Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Legenda Sumatera Utara Sumatera Utara
Kisah Enau nan Memukau - Sumatera Utara - Sumatera Utara
- 2 April 2018

Pagi telah pergi. Matahari semakin meninggi. Siangpun datang menjelang.

Tare Iluh, anak laki-laki dari Tanah Karo, Sumatera Utara, bersiap-siap hendak pergi merantau. Adik perempuannya, Beru Sibou, menahan tangis, melepas kepergian si Abang.

“Haruskah Abang pergi?” suara Beru Sibou terdengar serak, menahan air mata.

“Adikku Beru Sibou, sejak ayah dan ibu meninggal dunia, kita sudah terlalu lama merepotkan Bibi. Abang rasa, sudah waktunya Abang merantau mencari uang. Abang harus membantu biaya hidup Bibi dan engkau,” jawab Tare Iluh dengan tegas. Meski tidak tahu akan bekerja sebagai apa, Tare Iluh telah bertekad akan mencari uang dengan segenap cara, apa pun itu.

Akhirnya, dengan berat hati Beru Sibou melepas saudara kandungnya pergi merantau.

Bulan berganti bulan. Hitungan tahun pun berlalu. Abang satu-satunya itu tak kunjung mengirim berita.

Suatu hari, Beru Sibou bermimpi buruk. Dalam mimpi itu ia melihat abangnya dipasung oleh penduduk negeri asing. Karena khawatir, berbekal izin dari bibinya, berangkatlah Beru Sibou mencari saudaranya itu.

Telah jauh Beru Sibou menelusuri perjalanan. Belum satu orang pun yang mengetahui keberadaan abangnya. Suatu hari, ia berjumpa seorang kakek tua di sebuah negeri tak bernama.

“Salam, Kakek. Apakah Kakek dapat membantuku?” tanya Beru Sibou penuh harap.

“Salam, Cucu. Bantuan apakah yang bisa Kakek berikan?” jawab kakek tua.

“Apakah Kakek pernah berjumpa saudaraku yang bernama Tare Iluh?”

“Hmmm, Kakek pernah mendengar nama itu meski belum pernah berjumpa. Ia seorang pemuda yang memiliki begitu banyak utang pada orang di negeri ini. Akibatnya, ia dihukum dan disembunyikan oleh penduduk di suatu tempat. Tak banyak orang yang tahu lokasinya,” jawab kakek tua.

“Betulkah, Kek?” Beru Sibou sangat sedih mendengar kabar tersebut. “Apakah Kakek tahu di mana tempat itu?”

Beru Sibou begitu ingin menemukan tempat tersembunyi itu. Sayangnya, kakek tua itu tidak tahu lokasi abangnya tersebut.

Melihat Beru Sibou yang berurai air mata, kakek tua merasa kasihan. Ia lalu memberikan sebuah saran. “Wahai Cucu, dengarlah saranku ini. Panjatlah sebuah pohon yang paling tinggi. Sesampainya di puncak pohon, nyanyikanlah sebuah lagu sambil memanggil nama abangmu. Barangkali ia akan mendengar dan membalas lagumu.” Setelah menyampaikan saran tersebut, kakek tua itu pun pergi.

Karena merasa putus asa, Beru Sibou mengikuti saran si Kakek. Ia segera memanjat sebuah pohon yang tinggi di dekatnya. Di atas pohon, ia bernyanyi dan memanggil abangnya sambil menangis. Ia berharap penduduk yang menyembunyikan abangnya, bersedia melepaskan.

Berjam-jam Beru Sibou bernyanyi, namun tak jua ada balasan dari si Abang. Akhirnya, Beru Sibou pasrah. Ia berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa.

“Tuhanku, mohon tunjukkanlah padaku, di mana keberadaan abangku. Jika sulit bagiku menemukannya karena besarnya utang yang ia miliki, berilah aku kesempatan untuk melunasi semua utang itu. Kurelakan air mata, rambut, dan seluruh anggota tubuhku agar dapat dimanfaatkan bagi kepentingan penduduk yang telah menghukum dia.”

Tiba-tiba seluruh langit menjadi hitam pekat. Hujan turun dengan lebat. Suara guntur terdengar menggelegar. Cahaya petir berkilat mencekam. Angin bertiup begitu kencang dan udara terasa begitu dingin.

“Gerangan apa yang sedang terjadi?” tanya Beru Sibou. Belum lagi Beru Sibou mendapatkan jawaban, tiba-tiba dirinya mengalami kejadian aneh. Tubuhnya semakin meninggi dan berubah bentuk. Ia menjelma menjadi sebatang pohon enau yang begitu memukau. Air mata Beru Sibou menjelma menjadi nira yang berguna sebagai minuman. Rambutnya yang indah menjadi ijuk yang dapat dimanfaatkan sebagai atap rumah. Tubuhnya yang tinggi menghasilkan buah kolang-kaling yang dapat dijadikan makanan dan minuman.

Menurut orang-orang Tanah Karo, itulah asal-usul pohon enau.

Meski si Abang tak juga ditemukan, pengorbanan Beru Sibou itu memberikan manfaat bagi penduduk di Tanah Karo, sebagaimana doanya. Berkat Beru Sibou, penduduk Tanah Karo dapat menikmati manfaat enau nan memukau.

Sebagai rasa terima kasih atas pengorbanan Beru Sibou, sejak zaman dahulu, setiap menyadap nira penduduk setempat akan menyanyikan lagu Enau. Sambil bernyanyi mereka berharap Tare Iluh mendengar dan menjawab lagu mereka.



 

Sumber: http://indonesianfolktales.com/id/book/kisah-enau-nan-memukau/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Bekam Bali
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum
Gambar Entri
Ayam Ungkep
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...

avatar
Apitsupriatna