Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita Rakyat Papua Towjatuwa
Kisah Towjatuwa Dan Buaya Sakti Sungai Rami
- 3 Desember 2014 - direvisi ke 3 oleh Bangindsoft pada 12 November 2021

Berikut ini cerita daerah Kisah Towjatuwa Dan Buaya Sakti di Sungai Rami. Cerita ini berasal dari daerah Papua, tepatnya Jayapura. Inti dari cerita ini adalah tentang tolong-menolong dan balas budi antara buaya sakti yang bernama Watuwe dengan Towjatuwa.

Dahulu kala hidup sepasang suami istri di Kampung Sawjatami, Jayapura, Papua. Sang suami bernama Towjatuwa. Kala itu, istri Towjatuwa tengah hamil tua dan mengalami kesulitan dalam melahirkan bayinya. Suatu ketika sang istri menggigil karena mengalami pendarahan, namun bayi dalam rahimnya tidak kunjung keluar. Karena panik, Towjatuwa bergegas pergi ke seorang nenek dukun di kampungnya untuk meminta bantuan.

“Nenek, nenek tolong…istri saya hendak melahirkan tapi si bayi tidak kunjung keluar. Istri saya kesakitan tolong nek!” Towjatuwa memanggil nenek dukun.

“Baiklah, aku akan menyiapkan peralatan agar bisa membantu istrimu melahirkan. Kau pulanglah dulu, aku akan menyusulmu.”

Nenek dukun menyiapkan alat persalinan kemudian menyusul ke rumah Towjatuwa. Sesampainya nenek dukun di rumah Towjatuwa, ia mendapati istri Towjatuwa dalam keadaan susah payah. Nenek pun memeriksa keadaan istri Towjatuwa, sementara Towjatuwa terlihat sangat gelisah mengkhawatirkan kondisi istrinya.

“Towjatuwa, bayi di dalam kandungan istrimu terlalu besar sehingga sulit keluar.” ujar nenek dukun.

“Jadi aku harus bagaimana nek?” tanya Towjatuwa gelisah.

“Untuk membantu istrimu, aku membutuhkan rumput air. Carilah rumput air di sungai Tami.” ujar nenek dukun lagi.

Towjatuwa pun segera pergi menuju sungai rami. Kebetulan jarak Sungai Rami cukup dekat dari rumahnya sehingga mempermudah mencari rumput air. Setelah sekian lama mencari rumput air di sungai rami, tiba-tiba ia melihat seekor buaya berukuran besar yang ditumbuhi bulu-bulu seperti bulu burung Kasuari. Towjatuwa segera berlari karena terkejut ketakutan.

“Tunggu anak muda!” si buaya besar memanggil Towjatuwa.

Towjatuwa menoleh kaget dan berkata “Kau kah itu hai buaya, yang berbicara padaku?”

“Benar, anak muda. Namaku Watuwe, buaya penguasa Sungai Tami. Bisakah kau menolongku mengangkat batu besar ini menghimpit  di atas ekorku ini?” jawab Watuwe si buaya besar.

“Baiklah aku akan menolongmu.” Towjatuwa pun mengangkat batu besar yang menghimpit ekor buaya, kemudian hendak bergegas pergi.

“Tunggu dulu anak muda, kau hendak pergi kemana terburu-buru?” buaya Watuwe bertanya.

Kemudian Towjatuwa menjelaskan kejadian yang menimpa istrinya dan kini ia tengah terburu-buru mencari rumput air. Watuwe si buaya sakti pun berjanji akan membantu Towjatuwa sebagai balas budi karena Towjatuwa telah menolongnya.

“Engkau pulanglah dahulu Towjatuwa, jangan kuatir atas masalahmu itu. Aku berjanji akan kerumahmu nanti malam untuk membantu istrimu.”

“Terimakasih Watuwe atas kebaikan hatimu.”

Towjatuwa pun segera pulang ke rumah dengan hati lega.

Malam harinya buaya Watuwe menepati janjinya datang ke rumah Towjatuwa untuk membantu istrinya. Istri Towjatuwa nampak kesakitan di pembaringan. Menggunakan kekuatan saktinya, buaya Watuwe membantu istri Towjatuwa untuk melahirkan anaknya. Akhirnya istri Towjatuwa berhasil melahirkan seorang anak laki-laki sehat. Towjatuwa memberi nama anak laki-lakinya, Narrowra.

Towjatuwa beserta istrinya mengucapkan terimakasih pada buaya Watuwe atas jasanya membantu proses kelahiran. Buaya Watuwe pun mengucapkan terimakasih pada Towjatuwa atas pertolongannya, kemudian ia berpamitan untuk pulang.

“Towjatuwa, aku bisa melihat anakmu setelah besar kelak akan menjadi pemburu handal. Aku berpesan pada kalian, tolong jangan memburu dan memakanku. Jika kalian melanggar maka keturunan kalian akan habis mati satu-persatu. Jika aku nanti sudah mati, ambilah kantung air seniku dan bawalah ke Gunung Sankria.” buaya Watuwe pun pergi.

Sejak saat itu Towjatuwa beserta keturunannya selalu menjaga buaya-buaya Sungai Tami hingga sekarang.

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Bekam Bali
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Bekam Bali
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum