Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Sulawesi Selatan Makassar
Kue Barongko
- 28 Oktober 2017

Kue Barongko atau yang terkenal dengan sebutan nama kue bugis ini adalah salah satu kue basah tradisional dari daerah Sulawesi Selatan khususnya daerah Bugis Makassar. terbuat dari santan, gula, telur dan irisan pisang kepok menjadi ciri khas dari kue barongko bugis. rasanya yang enak dengan tekstur yang lembut membuat kue barongko makassar banyak disukai oleh banyak orang. dari anak kecil, para remaja, orang dewasa dan orang tua.

Kue barongko yang Enak jika dilihat dari tektsur dan cara pembuatannya mirip sekali dengan kue carang gesing atau pipes kopyor ya. sama-sama mempunyai tekstur lembek yang dibungkus dengan daun pisang lalu dikukus hingga matang. berkembanganya kue barongko pisang yang merupakan kue barongko original, untuk saat ini dapat dikreasikan dengan aneka bahan lainnya. misalnya diberi tambahan bahan seperti buah nangka dan parutan kelapa.

Hasil kreasi kue barongko modern cukup enak dan oke juga. hasilnya semakin legit dan harum khas dari nangka dan kelapa semakin menambah selera untuk segera menikmatinya. untuk kue barongko pisang bugis biasanya disajikan diberbagai acara adat tradisional dan sebagai camilan keluarga yang mudah dan enak saat bersantai. misalnya sering disajikan di berbagai acara adat seperti pesta adat, acara perkawinan ataupun acara khitanan.

Jika kita terlusuri selain coto makassar, pallubasa, sop konro dan es pisang ijo, ternyata kue barongko pisang manis ini menjadi salah satu camilan populer di Kota Makassar. jadi tak heran lagi jika kue barongko santan menjadi salah satu hidangan pembuka kebanggaan bagi orang bugis Makassar. lagi lagi karena kue barongko yang mempunyai tektsur lembut, mengingatkan kami dengan salah satu kue basah yang mempunyai tekstur yang serupa. kue basah lembut tersebut adalah kue nagasari.

Bedanya jika kue barongko khas bugis pisangnya diblender hingga halus, sedangkan kue nagasari pisangnya dipotong-potong lalu ditaruh ditengah kue dan biasanya warnanya lebih putih dari pada kue barongko pisang kepok. nah, bagi anda yang sedang bingung menyiapkan makanan arisan yang enak dan murah meriah. anda dapat mencoba membuat kue barongko pisang makassar ini. karena selain enak disajikan saat bersantai dan acara-acara adat, kue barongko Makassar isi pisang ini juga cocok dijadikan salah satu Hidangan Arisan Yang praktis.

Bahan-bahan Dan Cara Membuat Kue Barongko Bugis

Bahan-bahan Kue Barongko Khas Bugis :

  • Pisang kepok 1 sisir ( kira-kira 12 buah )
  • Telur 1 butir
  • Gula pasir 50 gram
  • Garam 1/4 sendok teh
  • Santan 100 mili liter
  • Daun pisang secukupnya

Cara Membuat Kue Barongko Khas Bugis :

  1. Langkah awal potong-potong buah pisang, buang bagian tengah yang berwarna hitam.
  2. Selanjutnya lumatkan pisang atau bisa langsung diblender lalu dicampur dengan santan, gula dan garam.
  3. Setelah itu masukkan telur yang sudah dikocok lepas, aduk hingga rata.
  4. Ambil 2 lembar dayn pisang, lalu beri 2 sendok sayur adonan kue. bungkus bentuk tum. lalukan terus hingga semua adonan habis.
  5. Terakhir kukus kurang lebih selama 25 menit hingga matang. Dinginkan sebentar, lalu masukkan ke dalam kulkas hingga saat akan disajikan agar lebih enak      

 

RM yang menyediakan
 
Sulawesi@Kemang
Jl. Kemang Selatan Raya No.2A 
Jakarta Selatan 12560
Telepon :
021-78833170
0877-81809753 (WhatsApp)
 
Sulawesi@Mega Kuningan
Menara BTPN Podium 2 Zona B
Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Kav. 5.5 – 5.6.
Jakarta Selatan 12950
Telepon : 
021 - 29887836
0877-81809756 (WhatsApp)
 
Sulawesi@Menteng
Jl. Sumenep No.24, Menteng, kota Jakarta Pusat.10310
Telepon:
021-21231234
0878-76914933 (WhatsApp)

 

Sumber:

http://resephariini.com/resep-kue-barongko-khas-bugis/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker