Nama Latin: Pandanus julianetii Marteli
Familia : Pandanaceae
Nama lokal : Kelapa hutan (umum untuk sebutan di daerah pegunungan tengah Papua), Gawen (Lanny)
Nama lain: Edible nutty fruits, Screw tree, Screw palm, Screw pine (Inggris)
Deskripsi
Tumbuhan Pandanus julianetti (kelapa hutan) temasuk tumbuhan monokotil mempunyai ciri morfologi, terkumpul rapat di ujung batang, dalam 3 baris berbentuk spiral, duduk, dengan pangkal memeluk batang. Bagian daunnya tidak lengkap, bentuk daun seperti pita atau garis dan pertulangan daun yang seja jar, lebar 5-10 cm panjang sampai 1m. Bagian pangkal daun membulat dan ujungnya runcing . Tepi daun bergerigi/berduri. Tekstur daun licin, dan sewaktu rontok meninggalkan bekas berbentuk cincin pada batang. Daun terletak melingkar mengikuti garis spiral yang tampak melingkar pada batang, sehingga rumus tata letak daun sulit ditentukan. Jadi letak daun pada batang mengikuti ortostik yang telah berubah menjadi garis spiral yang diberi nama spirostik, pada tanaman pandan sendiri memperlihatkan 3 spirostik. Batang menunjukkan garis-garis melingkar bekas duduk daun yang lepas setelah tua. Akarnya besar dan memiliki akar tunjang lebih pendek dibandingkan Pandanus coideus (buah merah) yang menopang tumbuhan ini. Buah kelapa hutan tersusun dalam karangan berbentuk membulat, seperti buah durian. Ukuran tumbuhan ini bervariasi, mulai dari ketinggian 50 cm sampai 5 m bahkan di Papua banyak tumbuhan pandan hingga ketinggian 15 meter.
Habitat dan penyebarannya.
Tumbuh di daerah yang kelembabannya tinggi dengan tanah basah dengan curah hujan tinggi. Menyebar terutama di daerah dataran tinggi di daerah pegunungan tengah Papua seperti di Lanny Jaya, Yalimo dan Jayawijaya Wamena
Penggunaan secara tradisional.
Untuk meningkatkan stamina tubuh dan daya tahan tubuh serta untuk menjaga kesehatan, di pegunungan tengah Papua berfungsi sebagai suplemen dan cadangan makanan untuk mencegah terjadinya bencana kelaparan ketika sumber makanan pokok utama hipere atau ubi jalar berkurang karena gagal panen yang disebabkan perubahan iklim yang ekstrim. Cara pemanfaatannya buah kelapa hutan yang sudah masak di potong atau di belah kemudian dimakan langsung atau ada dapat juga di bakar diatas bara kemudian dimakan seperti kuaci karena bijinya (dikenal sebagai buah kelapa, kecil-kecil dengan panjang : lebar = 2 cm : 0,5 cm).
Informasi kandungan senyawa kimia dan aftivitas farmakologi
Mengandung lemak berikatan rangkap atau minyak omega 3-6, tokoferol atau vitamin E yang cukup tinggi dan zat anti oksidan Mempunyai aktivitas farmakologi antioksidan karena mengandung zat antioksidan tokoferol untuk mencegah penyakit degeneratif, antihipertensi, anti kolesterol, meningkatkan stamina dan dapat meningkatkan zat imun,
Sumber: Buku Tumbuhan Kerarifan Lokal Papua /Papua traditional medicine herbs, 2017
Untuk membuka blokIr (BRImo) yang terblokIr. Anda bisa menghubungi Layanan CS BRI di Nomor WhatsApp+: (+62817. 7641 4017.))) atau 1500017 atau Anda Bisa lakukan lupa username atau password" pada halaman login aplikasi {BRImo}.
Untuk membuka blokIr (BRImo) yang terblokIr. Anda bisa menghubungi Layanan CS BRI di Nomor WhatsApp+: (+62817. 7641 4017.))) atau 1500017 atau Anda Bisa lakukan lupa username atau password" pada halaman login aplikasi {BRImo}.
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...
Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...