Makanan Minuman
Makanan Minuman
Kopi Bengkulu Kab. Kepahiang & Rejang Lebong
Kopi Bengkulu
- 24 November 2017

Bengkulu merupakan daerah yang juga sering di juluki sebagai surganya kopi. Hal tersebut dikarenakan luas lahan yang ada di daerah tersebut dihabiskan hanya untuk menanam atau membudidayakan tanaman kopi. Kopi ini mempunyai beberapa jenis cita rasa yang beragam, mulai dari robusta original, robusta super, robusta tradisional, robusta arabika, dan robusta semang.

Kota Bengkulu memiliki dataran tinggi yang mencapai 1952 meter dari permukaan laut. Tempat ini adalah pusat dari aktifitas para petani sejak pasca reformasi. Kawasan yang terletak di area gunung kaba ini adalah lahan pertanian yang sangat subur. Terdapat dua kabupaten yaitu kepahiang serta rejang lebong yang saat ini menjadi pusat pertanian. Dataran yang tinggi inilah yang membuat tanaman kopi dapat tumbuh dengan baik. Dikatakan bahwa semakin tinggi datarannya maka biji yang dihasilkan oleh tanaman kopi juga akan semakin banyak. Tingkat cita rasa kopi Bengkulu atau tingkat keasamannya bergantung terhadap temperatur tempat tanamnya yang artinya semakin tinggi tempat tanamnya maka keasamannya pun juga akan semakin baik.

Kota Bengkulu merupakan tempat terbesar untuk aktivitas produsen kopi di seluruh nusantara. Hal tersebut dapat dilihat dari potensi yang dihasilkan sangatlah besar, karena hal inilah kota Bengkulu dikenal sebagai segitiga emas robusta yaitu selain Sumatera Selatan dan Lampung. Kota Bengkulu mempunyai area lahan tanaman kopi mencapai 92 ribu hektar. Dan jumlah masyarakat yang bergantung dalam pertanian kopi ini mencapai 63 ribu kepala keluarga. Kopi Bengkulu memiliki rata-rata tingkat produksi sekitar 2 ton dalam setiap hektarnya yang dihasilkan dalam setiap tahunnya.

Cara menyajikan kopi Bengkulu sama seperti sajian kopi pada umumnya, hanya perlu menyeduhnya dengan air panas atau air hangat. Pertama kali menyeruput kopi Bengkulu akan terasa sensasi buah-buahan pada rongga mulut. Rasa dari kopi ini sangat juicy, yaitu aroma segar memikat lidah. Kopi Bengkulu cukup manis dan terdapat karakter karamel di dalamnya. Kopi ini hadir dengan cita rasa yang sangat tipis atau ringan sehingga sangat cocok di nikmati sembari bersantai di sore hari. Kopi ini memiliki cita rasa yang sangat unik, jika dicicipi maka timbul rasa lemon dan cokelat yang menyatu.

Biji dari kopi Bengkulu ini memiliki ukuran yang lebih besar dan lebih kering jika dibandingkan dengan ukuran biji pada umumnya. Hal inilah yang membuat kopi Bengkulu mampu memberikan hasil bubuk kopi yang sangat berkualitas. Kopi Bengkulu diolah dengan menggunakan cara tradisional dan hal inilah yang membuat aroma kopi Bengkulu menjadi sangat khas, kopi ini tidak dicampurkan dengan bahan apapun sehingga tidak terdapat efek samping yang berbahaya pada saat mengonsumsinya.

Manfaat kopi Bengkulu sangat banyak, mencegah terjadinya batu ginjal, mencegah depresi, mempertajam daya ingat otak, menurunkan terjadinya penyakit diabetes, dan terhindar dari adanya resiko penyakit kanker.

 

Alamat dan Kontak Penjual:

Rafflesia Coffee - Kopi Bengkulu

Jl. Sukarno Hatta 8 No.4, Anggut Atas, Ratu Samban, Kota Bengkulu, Bengkulu 38222

0823-7555-9833

 

 

Sumber: http://www.lintaskopi.com/kopi-bengkulu-kopi-terbaik-indonesia/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Tenun NTT: Simbol Status, Identitas, dan Kisah Leluhur
Motif Kain Motif Kain
Nusa Tenggara Timur

Tenun NTT: Simbol Status, Identitas, dan Kisah Leluhur Identitas dan Asal-Usul Tradisi tenun yang paling populer di Indonesia merujuk pada Tenun Ikat , khususnya varian yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Popularitas ini tidak terlepas dari keunikan teknik, motif, dan makna filosofisnya yang kuat dalam budaya masyarakat setempat [S1]. Tenun ikat di NTT merupakan warisan budaya yang bertahan hingga kini, diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian integral dari identitas komunitas [S2]. Secara geografis, sentra tenun ikat NTT tersebar di berbagai pulau, dengan Pulau Sumba dikenal sebagai salah satu pusat tradisi ini yang paling kuat. Di Sumba, pembuatan kain tenun ikat tradisional masih lestari, dengan kampung-kampung seperti Kanatang dan desa-desa di wilayah Sumba Timur menjadi lokasi perajin aktif [S3]. Proses pembuatannya sangat mengikat dengan sejarah dan kehidupan masyarakat, di mana kain tenun bukan sekadar produk ekonomi tetapi juga warisan leluhur yang...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kain tenun bukan hanya sekadar produk tekstil biasa di Indonesia
Motif Kain Motif Kain
Aceh

Kain tenun bukan hanya sekadar produk tekstil biasa di Indonesia Identitas dan Asal-Usul Kain tenun di Indonesia merupakan warisan budaya yang melampaui fungsi sebagai produk tekstil konvensional [S1]. Objek ini merepresentasikan hasil karya tangan yang memuat narasi sejarah panjang serta nilai-nilai budaya yang luhur [S4]. Keberadaannya telah menjadi bagian integral dalam aspek sosial, ekonomi, hingga spiritual masyarakat Nusantara selama ribuan tahun [S1], [S4]. Secara geografis, tradisi menenun tersebar luas di hampir seluruh wilayah Indonesia, di mana setiap daerah mengembangkan karakteristik, motif, dan filosofi yang unik [S1], [S3]. Keberagaman ini didukung oleh teknik pembuatan yang spesifik serta keterampilan perajin yang diwariskan secara turun-temurun [S1], [S4]. Beberapa wilayah yang memiliki tradisi tenun dengan kekhasan motif dan makna yang menonjol antara lain Toraja, Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Bali [S2]. Setiap motif yang dihasilkan bukan sekadar ele...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Indonesian parents often use traditional games to educate their children about character building
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Aceh

Indonesian parents often use traditional games to educate their children about character building Identitas dan Asal-Usul Permainan Bentengan diklasifikasikan sebagai permainan tradisional anak yang telah berintegrasi dalam budaya lokal Indonesia [S2]. Teks bebas mencatat bahwa aktivitas ini telah dimainkan sejak era kolonial Belanda [S1]. Ensiklopedia daring mengonfirmasi bahwa permainan tradisional Nusantara umumnya memiliki akar akulturasi yang kuat [S2]. Meskipun tidak teridentifikasi secara spesifik mengenai wilayah kelahirannya, permainan ini tersebar luas sebagai warisan bermain anak pra-modern [S2]. Perbandingan antara kedua sumber menunjukkan bahwa [S1] berfokus pada konteks historis kolonial dan mekanisme permainan, sedangkan [S2] lebih menekankan pada akar akulturasi budaya dan fungsi sosialnya secara umum. Kedua sumber memiliki batasan masing-masing: [S1] tidak menguraikan variasi regional, sementara [S2] bersifat umum tanpa mendetailkan mekanisme spesifik Bentengan....

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Songket Palembang: Jejak Sriwijaya dalam Selembar Kain Martabat
Motif Kain Motif Kain
Sumatera Selatan

Songket Palembang: Jejak Sriwijaya dalam Selembar Kain Martabat Identitas dan Asal-Usul Songket Palembang merupakan kain tenun tradisional yang diakui sebagai warisan budaya tak benda Indonesia sejak tahun 2013 [S1]. Kain ini dikenal luas karena kekayaan historisnya dan menjadi penanda martabat dalam budaya masyarakat Palembang [S3, C5, C6]. Popularitasnya sering terlihat dalam berbagai pameran dan dikenakan oleh tokoh publik [C2]. Asal-usul Songket Palembang kerap dikaitkan dengan masa Kemaharajaan Sriwijaya, yang berpusat di Palembang, Sumatera Selatan [S3, C4]. Sejak masa kerajaan, songket tidak hanya berfungsi sebagai busana, tetapi juga sebagai simbol kedudukan, kehormatan, dan peran sosial seseorang [C7]. Keunikan ini menjadikan Songket Palembang lebih dari sekadar kain indah, melainkan sarat akan nilai sosial dan filosofis yang melekat pada setiap helainya [C8, C9]. Meskipun demikian, belum ada sumber yang secara spesifik merinci sentra produksi Songket Palembang selain...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris: Lebih dari Senjata, Pusaka Jawa yang Mendunia
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Timur

Keris: Lebih dari Senjata, Pusaka Jawa yang Mendunia Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan senjata tikam tradisional yang berasal dari Indonesia, dengan karakteristik bentuk bilah yang asimetris atau berkelok-kelok [S1], [S5]. Secara struktural, keris terdiri atas tiga komponen utama, yakni bilah ( wilah ), gagang ( hulu ), dan sarung ( warangka ) [S1]. Sebagai bagian dari kategori tosan aji —istilah untuk senjata berbahan besi bernilai tinggi yang dimuliakan—keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata perang, tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang dan simbol identitas masyarakat Jawa [S2], [S5]. Museum Nasional Indonesia menyimpan koleksi keris yang merepresentasikan sejarah perkerisan Nusantara, termasuk spesimen dari Cirebon, Jawa Barat, yang berasal dari abad ke-16 [S4], [S5]. Salah satu contoh koleksi yang terdokumentasi adalah keris dengan dhapur Kebo Lajer dan pamor tambal, yang secara historis populer di kalangan masyarakat petani pedesaan sebagai sim...

avatar
Kianasarayu