Senjata dan Alat Perang
Senjata dan Alat Perang
Seni Beladiri Kalimantan Tengah Sampit
Kuntau Bangkui
- 20 Maret 2018

Kuntau bangkaui adalah bela diri asli dayak ngaju yang sudah digunakan sejak zaman asang kayau atau headhunters. Kuntau Bangkui adalah seni bela diri untuk self-defense yang menggunakan seluruh gerakan anggota tubuh; seperti gerakan tangan, bahu, tinju, telapak tangan, jemari, kaki, pergelangan kaki dan lutut. Sisi kaki dan tapak kaki digunakan secara sistematis dan teratur untuk menghindar dan menyerang.

Orang-orang dayak di daerah Kalimantan Tengah tidak mengumpulkan kepala seperti kebiasaan beberapa sub suku dayak lain, namun mendapatkan satu kepala sebagai trophy ketika berperang adalah cara untuk menunjukan kejantanan dan kesiapan menikah. Karena setiap orang dayak pada masa lalu harus siap membela diri dari serangan para asang-kayau dari kampung atau sub suku lain yang kapan saja bisa menyerangnya. Oleh karena itu ada istilah “Mamut menteng” – orang yang mamut menteng bukan orang yang biasa dan berilmu, tetapi yang berani melawan para kayau atau bahkan bisa merantau ke daerah lain yang jauh dan kembali dengan selamat. Dan Silat Kuntau Bangkui digunakan untuk membela diri dari setiap serangan pemburu kepala ini.

MUNDUR & MENYERANG

Bela diri kuntau bangkaui selalu menggunakan tatktik “mundur & menyerang”, tidak pernah ia menggunakan serangan lawan sebagai keuntungan menyerang balik seperti bela diri yang lain, tetapi ketika ada serangan, maka pesilat kuntau bangkaui akan secapatnya menghindari serangan. Philospynya adalah menghindar, menyerang , mundur, menghindar lagi.

Maka para pesilat Kuntau Bangkaui harus kuat, cepat, tangkas, dan memiliki kemampuan memprediksi serangan lawan sehingga ia dengan cepat bisa mengantisipasinya. Dengan prespektif insting ini, pesilat kuntau bangkui dapat menghindar serangan lawan dan melipatgandakan serangannya dengan cepat.

Gerakan tangan pesilat kuntau bangkaui selalu terbuka, bergerak dengan serangan yang cepat menyerang tubuh lawannya dengan gerakan seperti menyabet pada sisi tangannya. Pada pertunjukan silat kuntau bangkaui jarang sekali kontak tubuh dilakukan antara dua pesilat. Biasanya kedua pesilat akan dipisahkan jarak sejauh 3.5 meter, ketika salah satu pesilat terancam, maka yang lain akan mengantisipasi, menghindar dan menyerang balik.

 

LEGENDA “OLOH BAKAS DENGAN BANGKUIS” – Orang tua dengan bangkuis – SEJARAH KUNTAU BANGKUI

Sekitar abad ke-5,dikisahkan ada orang tua yang sedang berburu di lebatnya hutan Kalimantan Tengah, ditengah perburuannya itu ia bertemu dengan sekawanan monyet berekor pendek, dengan dada yang tebal dan bulu berwarna coklat kemerahan atau yang disebut dengan “bangkuis” – Beruk. Didorong oleh insting berburunya, orang tua ini melemparkan “lundju” – tombaknya ketengah-tengah kawanan monyet ini.

Monyet ini anehnya dapat mengantisipasi lemparan tombak ini dan dapat lolos dengan gerakan yang terencana. Penasaran dengan ini lalu pemburu ini melemparkan kembali tombak yang lain, lagi-lagi dengan gerakan yang pandai & lincah monyet ini dapat menghindar dari serangan tombaknya kemudia berlarian menyebar. Pemburu ini kebingungan dan kemudian melarikan diri.

 

Ketika melihat pemburu ini melarikan diri, para monyet kembali dengan semua kekuatan kawanannya untuk menyerang sang pemburu. Karena tombaknya sudah tidak ada, pemburu ini lalu mengambil mandaunya untuk menyerang, seperti sebelumnya dengan lincah dan cerdas monyet ini dapat menghindari setiap sabetan Mandau pemburu ini dan berkumpul di pepohonan.

Kemudian orang tua ini mengambil “damek” – anak sumpit dari Telepnya (wadah anak sumpit), mencoba untuk menyumpit monyet ini, sekali lagi monyet-monyet ini dapat menghindarinya.

Singkat cerita orang tua ini kemudian memikirkan setiap gerakan bangkuis ini, bahwa monyet-monyet ini tidak hanya luar biasa gesit dan cepat, tetapi para mereka juga telah mengembangkan sistem pertahanan yang terencana, yaitu menghindar,menyerang, mundur dan menghindar. Ia menyadari bahwa setiap kali ia melarikan diri maka para monyet akan menyerang balik. Dari sinilah ia kemudian mengembangkan sistem bela diri yang memiliki filosopi yang sama dengan para bangkuis

Kuntau Bangkaui adalah perpaduan seni dan olah tubuh. Kuntau bangkui mampu mengubah bobot tubuh dan mengatur tubuh sehingga mampu mengubah yang lemah menjadi kuat, yang gemuk menjadi tegap dan kekar.


Sumber: https://folksofdayak.wordpress.com/2013/09/18/kuntau-bangkui/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Bekam Bali
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Bekam Bali
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum