ini hampir tidak terdengar lagi di daerah Rejang Lebong. Berikut adalah beberapa lagu khas Rejang Lebong yang cukup menarik dan enak untuk dinyanyikan maupun didengar.
ANAK KUNANG
ako laleu dete asoak sayang ku tingga suang 2x
tebo leceak be pagar pinang
tebo dawen be deret bae
api madeak gicolak senang
cuma babagei tenimo bae
ko laleu dete asoak sayang ku tingga suang
ko laleu dete asoak sayang ku tingga suang
karang tinggei nak lubuk tabah
dalen belek kak tabeak penanjung
amen cigei indok ngen bapak
awei ba kacang gi pateak junjung
ko laleu dete asoak sayang ku tingga suang 4x
keleak doo si burung ponoi
mesoa umpan nak padang lalang
lueng kelmen uku menginoe
semesoa bagei gituun malang
ko laleu dete asoak sayang ku tingga suang 2x
asen tuein cao menoo
cao uyo leyen igei
tengen igei lak murus tuntuei
kaleu coa uyo tengen ba igei
ko laleu dete asoak sayang ku tingga suang 3x
Lagu ini menceritakan tentang kesedihan yang dirasakan seorang kakak karena adiknya menikah lebih dulu.
ANAK LUMANG
alang alang gi ma;ang, nasib anak lumang 2x
coa meding idup gi senang
coa de kuat
beriang riang
luweng luweng sapie kelemen atie ne lisea 2x
si meker ke jijei idup semeding penemeu bagei 2x
luweng luweng saple kelemen atie ne lisea 2x
si meker ke jijei semeding penemeu gagei 2x
Lagu ini menceritakan tentang kemalangan seorang anak yatim piatu yang hidup sengsara.
LEMA
Oe...bibik minen ngen tamang, luweng bilei
aleu may dumei kemeak lebung nak biding cpoak
be keme m'nyauk nak bioa s'jeneak
lema....lema do ba san'a keme tun
ejang asei pelgeak asei peeak jano igei
nepek kan puteak
tngen tun umung ade lema
lema mapeak beto oak ade lema
baik......nien baik 2x nien s'hulem petai ngen jeing
ing u'ei tun negerei tekecep
lema cigei dinyut lak belek igei
amen kemsak lem tabung tameak
mje'ep asei ne
pucuk m'mucuk kuat ne
ade kete nak sadie te 2x
Lagu ini menceritakan tentang nikmatnya Lema, makanan khas Rejang Lebong
NASIEB
Uku lak alew mai Sadie perbo,
Temeu punguk nak pengei dalen,
Alang ke malang nasib ku iyo,
Awie ba punguk indeu ngen bulen,
Alang ke malang nasib ku iyo,
Awie ba punguk indeu ngen bulen,
Uku terus mai Sadie saweak,
Temeu sawei nak bioa musei,
Amen ku namen etun temegea’,
Nemak ku anduk gen mlap bio matei,
Amen ku namen etun temegea’,
Nemak ku anduk gen mlap bio matei,
Uku terus mai taba renea’,
Singeak’ uku nak sipang epat,
Men ku namen eko lak nikea’,
Kunyeu ba uku idup melarat,
Men ku namen eko lak nikea’,
Kunyeu ba uku idup melarat,
Uku belek mai bioa ambei,
Mlitas uku kak Sadie cu’up,
Amen ku namen eko bi jijei,
Baik ba uku dami ba idup,
Amen ku namen eko bi jijei,
Baik ba uku dami ba idup,
Uku terus mai taba renea’,
Singa’ uku nak sipang epat,
Men ku namen eko lak nikea’
Kunyeu ba uku idup melarat,
Men ku namen eko lak nikea’
Kunyeu ba uku idup melarat,
Uku belek mai bioa ambei,
Mlitas uku kak Sadie cu’up,
Amen ku namen eko bi jijei,
Baik ba uku dami ba idup,
Amen ku namen eko bi jijei,
Baik ba uku dami ba idup,
Lagu ini menceritakan tentang kesedihan seseorang yang akan ditinggal menikah oleh orang yang dia cinta.
Semulen Keme
A-lep ni-en semu-len keme,
a-lep budei ngan ba-so-ne
uku in-dew,(2x)
Oi in-dok tu-lung in-dok,
Oi ba-pak , tu-lung ba-pak
Uku in-dew. (2x)
A-lep nien se-mulen sagei keme,
A-lep budei ngen ba-so-ne
Uku te-piket (2x)
Oi in-dok tu-lung in-dok,
Oi ba-pak , tu-lung ba-pak
Uku te-piket (2x)
Lagu ini menceritakan tentang kecantikan gadis-gadis Rejang Lebong
Nak Rantau
Mulai pel beak uku kulaleu Mesoa kuat nupang temalem
Lak belek mai pe belek Inouk cigei bapek bilaleu
Lak mok mei coa de lapen Lak te mokoak coa de caci
Genpadek kesaro idup nak ratau
Lagu ini menceritakan kisah seorang anak rantau
SAYANG API COA SAYANG
Sayang api coa sayang,
Ibo api coa ibo
Rugai, kute te rugai,
Kemliak nak tebo pitok telucua
Bilai ujen bioa mengapus
Ade etun masiak tetabau
Ade Monot temotoa bioa
Ade tinggea keracok nak awok
Amen tebo gi pacok miling
silok madeak ngen ewok tamang
Amen tebo gi pacok miling
Silok madeak ngen ewok tamang
Amen Sayang ngen anok kepau siang
Kiyeu nak tebo jibeak mabis temebang
Amen sayang ngen anok kepau siang
Kiyeu nak tebo jibeak mabis temebang
Do o ba taneak ejang
Peninggea ninik ngen punyang
Amen madeak tueak celako
Do o ba tueak kunei mena o
Lagu ini menceritakan tentang banyaknya penebangan pohon yang mengakibatkan banjir bandang besar yang melanda desa-desa terdekat dengan Tapus.
Itulah beberapa lagu-lagu khas daerah Rejang Lebong, tentunya masih banyak lagi lagu-lagu khas dari Rejang Lebong yang bagus dan menarik belum tertulis di artikel ini.
#OSKMITB2018
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...