Makanan Minuman
Makanan Minuman
Kuliner Jawa Barat Bekasi
Kue Jalabia
- 21 Agustus 2017

Bekasi merupakan salah satu kota yang dekat dengan ibukota Jakarta. Banyak para pekerja yang menetap tinggal di Bekasi. Banyaknya orang yang menetap tinggal di Bekasi dikarenakan biaya hidup di Bekasi masih terjangkau. Baik biaya transportasi atau makanan. Untuk yang terakhir khususnya makanan, Bekasi menawarkan berbagai makanan tradisionalnya, seperti sayur asam Bekasi, dodol Bekasi, sayur gabus pucung, dan salah satu yang favorit yaitu kue jalabia. Kue Jalabia atau yang biasa disebut kue cincin merupakan salah satu makanan khas Bekasi. Selain itu masyarakat sering meledek kue ini sebagai donat kampung, karena bentuknya seperti donat tetapi bahan bakunya yang tradisional. Kue Jalabia merupakan kue yang berbahan dasar utama tepung ketan dan tepung beras. Kue Jalabia ini biasa disajikan saat ada acara-acara tertentu seperti acara hajatan atau syukuran.

Resep Kue Jalabia

Cara membuat kue ini pun sangat mudah. Selain itu bahan-bahan yang diperlukan pun tidak sulit untuk diperoleh. Berikut bahan-bahan yang diperlukan serta cara membuatnya.

  • Bahan-bahan :

600 gr tepung ketan

150 gr tepung beras

600 ml air

250 gr gula merah

1 buah kelapa agak muda yang sudah diparut

1 sendok garam Minyak goreng secukupnya.

  • Cara membuat :

1. Campurkan tepung beras, tepung ketan, garam, dan kelapa parut. Tambahkan air, aduk rata sampai adonan kalis.

2. Ambil adonan satu sendok makan. Bentuk bulat dan bolongi tengahnya. Lakukan sampai adonan habis.

3. Siapkan minyak panas. Goreng adonan yang sudah di bentuk hingga berarna kuning kecoklatan. Tiriskan.

4. Masak gula merah, gula pasir, dan air. Aduk-aduk hingga mengental. Kemudian masukkan kue jalabiya yang sudah di tiriskan tadi. Aduk rata. Angkat, sajikan.

Itulah bahan-bahan dan cara membuat kue Jalabia. Bahan-bahan yang mudah, serta pembuatannya yang tidak rumit, dapat menjadi salah satu makanan khas Bekasi yang dapat dinikmati. Selain itu dengan membuat kue ini, secara tidak langsung dapat menjaga kuliner tradisional khas Bekasi.

 

RM/Toko yang Menyediakan:
 
Dapur Mayang Online Cake Shop
Cake Shop
Address: Jl Semangka Raya, Taman Wisma Asri, Jalan Lingkar Utara, Teluk Pucung, North Bekasi, Tlk. Pucung, Bekasi Utara, Kota Bks, Jawa Barat 17121
Phone: 0811-5223-435

 

Sumber : www.resepbuntik.com/2015/10/resep-kue-jalabiya-kue-cincin-enak.html?m=1

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker