Makanan Minuman
Makanan Minuman
Jajanan Tradisional Sulawesi Utara Manado
Bagea Manado
- 19 Maret 2017

Kue Bagea khas Sulawesi Utara mungkin hampir sama dengan Bagea dari Maluku Utara. Mungkin yang berbeda hanya bahan-bahannya.

Rasanya yang renyah, gurih, dan juga manis, begitulah kira-kira gambaran mengenai rasa ketika mencicipi kue yang satu ini. Dengan rasa dan juga aromanya yang sangat unik, kue ini dapat memikat siapa saja untuk mencicipinya. Inilah kue bagea, yaitu salah satu kue khas dari Provinsi Sulawesi Utara.
 
Kue bagea mempunyai bahan dasar dari tepung sagu yang dicampur dengan kayu manis, gula merah, dan juga pala. Kemudian, adonan tersebut dicetak dan dibungkus ke dalam daun enau atau ke dalam daun lontar serta dipanggang sampai kering. Saat membuka daun enau atau dau lontar, aroma wangi kue ini akan langsung tercium dan akan menggugah selera kita untuk mencicipinya.
 
Uniknya lagi, kue khas satu ini memakai kacang kenari untuk menjadikan kue ini menjadi renyah dan juga gurih ketika mulut kita memakannya. Sensasi kriuk ketika berada di mulut menjadikan siapa saja yang menikmatinya kue ini menjadi jatuh hati.
 
Kue ini dapat dengan mudah di temui di pusat oleh-oleh di kawasan Kota Manado. Harga kue yang cukup terjangkau, menjadikan kue khas satu ini sangat cocok sebagai oleh-oleh bagi keluarga maupun kerabat dekat di rumah. Mempunyai 2 (dua) jenis rasa, yaitu rasa manis dan asin, Kue bagea ini sangat cocok sekali disajikan dengan secangkir teh ataupun kopi hangat.
 
Bagea, lazim pula dijadikan oleh-oleh khas Manado. Mungkin Anda pernah mendengar bagea dari Ambon. Walau nama dan bahan dasarnya sama (sagu), bagea Manado beda dengan bagea Ambon. Bagen Ambon biasanya berbentuk bulat atau lonjong panjang tanpa penutup dan jika digigit keras. Bagea Manado lebih empuk dan memiliki ciri khas terbungkus daun khusus.
 

Bahan-bahan:

  1. 2.000 gram tepung sagu
  2. 2 butir kelapa setengah tua
  3. 2 ons kenari, dicincang
  4. 1.000 gram gula pasir
  5. 15 butir telur bebek
  6. 2 sendok teh kayu manis
  7. Potas secukupnya
  8. Minyak goreng secukupnya
  9. Vanili secukupnya

 

Cara Membuat:

1. Parut 2 butir kelapa lalu sangrai hingga kecoklatan. Kelapa tersebut akan menghasilkan 1 liter kelapa sangrai kemudian blender atau ditumbuk halus.

2. Setelah itu, campurkan gula dan telur bebek lalu kocok hingga setengah res. Tuangkan satu gelas minyak goreng lalu aduk rata.

3. Masukkan bumbu kemudian kocok hingga res. Selanjutnya, tuangkan kembali satu gelas minyak bersama kelapa sangrai.

4. Kocok sebentar lalu tambahkan tepung bersama kenari cincang sedikit demi sedikit dan aduk hingga bisa dibentuk.

5. Jika sudah, bentuk adonan menjadi oval lonjong atau sesuai selera sampai habis. Kemudian panggang hingga matang menggunakan api sedang.

6. Kalau kue sudah berubah warna menjadi kecoklatan, angkat lalu sajikan di piring saji. Bagea siap dinikmati.

 

RM yang menyediakan:
Klabat Restoran & Catering
Jl Gadang No. 37, Tanjung Priok, Jakarta
(021) 4352837
 

Sumber:

  1. http://www.masakandapurku.com/2015/12/resep-membuat-bagea-khas-sulawesi-utara.html?m=1
  2. http://www.kamerabudaya.com/2017/04/kue-bagea-makanan-khas-manado-sulawesi-utara.html
  3. https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/sensasi-renyah-dan-gurih-dalam-kue-bagea
  4. https://www.kompasiana.com/firmasutan/inilah-10-kudapan-lezat-manado_552b831d6ea834cc798b4594

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUDON TANO (PERIUK TANAH)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
BENDA MAGIS MASYARAKAT BATAK
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
Cara menghubungi call center ayopinjam
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.

avatar
Pinjamflexi1999