Makanan Minuman
Makanan Minuman
Minuman Tradisional Nusa Tenggara Timur Kabupaten Ngada
Kopi Bajawa
- 8 Mei 2017

Kopi Flores Bajawa adalah kopi yang berasal dari Kabupaten Ngada. Kopi ini tumbuh di dataran Flores yang subur meskipun di kelilingi oleh pegunungan yang masih aktif maupun tidak. Tanah tempat kopi ini dihasilkan ternyata mengandung andosols subur dari abu gunung berapi yang ternyata sangat baik untuk menanam kopi. Kopi Flores Bajawa biasanya melalui proses giling basah. Kopi ini memiliki sedikit aroma fruity dan sedikit bau tembakau pada after taste-nya. Sebuah keunikan yang mungkin tak didapatkan dari biji kopi yang berasal dari daerah lain.

 

Bajawa datang dari kata Bhajawa, yang datang dari dua kata “Bha” serta Jawa”. Bha mempunyai artik “piring”, serta Jawa mempunyai makna “perdamaian”. Bhajawa mempunyai makna sebagai piring perdamaian atau daerah yang mengawali perdamaian untuk mempersatukan keseluruhnya Flores jadi utuh.

Belanda saat itu susah mengatakan kata “Bhajawa”, hingga mereka banyak menyebutnya dengan “Bajawa”. Lalu nama Bajawa ini sudah jadi satu nama daerah resmi yang diputuskan oleh pemerintah Indonesia untuk Flores.

Kopi arabika Bajawa atau yang dikenal dengan label Arabika Flores Bajawa (AFB) merupakan sumber pendapatan utama bagi masyarakat yang mendiami wilayah dataran tinggi Ngada yang terletak di Pulau Flores bagian tengah. Dataran tinggi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur ini berlokasi di pertemuan dua lereng gunung api, yaitu Gunung Inerie dan Gunung Ebulobo. Secara administratif, kawasan tersebut masuk ke dalam dua kecamatan, yaitu Kecamatan Bajawa dan Kecamatan Golewa.

Perkebunan kopi di dataran tinggi Ngada terletak pada ketiggian antara 1.000 sampai 1.550 meter di atas permukaan laut. Pohon-pohon kopi ditanam pada tanah vulkanik jenis andosol yang subur. Suhu udara berkisar 15 sampai 25º C. Pada saat-saat tertentu, suhu bisa menjadi sangat dingin (di bawah 10º C) karena pengaruh hembusan angin muson tenggara dari Australia.

Kawasan dataran tinggi Ngada memiliki tipe iklim kering dengan curah hujan rata-rata sekitar 2.500 mm per tahun. Bulan-bulan yang kering berlangsung 3–5 pada bulan Juni–Oktober. Kondisi geografis ini dinilai sangat sesuai untuk budi daya kopi arabika.

Masyarakat Ngada atau disebut orang Bajawa mulai membudidayakan kopi Arabika sejak 1977.  Kala itu pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membeli 4 kg bibit kopi propelegitim dan 4 kg bibit kopi arabika dari Jember. Propelegitim ditanam di halaman kantor Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Ngada. Sementara bibit kopi arabika dikembangkan di perkebunan misi Katolik Malanuza, Boawae, sekitar 30 kilometer arah timur Ngada. Di sana, terdapat sekolah pertanian setingkat sekolah menengah atas.

Pada masa Ngada di pimpin oleh Bupati Matheus John Bey (1978-1988), kopi arabika dikembangkan di Kecamatan Golewa dan Bajawa. Terdapat dataran tinggi di dua kecamatan ini yang berada di ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut. Lokasi yang cocok sebagai tempat untuk mengembangkan kopi arabika.

Saat ini, kopi arabika menjadi tanaman favorit di Ngada. Orang Bajawa meyakini budi daya kopi ini telah mendapat restu dari leluhur dan tidak akan tersaingi. Pembudidayaan kopi itu diutamakan dengan cara organik untuk menambah cita rasa kopi sehingga terus menjadi incaran para peminat kopi.

