Ritual
Ritual
Ritual Pernikahan Jawa Timur Banyuwangi
Kawin Colong
- 4 Januari 2019

kawin colong adalah suatu tradisi adat osing yang lahir secara turun temurun dari nenek moyang atau sesepuh mereka, yang mana awal proses terjadinya kawin colong ini adalah untuk menghendaki adanya sebuah perubahan, ketika ada sepasang kekasih yang hendak melakukan pernikahan namun tidak di restui oleh orang tua mereka, baik orang tua si laki-laki maupun si perempuan. tradisi colong(nyuri) ini dilakukan atas dasar sama-sama suka dari sepasang kekasih tersebut, karena terhalang oleh restu kedua orang tua maka dalam budaya dan tradisi osing ini terciptalah suatu pendirian yang kuat oleh sepasang kekasih tadi untuk sepakat tidak memperdulikan atau menghiraukan pendapat ataupun restu kedua orang tua mereka untuk memperlancar hubungan mereka kedepannya. berlandaskan ikatan batiniyah yang mereka miliki berdua (sepasang kekasih), disini bukan maksudnya untuk meninggalkan secara penuh restu orang tua dalam suatu pernikahan, namun lebih ke arah menekan kepada kedua belah pihak orang tua, baik dari pihak laki-laki maupun perempuan dengan cara memberi tahu keluarga lain si perempuan selain kedua orang tua, entah itu paman, sepupu, atau bisa juga tokoh masyarakat, seseorang yang diberi tahu ini dinamakan seorang (COLOK) dalam istilahnya, yang berposisi di pihak si perempuan. atau mungkin lebih membuat si orang tua bingung terhadap perilaku sang anak. mengapa ? karena dalam tradisi kawin colong, si laki-laki telah membawa kekasihnya pulang kerumahnya tanpa sepengetahuan orang tua si kekasih perempuan, dan nantinya fungsi seorang (colok) tadi yaitu untuk memberi tahu tentang kejadian sebenarnya. atas dasar suatu kehendak yang lahir secara manusiawi, hal ini telah direncanakan oleh sepasang kekasih tersebut. yang pada akhirnya membuat hati kedua belah pihak orang tua tersebut seakan luluh terhadap perbuatan sang anak. Disinilah kemudian nantinya timbul kesepakatan antara kedua belah pihak orang tua yang andingnya akan mengarah kepada restu kedua orang tua itu sendiri, walaupun secara prosesnya agak dipaksakan oleh sang anak. karena kehendak anak tersebut juga termasuk kehendak seseorang yang timbul sebagai wujud dari manusia sejati.

kawin colong adalah suatu tradisi adat osing yang lahir secara turun temurun dari nenek moyang atau sesepuh mereka, yang mana awal proses terjadinya kawin colong ini adalah untuk menghendaki adanya sebuah perubahan, ketika ada sepasang kekasih yang hendak melakukan pernikahan namun tidak di restui oleh orang tua mereka, baik orang tua si laki-laki maupun si perempuan. tradisi colong(nyuri) ini dilakukan atas dasar sama-sama suka dari sepasang kekasih tersebut, karena terhalang oleh restu kedua orang tua maka dalam budaya dan tradisi osing ini terciptalah suatu pendirian yang kuat oleh sepasang kekasih tadi untuk sepakat tidak memperdulikan atau menghiraukan pendapat ataupun restu kedua orang tua mereka untuk memperlancar hubungan mereka kedepannya. berlandaskan ikatan batiniyah yang mereka miliki berdua (sepasang kekasih), disini bukan maksudnya untuk meninggalkan secara penuh restu orang tua dalam suatu pernikahan, namun lebih ke arah menekan kepada kedua belah pihak orang tua, baik dari pihak laki-laki maupun perempuan dengan cara memberi tahu keluarga lain si perempuan selain kedua orang tua, entah itu paman, sepupu, atau bisa juga tokoh masyarakat, seseorang yang diberi tahu ini dinamakan seorang (COLOK) dalam istilahnya, yang berposisi di pihak si perempuan. atau mungkin lebih membuat si orang tua bingung terhadap perilaku sang anak. mengapa ? karena dalam tradisi kawin colong, si laki-laki telah membawa kekasihnya pulang kerumahnya tanpa sepengetahuan orang tua si kekasih perempuan, dan nantinya fungsi seorang (colok) tadi yaitu untuk memberi tahu tentang kejadian sebenarnya. atas dasar suatu kehendak yang lahir secara manusiawi, hal ini telah direncanakan oleh sepasang kekasih tersebut. yang pada akhirnya membuat hati kedua belah pihak orang tua tersebut seakan luluh terhadap perbuatan sang anak. Disinilah kemudian nantinya timbul kesepakatan antara kedua belah pihak orang tua yang andingnya akan mengarah kepada restu kedua orang tua itu sendiri, walaupun secara prosesnya agak dipaksakan oleh sang anak. karena kehendak anak tersebut juga termasuk kehendak seseorang yang timbul sebagai wujud dari manusia sejati.

sumber ; http://pernikahanosing.blogspot.com/2017/11/pernikahan-adat-osing.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Bekam Bali
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Bekam Bali
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum