Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Sulawesi Utara Sulawesi Utara
Kacang Kawangkoan
- 30 Desember 2017
Kacang Kawangkoan adalah kacang kulit garing khas desa kawangkoan, ciri khas rasanya manis dan gurih khas Minahasa. Kacang sangrai (kacang garing) khas Minahasa ini berkuran besar-besar, biji kacang di dalamnya juga besar-besar. Ada dua macam kacang Kawangkoan, yang pertama biji kacang yang berwarna merah (warna kulit arinya yang merah) dan yang kedua yang berwarna putih. 
 
Kawangkoan adalah sebuah daerah di Kabupaten Minahasa. Jika kita bepergian menuju Tomohon terus ke Gunung Lokon, maka akan melewati daerah kecamatan yang bernama Kawangkoan. Di sepanjang jalan di daerah ini kita dapat melihat kebun-kebun kacang tanah. Banyak kedai yang berjualan kacang, baik kacang yang masih mentah, maupun kacang yang sudah disangrai (digoreng tanpa minyak).
 
Kawangkoan merupakan salah satu kawasan di Tomohon, Minahasa, Sulawesi Utara yang dikaruniai keindahan alam. Tidak hanya itu, kawasan yang mempunyai udara sejuk lantaran berada di dataran tinggi Sulawesi Utara ini juga mempunyai banyak potensi di bidang pertanian dan perkebunan. Sebut saja seperti kopi, jagung, sayur-mayur, cengkeh, dan kacang-kacangan. Bahkan, Kawangkoan menjadi pemasok utama bagi kebutuhan akan kacang di Sulawesi Utara.
 
Proses pembuatan
 
Oleh masyarakat sekitar Kacang Kawangkoan dikenal dengan nama kacang tore. Diolah dengan cara disangrai dalam sebuah wajan dengan diameter sekitar 1,5 meter selama kurang lebih 45 menit. Saat proses sangrai di atas wajan, kacang disangrai menggunakan pasir gunung. Saat penyangraian tidak boleh berhenti karena kalau berhenti dapat menyebabkan kacang hangus. Sebelum disangrai, kacang harus dijemur terlebih dahulu.
 
Setelah proses sangrai selesai, kacang kemudian dikemas ke dalam plastik yang sudah diberi label. Kemudian kacang sangrai ini dipasarkan dengan harga Rp8.000 per liternya. Pembuat kacang sangrai banyak kita temui di kawasan Kawangkoan, salah satu daerah yang berada di Tomohon. Selain kita dapat melihat proses pembuatannya, di kawasan ini kita juga dapat melihat kebun kacang yang digarap petani-petani di kawasan dengan ketinggian sekitar 800 mdpl.
 
 
Toko yang menyediakan:
Merciful Building
Ruko Wanea Plaza Blok G, H.1-H.10, I, Jl. Sam Ratulangi 383 Manado, Sulawesi Utara.
0431-845892, 976719, 0431-845938
 
 

Sumber :

https://dapur-teh-enur.blogspot.co.id/2016/09/kacang-kawangkoan-kacang-sangrai-khas-minahasa.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...

avatar
Gulamerah