Para petani menanam kopi arabika di bawah lindungan pohon penaung, menggunakan pupuk alami, dan tidak menggunakan pestisida sintetik. Kopi dipanen secara selektif, hanya kopi yang sudah masak atau yang sudah berwarna merah saja yang dipetik. Kopi arabika hasil olahan kelompok tani di Ngada ini ternyata memiliki mutu tinggi dan masuk dalam katogeri specialty coffee, terutama karena cita rasanya yang enak, khas, dan unik.

Pada umumnya kopi arabika yang dari dataran tinggi Ngada jika disangrai pada tingkat sedang (medium roasting) akan memiliki komponen-komponen cita rasa utama sebagai berikut: aroma (fragrance) kopi bubuk kering dan kopi seduhan kuat bernuansa bau bunga (floral), rasa (flavor) enak dan kuat, tingkat kekentalan (body) sedang sampai kental, tingkat keasaman (acidity) sedang, serta terdapat kesan rasa manis (sweetness) yang kuat.

Dataran tinggi Ngada menjadi penghasil utama kopi di NTT dengan luas lahan sekitar 6.147 ha, terdiri atas 5.351 ha arabika dan 796 robusta. Produksi kopi arabika sebanyak 500 sampai 700 kg gelondong merah per ha.

Dibanding dua jenis kopi Flores lainnya, kopi arabika Bajawa yang dikenal sebagai Arabica Flores Bajawa (AFB) memiliki keistimewaan, keunikan, dan kekhasan karena berada di atas 1.000 mdpl. Debu vulkanik dari gunung Inerie membuat aroma kopi menjadi lebih kuat dan harum.

Keunggulan lain yang dimiliki kopi ini antara lain mudah tumbuh, cepat berproduksi, usia produksi bisa mencapai 20 tahun, kapasitas produksi 4-5 kg buah merah per pohon, dan digemari pecinta kopi. Berbagai keistimewaan tersebut menyebabkan harga jual kopi arabika Bajawa relatif tinggi dan stabil.

Semua kopi Flores Bajawa lewat sistem organik, tanpa ada bahan kimia. Ini satu diantara argumen kenapa kopi Flores mempunyai citarasa yang kuat serta harum. Pemerintah setempat juga begitu mendukung beberapa petani kopi di Flores. Mereka selalu membina supaya dapat membuahkan kopi dengan kualitas ekspor serta paling baik, serta kelihatannya ini telah termasuk berhasil, lantaran saat ini Flores jadi penyumbang ekspor kopi yang besar untuk Indonesia.

Seperti kopi daerah Indonesia Timur biasanya, kopi Flores mempunyai citarasa yang kuat atau strong. Diluar itu, kopi Flores juga mempunyai harum yang kuat. Jumlah kopi Specialty yang di hasilkan tak sejumlah dari daerah Sumatera. Hal semacam ini bikin kopi Flores Bajawa mempunyai harga yang lebih mahal dari kopi daerah Sumatera.

Saat ini kopi Flores sudah diekspor nyaris keseluruh dunia. Ekspor paling banyak ke Amerika. Warga Amerika serta Eropa begitu suka pada citarasa kopi yang kuat. Th. ini keinginan Ekspor kopi Flores Bajawa ke Amerika meraih 1000 ton, tetapi kita baru dapat penuhi ekspor sejumlah 300 ton saja. Bukan sekedar Amerika, kopi Flores juga diburu oleh Eropa, tetapi kita belum dapat penuhi semua keinginan mereka lantaran memanglah jumlah nya masihlah begitu terbatas.

Sebagian waktu lalu pemerintah Indonesia juga sudah mengambil keputusan Tanda-tanda Geografis (IG) untuk daerah Bajawa. Hal semacam ini bikin kopi Bajawa layak dikatakan sebagai kopi single origin. Kopi Single Origin mempunyai harga jual yang lebih tinggi dibanding kopi yang datang dari banyak daerah serta digabung lantas di jual ke market.


