Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Khas Sulawesi Tenggara Muna
Kambose Pulau Muna
- 3 Maret 2017

Satu lagi makanan khas dari Muna, yaitu Kambose. Kambose atau lebih sering disebut nasi jagung ini sangat cocok disantap bersama sayur kelor atau ikan.

Bagi penduduk asli kepulauan Muna, menu kambose tidak hanya dihidangkan dalam menu makan sehari-hari tetapi juga dalam acara adat, menu kambose sudah menjadi makanan yang wajib dihidangkan. Apapun suasananya, jika tanpa kambose jadi kurang lengkap.

Kabupaten Muna yang dikenal sebagai daerah penghasil jagung di Sultra, sejak dahulu sudah terbiasa mengkonsumsi jagung sebagai makanan pokok.. 

Makanan kambose ini dapat dihidangkan bersama sayur dan aneka olahan berbahan ikan. Khusus di Kabupaten Muna, jenis sayur yang populer dikonsumsi dengan kambose adalah daun kelor. Sedangkan lauk yang paling pas adalah ikan kering yang dibakar. 

Sekilas, kambose nampak seperti jagung rebus pada umumnya padahal tidak. Yang membedakan adalah kulit biji jagung, kalau jagung rebus umumnya biji jagung masih diselimuti kulit bening tipis tapi kambose, kulit tipis pada biji jagung itu sudah tidak ada sama sekali sehingga saat memakannya, jagung terasa lembut demikian pula saat mengunyahnya, tidak “secapek” mengunyah jagung rebus yang bijinya masih berkulit. 

Untuk melepaskan kulit tipis pada biji jagung, bagi masyarakat asli Muna adalah hal mudah tetapi bagi yang belum terbiasa, cara ini tidak bisa dikategorikan mudah karena “melibatkan” serbuk kapur saat merebus jagung, dibutuhkan keahlian khusus untuk memberikan takaran serbuk kapus yang pas pada setiap porsi jagung yang direbus. Jika tidak pas, tentu jagung tidak bisa dinikmati.

Kambose sudah pasti sehat.  Kambose sudah pasti salah watu kuliner warisan leluhur yang pantas dikonsumsi oleh generasi masa kini. Walaupun sederhana tapi gizi yang terkandung didalamnya sudah bisa dipastikan jauh lebih tinggi dibandingkan makanan siap saji.

 

Cara Membuat:

  1. Sediakan biji jagung putih kira-kira 1 liter (jagung tidak perlu dicuci)
  2. Masukkan dalam periuk yang telah dicuci bersih dan tambahkan air seperti halnya memasak beras (tinggi permukaan kira-kira setengah jari dari permukaan biji jagung)
  3. Masaklah di atas tungku/kompor
  4. Jika airnya telah mendiri, tambahkan serbuk kapur antara 1 hingga 2 sendok makan
  5. Didihkan terus sampai air dalam biji jagung mendekati kering. Jika airnya sudah hamper kering, tambahkan lagi air hingga semua biji jagung larut dalam air.
  6. Kurangi api tungku Anda dan biarkan antara 30 menit sampai 1 jam (walaupun apinya padam, tidak masalah). Untuk yang menggunakan kompor, didihkan kembali antara 10 hingga 20 menit, kemudian biarkan sampai 1 jam.
  7. Cucilah biji jagung (saat ini sudah jadi kambuse) yang telah dimasak tadi dengan air sampai bersih.
  8. Kambuse siap dihidangkan. Bagi yang memiliki gilingan, akan lebih enak juga kalau digiling.

Cara lainnya:

  1. Biji jagung direbus dalam larutan air kapur mendidih slama 2-3 jam.
  2. Setelah perebusan jagung dibiarkan terendam dalam larutan kapur selama beberapa jam dan dilakukan pengadukan.
  3. Kemudian larutan kapur dibuang diganti dengan air bersih untuk dilakukan pencucian.
  4. Lakukan berulang-ulang sehingga bersih agar hilang sisa-sisa kapurnya.
  5. Setelah bersih, biji jagung ditiriskan.
  6. Biji Jagung yang telah bersih dicampur kacang merah untuk meningkatkan cita rasa dan gisi) lalu dimasak sampai matang.
  7. Kambose siap disajikan bersama lauk pauk.
  8. Untuk pembuatan larutan kapur, kapur sebanyak 50 gram atau 1 genggam dilarutkan dam 10 liter air, digunakan untuk seiap 1 kg jagung.

 

Bisa dicari di desa-desa di Kab. Muna, Sulawesi Tenggara

Sumber

  1. www.halokendari.com/2013/11/kambose-makanan-khas-masyrakat-muna.html
  2. https://www.cendananews.com/2015/12/mengenal-kambose-makanan-sehat-asli-pulau-muna.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
KrediOne
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.

avatar
Admin2026
Gambar Entri
Berikut Cara Mengembalikan Dana PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
Cara Mengembalikan Dana Masuk PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker