×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

seni pertunjukan

Elemen Budaya

Seni Pertunjukan

Asal Daerah

Kampung Siaratesa, Distrik Sarmi Selatan, Kabupaten Sarmi

Karamo

Tanggal 14 Feb 2019 oleh Sri sumarni.

Karamo adalah istilah dalam bahasa Isirawa, Kabupaten Sarmi Provinsi Papua, untuk menggambarkan aktivitas menari dalam kebudayaan orang Saveri (Isirawa). Karamo biasanya dilakukan dalam situasi, kondisi dan saat-saat tertentu sebagai: wujud kegembiraan, ungkapan syukur dan kebanggaan atas suatu tahapan prestasi budaya tertentu. Contohnya, pelaksanaan karamo pada saat membawa anak turun tanah; memindahkan tulang-belulang leluhur yang telah meninggal dunia; maupun situasi lainnya.

Karame merupakan istilah yang diberikan oleh orang Saveri, untuk lagu-lagu yang dikarang oleh mereka berdasarkan kisah yang dialami atau menceritakan kekayaan alam; berisikan pantun dan syair sindiran, juga syair kisah came, dan lirik lagu came yang berisikan kisah came. Karena itu, lagu karame orang Saveri sangat banyak.

Tarian karamo biasanya dilakukan dalam formasi dua pihak yang saling berhadapan, namun tidak dalam kompetisi, tetapi hanya sebagai ajang memamerkan prestasi untuk mendapatkan pujian. Nilai budaya karamo adalah hidup perlu disyukuri dan dirayakan secara nyata, agar membangkitkan optimisme positif dan keyakinan akan masa depan yang lebih baik, yakni, hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.

Dalam tarian karamo, terdapat beberapa gerakan dasar, antara lain: memegang panah, memukul tifa, melangkah dengan sedikit melompat. Gerakan yang utama adalah gerakan maju mundur sesuai dengan irama lagu, dan memainkan pucuk nibun. Gerakkan dasar tersebut juga terdapat pada tarian came, hal ini karena kedua tarian ini berasal dari satu kisah raksasa perempuan yang oleh orang Saweri dipercaya sebagai pencipta tarian came dan karamo.

Adapun fungsi dari tarin karamo antara lain :

  1. Tari karamo sebagai arena mencari jodoh

Pada saat ditarikan biasanya seorang anak laki-laki maupun seorang anak perempuan akan memperhatikan para penari yang masih sendiri. Hal yang diperhatikan adalah sikap dan tingkah laku serta kelincahan seseorang dalam menarikan tarian karamo, apakah seorang gadis itu sopan dan baik; serta lincah dalam menari karamu; ataupun seorang anak laki-laki itu baik, sopan dan pandai tidak dalam menabuh tifa, serta bagaimana ia memegang panah.

  1. Tari karamo sebagai arena memperoleh kebahagian

Karame merupakan lagu yang dikarang oleh orang Saweri, untuk tujuan: menuangkan perasaan yang dialami, menceritakan keindahan alam dan kejadian yang dialami. Contohnya, menceritakan sepasang kekasih yang telah menjalin hubungan sekian lama, namun di pertengahan jalan mereka berdua harus berpisah. Kejadian ini membuat si pria merasa sedih. Untuk menghilangkan kesedihannya, ia menuangkannya lewat karame, sehingga ia menjadi tidak sedih lagi.

  1. Tari Karamo Sebagai Arena Interaksi

Melalui tarian karamu, semua orang baik anak kecil, remaja, pemuda, dan orang dewasa yang bisa berpartisipasi untuk menari, bahkan dapat berinteraksi dengan orang dari kampung lainnya, maupun dengan orang dari etnis yang berbeda. Adapun beberapa makna yang terkandung dalam tarian karamo ini di antaranya adalah nilai kekeluargaan, nilai religious dan nilai kesopanan.

Sumber : Buku Penetapan WBTB 2018

 

DISKUSI


TERBARU


Bakso Titoti Wo...

Oleh Deni Andrian | 10 Jan 2025.
Makanan

Bakso titoti wonogiri gitu gaes ya hahahahhahahahahah

Tempong khas Te...

Oleh Deni Andrian | 10 Jan 2025.
Makanan

Bahan-bahan 12 porsi 1 papan tempe besar 1 genggam daun kemangi Bumbu Halus: 3 siung bawang putih 5 buah bawang merah 5 buah cabai rawit merah (op...

Mpaa Sere (Tari...

Oleh Aji_permana | 07 Jan 2025.
Tradisi

Mpaa Sere adalah tarian tradisional yang bertujuan untuk menyambut tamu penting sebagai bentuk penghormatan, sambil sesekali memperlihat ketangkasan...

Mpa'a Oro Gata

Oleh Aji_permana | 29 Dec 2024.
Tradisi

Mpa'a Oro Gata adalah salah satu permainan tradisional dari Bima, Nusa Tenggara Barat, yang diwariskan dari generasi ke generasi. Secara harfiah, ist...

Mpaa Kabanca (T...

Oleh Aji_permana | 28 Dec 2024.
Tradisi

Mpaa Kabanca adalah tradisi unik di Bima yang melibatkan atraksi di atas kuda. Dalam tradisi ini, peserta saling mengejek dan memperlihatkan kemampua...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritual...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pend...

Ukiran Gorga Si...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...