Kah
Sekarang ini anak muda seringkali menjawab 'hah' atau hanya 'hmmm' ketika dipanggil oleh orang lain. Sebenarnya, tidak perlu dijelaskan lagi bahwa itu merupakan sikap yang kurang sopan dan pantas apalagi jika yang memanggil adalah orang yang umurnya lebih tua atau bahkan orang tua. Sejak dahulu kala, anak-anak Sunda sudah diajarkan dan diedukasi tata krama dan sopan santun terutama kepada orang dewasa apa lagi orang tua mereka. Mereka diajarkan untuk menggunakan nada yang sesuai dan pilihan kata yang digunakan saat berbicara.
Dalam tatakrama bahasa Sunda terdapat 3 jenis bahasa, yaitu bahasa lemes, loma, dan kasar. Bahasa halus diperuntukan kepada orang yang dihormati, orang yang lebih tua usianya, dan orang dewasa. Anak kecil diharuskan menggunakan pilihan bahasa berikut karena jika tidak akan langsung dimarahi, tapi berbeda dengan zaman sekarang anak-anak sudah mulai berani kepada orang yang lebih tua dan sudah sulit ditemukan mereka menggunakan bahasa lemes karena mayoritas sudah mengenal bahasa kasar yang mana sebenarnya digunakan saat marah dan untuk hewan. Contoh bahasa lemes : lebet , mulih , pangesto.
Bahasa loma digunakan saat berbicara kepada teman sepermainan atau yang seumuran. Bahasa loma berada di antara bahasa lemes dan kasar. Kadang ketika seorang teman menggunakan bahasa lemes kepada temannya, keadaan akan menjadi sedikit canggung dan menegangkan. Maka dari itu bahasa loma pun ada untuk digunakan. Contohnya seperti : lebet , wangsul , damang.
Bahasa kasar seharusnya hanya digunakan untuk hewan dan tidak digunakan dalam percakapan karena dianggap tidak menghormati lawan bicara dan bisa saja menciptakan pertengkaran. Tapi seiring perkembangannya zaman, bahasa kasar mulai digunakan saat kita marah dan kesal dan dilontarkan kepada orang lain dengan nada bicara yang cepat dan banyak tekanan. Walau bahasa kasar ada, sebaiknya kita harus mengerti kapan harus menggunakan bahasa kasar terutama saat berkomunikasi dengan orang yang lebih tua dan dalam situasi formal. Contoh bahasa kasar : abus , balik , cageur.
Nah, 'kah' sebaiknya digunakan karena merupakan tata cara menjawab panggilan dan sapaan yang lebih sopan. Mungkin hanya sedikit orang yang tahu, bahkan orang Sunda sendiri tidak banyak yang tahu kata berikut. Demi melestarikan budaya, kebiasaan, dan membangun rasa saling menghormati juga sopan santun di generasi muda saat ini kata-kata sopan dan tata cara yang sopan sungguh butuh kembali digunakan, selain itu juga dapat meningkatkan nilai moral bangsa kita sendiri, Indonesia.
#OSKMITB2018
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...