 

Sumber:

https://majalah.ottencoffee.co.id/jenis-jenis-kopi-nusantara/

http://lembahilmu.com/kopi-flores-bajawa/

http://1001indonesia.net/kopi-arabika-bajawa/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Pamali:
Ritual Ritual
Jawa Barat

Pamali: Ketika Larangan Tak Tertulis Mengatur Kehidupan Mengapa sebagian masyarakat Indonesia yang telah mengenyam pendidikan modern dan hidup di tengah kemajuan teknologi masih enggan memotong kuku di malam hari, bersiul saat senja tiba, atau menanam pohon kelapa di depan rumah? Fenomena ini bukan sekadar sisa primitivisme yang tertinggal, melainkan manifestasi dari pamali —sistem norma yang secara mengejutkan masih eksis sebagai pengatur sosial yang efektif. Pada titik tertentu, pamali menghadirkan paradoks budaya yang menarik: ia adalah "hukum" tanpa tulisan, "polisi" tanpa seragam, namun memiliki kekuatan mengikat yang seringkali lebih efektif dari peraturan tertulis. Kearifan Ekologis dalam Selubung Larangan Di tataran praktis, pamali seringkali berfungsi sebagai mekanisme pelestarian alam yang diselimuti narasi mistis. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenal berbagai bentuk pamali yang sejatinya merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan ekosiste...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Panduan Memahami Asal Usul Gresik:
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Panduan Memahami Asal Usul Gresik: Dari Jejak Sejarah hingga Etimologi Nama Gresik, yang dijuluki Kota Wali karena peran pentingnya dalam penyebaran Islam di Jawa, merupakan salah satu wilayah bersejarah di pesisir utara Pulau Jawa. Memahami asal usul daerah ini tidak hanya menyangkut pengetahuan kronologis semata, tetapi juga memerlukan analisis terhadap berbagai lapisan sumber—dari prasasti kuno, naskah babad, hingga catatan kolonial. Panduan ini dirancang untuk membantu pembaca menavigasi kompleksitas historiografi Gresik secara sistematis, mulai dari etimologi nama hingga penetapan identitas administratifnya sebagai kabupaten. Sumber Sejarah dari Masa Jawa Kuno Dalam tradisi historiografi Indonesia, Gresik menempati posisi unik karena keberadaan sumber-sumber tertulis dari periode Jawa Kuno. Dua dokumen kuno menjadi landasan utama bagi para sejarawan dan budayawan dalam menelusuri akar historis wilayah ini (Sumber 3). Pertama, Babad Hing Gresik merupakan naskah sejar...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rambu Solo':
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Rambu Solo': Ketika Kematian Menjadi Perayaan Perjalanan Bagaimana mungkin kematian—yang di banyak budaya menjadi momen duka dan kehancuran—diubah menjadi sebuah pesta yang memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun? Bagi Suku Toraja di Sulawesi Selatan, kematian bukanlah titik akhir, melainkan pintu masuk menuju perjalanan terakhir yang memerlukan persiapan ritualistik yang rumit dan mahal. Inilah inti dari Rambu Solo' , upacara pemakaman dalam ajaran Aluk Todolo yang mengubah penguburan menjadi sebuah spektakul budaya penuh makna. Menunggu di Antara Dua Dunia Paradoks pertama dari Rambu Solo' terletak pada pengertian kematian itu sendiri. Dalam logika Aluk Todolo —kepercayaan leluhur Suku Toraja—seseorang yang baru meninggal secara fisik belum benar-benar "mati" secara spiritual. Mayat akan disimpan terlebih dahulu di dalam rumah, bukan untuk segera dikubur, melainkan menunggu waktu yang dianggap tepat (Sumber 4). Masa tunggu ini bisa berlangsung berm...

avatar
Kianasarayu