Famili : Myrtaceae
Nama Lokal/Daerah : Ru (Bahasa Suku Marind dan Kanum), Lu (Suku Marori M en-Gey), M ol atau Weri-weria (PNG).
Nama lain : Kayu putih, Linement Tree (Inggris), Waria Waria Tree (Inggris)
Deskripsi
Jenis Kayu putih yang berada di w ilayah Merauke (Kawasan Taman Nasional (TN) Wasur) ada beberapa jenis yaitu Asteromyrtus symphyocarpa (F. Muell) Craven (Ru; Suku Marind dan Kanum), A. brasii, Melaleuca cajuputi Powell (Sunggi; Suku Marori Men-Gey) dan M. viridioflora Sol. Ex Gaertn (Womb; Suku Kanum). Namun jenis Asteromyrtus symphyocarpa yang banyak dimanfaatkan dan diproduksi oleh masyarakat lokal dalam kawasan TN. Wasur sebagai minyak kayu putih. Tumbuhan ini merupakan pohon dengan tinggi bisa mencapai 12 m dengan bentuk tajuk yang menjuntai, batang selindris, pertumbuhan batang sympodial, permukaan kulit batang berlekah dan beralur tidak beraturan. Daun tunggal berbentuk lanset, panjang antara 2-8 cm, ujung daun tumpul sampai runcing, tepi daun rata, pangkal daun runcing, bunga berwarna kuning yang tersusun dalam kelompok berbentuk bulatan dan terdapat lima bunga dalam bulatan dan keluar pada ranting tua, dan tumbuhan ini mengeluarkan bau khas. Penyulingan minyak kayu putih yang dilakukan oleh masyarakat lokal dibina oleh Balai Taman Nasional Wasur. Beberapa produk hasil penyulingan ini djual dibeberapa depot jamu, apotik atau oleh masyarakat lokal itu dengan harga Rp. 50.000/botol kecil. Hasil penjualan minyak kayu putih tersebut membantu mereka menyekolahkan anak, menabung dan mencukupi sebagian kebutuhan hidup mereka. Berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat setempat dari 150 kg daun kayu putih dapat diperoleh sekitar 2,5 liter minyak kayu putih.
Habitat dan Penye barannya
Banyak terdapat di tipe hutan savana, hutan mansoon, dan hutan mangrove. Penyebarannya luas di wilayah Kabupaten Merauke dan sekitarnya, termasuk di Papua New Guinea.
Penggunaan Secara Tradisional : Dengan penyulingan sederhana. Secara umum digunakan untuk menghilangkan gatal-gatal akibat gigitan serangga, menghangatkan badan, mengurangi rasa nyeri diperut. Untuk Suku Kanum memanfaatkan daunnya sebagai obat malaria dan flu. Untuk kayunya sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai kayu bangunan, kayu bakar dan untuk membuat pagar halaman.
Informasi Kandungan Senyawa dan Aktivitas Farmakologi
Banyak mengandung sineol yang tinggi.
Sumber: Buku Tumbuhan Kerarifan Lokal Papua /Papua traditional medicine herbs, 2017
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...
Pamali: Ketika Larangan Tak Tertulis Mengatur Kehidupan Mengapa sebagian masyarakat Indonesia yang telah mengenyam pendidikan modern dan hidup di tengah kemajuan teknologi masih enggan memotong kuku di malam hari, bersiul saat senja tiba, atau menanam pohon kelapa di depan rumah? Fenomena ini bukan sekadar sisa primitivisme yang tertinggal, melainkan manifestasi dari pamali —sistem norma yang secara mengejutkan masih eksis sebagai pengatur sosial yang efektif. Pada titik tertentu, pamali menghadirkan paradoks budaya yang menarik: ia adalah "hukum" tanpa tulisan, "polisi" tanpa seragam, namun memiliki kekuatan mengikat yang seringkali lebih efektif dari peraturan tertulis. Kearifan Ekologis dalam Selubung Larangan Di tataran praktis, pamali seringkali berfungsi sebagai mekanisme pelestarian alam yang diselimuti narasi mistis. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenal berbagai bentuk pamali yang sejatinya merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan ekosiste...
Panduan Memahami Asal Usul Gresik: Dari Jejak Sejarah hingga Etimologi Nama Gresik, yang dijuluki Kota Wali karena peran pentingnya dalam penyebaran Islam di Jawa, merupakan salah satu wilayah bersejarah di pesisir utara Pulau Jawa. Memahami asal usul daerah ini tidak hanya menyangkut pengetahuan kronologis semata, tetapi juga memerlukan analisis terhadap berbagai lapisan sumber—dari prasasti kuno, naskah babad, hingga catatan kolonial. Panduan ini dirancang untuk membantu pembaca menavigasi kompleksitas historiografi Gresik secara sistematis, mulai dari etimologi nama hingga penetapan identitas administratifnya sebagai kabupaten. Sumber Sejarah dari Masa Jawa Kuno Dalam tradisi historiografi Indonesia, Gresik menempati posisi unik karena keberadaan sumber-sumber tertulis dari periode Jawa Kuno. Dua dokumen kuno menjadi landasan utama bagi para sejarawan dan budayawan dalam menelusuri akar historis wilayah ini (Sumber 3). Pertama, Babad Hing Gresik merupakan naskah sejar...
Rambu Solo': Ketika Kematian Menjadi Perayaan Perjalanan Bagaimana mungkin kematian—yang di banyak budaya menjadi momen duka dan kehancuran—diubah menjadi sebuah pesta yang memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun? Bagi Suku Toraja di Sulawesi Selatan, kematian bukanlah titik akhir, melainkan pintu masuk menuju perjalanan terakhir yang memerlukan persiapan ritualistik yang rumit dan mahal. Inilah inti dari Rambu Solo' , upacara pemakaman dalam ajaran Aluk Todolo yang mengubah penguburan menjadi sebuah spektakul budaya penuh makna. Menunggu di Antara Dua Dunia Paradoks pertama dari Rambu Solo' terletak pada pengertian kematian itu sendiri. Dalam logika Aluk Todolo —kepercayaan leluhur Suku Toraja—seseorang yang baru meninggal secara fisik belum benar-benar "mati" secara spiritual. Mayat akan disimpan terlebih dahulu di dalam rumah, bukan untuk segera dikubur, melainkan menunggu waktu yang dianggap tepat (Sumber 4). Masa tunggu ini bisa berlangsung berm...