Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Daerah Istimewa Yogyakarta Kota Yogyakarta
Geplak Jogja
- 7 Desember 2017

Kue geplak merupakan salah satu jenis kue tradisional yang berasal dari Kota Yogyakarta. Kue ini terbuat dari adonan kelapa parut, tepung, dan gula yang kemudian diolah sehingga menghasilkan makanan yang manis dan enak. Kue geplak berbentuk bulat-bulat kecil dan tampilan yang begitu warna-warni, sehingga dapat membuat orang penasaran dan tertarik untuk mencicipi makanan ini.

Kue geplak mudah ditemukan di Kota Yogyakarta. Banyak toko oleh-oleh yang menyediakan makanan ini dengan harga yang cukup terjangkau. Kue ini biasanya dikemas dalam wadah yang terbuat dari anyaman bambu atau lebih dikenal dengan nama “besek” dan ditata sedemikian rupa sehingga tampilan kue ini benar-benar menarik. Bagi anda yang sedang berkunjung ke Kota Yogyakarta, jangan lupa untuk mencicipi kuliner ini ya, atau anda juga bisa menjadikannya sebagai oleh-oleh untuk keluarga! Nah, bagi anda yang belum sempat berkunjung ke Yogykarta, anda bisa membuat kue ini di rumah dengan menerapkan resep berikut!

Resep Membuat Kue Geplak Khas Jogja

Bahan yang digunakan:

  • 1 butir kelapa, parut memanjang
  • 750 gr tepung beras
  • 500 gr gula pasir
  • 250 ml air matang
  • ¼ sdt garam
  • Pewarna makanan sesuai selera (merah, kuning, hijau, dll)
  • Home » Jenis Resep » Kue » Resep Membuat Kue Geplak Khas Jogja yang Manis dan Enak

    Resep Membuat Kue Geplak Khas Jogja yang Manis dan Enak

    Advertisement

     

    Resep Membuat Kue Geplak Khas Jogja

    Resep Membuat Kue Geplak Khas Jogja – Kue geplak merupakan salah satu jenis kue tradisional yang berasal dari Kota Yogyakarta. Kue ini terbuat dari adonan kelapa parut, tepung, dan gula yang kemudian diolah sehingga menghasilkan makanan yang manis dan enak. Kue geplak berbentuk bulat-bulat kecil dan tampilan yang begitu warna-warni, sehingga dapat membuat orang penasaran dan tertarik untuk mencicipi makanan ini.

    Advertisement

    Kue geplak mudah ditemukan di Kota Yogyakarta. Banyak toko oleh-oleh yang menyediakan makanan ini dengan harga yang cukup terjangkau. Kue ini biasanya dikemas dalam wadah yang terbuat dari anyaman bambu atau lebih dikenal dengan nama “besek” dan ditata sedemikian rupa sehingga tampilan kue ini benar-benar menarik. Bagi anda yang sedang berkunjung ke Kota Yogyakarta, jangan lupa untuk mencicipi kuliner ini ya, atau anda juga bisa menjadikannya sebagai oleh-oleh untuk keluarga! Nah, bagi anda yang belum sempat berkunjung ke Yogykarta, anda bisa membuat kue ini di rumah dengan menerapkan resep berikut!

    Resep Membuat Kue Geplak Khas Jogja

    Bahan yang digunakan:

  • 1 butir kelapa, parut memanjang
  • 750 gr tepung beras
  • 500 gr gula pasir
  • 250 ml air matang
  • ¼ sdt garam
  • Pewarna makanan sesuai selera (merah, kuning, hijau, dll)

Cara membuat:

  • Sangrai tepung beras hingga kering. Tambahkan kelapa parut. Aduk-aduk hingga tercampur rata. Sisihkan sebentar.
  • Rebus air dan gula pasir. Aduk-aduk hingga gula larut. Tunggu hingga mendidih.
  • Masukan adonan kelapa ke dalam air rebusan gula. Aduk secara cepat hingga adonan tercampur rata dan mengental. Angkat.
  • Bagi adonan menjadi beberapa bagian. Beri masing-masing pewarna makanan sesuai selera dan biarkan satu adonan berwarna putih (tidak diberi pewarna).
  • Ambil secukupnya adonan, bulatkan menggunakan tangan dengan ukuran kira-kira sebesar bola ping-pong atau sesuai selera. Lakukan cara tersebut hingga selesai.
  • Tunggu hingga adonan dingin dan mengeras. Hidangkan.

 

Tempat yang menyediakan:
 
Geplak Mbok Tumpuk
Food Products Supplier
Address: Sumuran, Palbapang, Palbapang, Kec. Bantul, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55713
Phone: (0274) 367751

 

Sumber :

http://www.resepseharihari.com/resep-membuat-kue-geplak-khas-jogja-yang-manis-dan-enak.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker