“Oh, Putri Rahima benar-benar gadis yang sempurna. Kecantikannya sungguh luar biasa dan tiada tandingannya di negeri ini,” gumam Sultan Muhammad dengan kagum.
- “Maaf, Pak Kemas. Kedatangan kami kemari untuk menyampaikan pinangan Tuan kami Sultah Muhammad untuk putri Pak Kemas,” kata salah seorang utusan.
- “Kami menyambut baik atas niat baik raja kalian. Tapi, berilah kami waktu satu hari untuk merundingkan masalah ini bersama keluarga kami,” pinta Pak Kemas,
- “Tuan-tuan boleh kembali ke mari besok untuk mengetahui keputusan dari keluarga kami.”
- “Bagaimana hasil perundingan keluarga, Pak Kemas?” tanya seorang utusan Sultan Muhammad.
- Kemas Mahmud pun menyampaikan hasil musyawarah bersama keluarga besarnya melalui ungkapan seperti berikut:
- “Dari buat ke Batang Asai, singgah bermalam di Dusun Kerak; Urusan adat sudah selesai, tinggal lagi urusan sarak.” Ungkapan di atas menunjukkan bahwa Kemas Mahmud dan keluarga besarnya menerima pinangan Sultan Muhammad.
“Putraku, Adipati. Ayahmu adalah seorang pejuang. Itulah sebabnya ia selalu pergi meninggalkan kita demi membela tanah air yang tercinta ini,” ujar Nyi Mas Rahima.
- “Bunda..., kenapa Ayah tidak pernah mengajak Pati ikut berperang? Padahal, Pati ingin sekali membantu Ayah mengusir penjajah itu,” kata Pangeran Adipati.
- “Pati, Putraku. Engkau masih kecil. Kelak jika kamu sudah besar, Ayah pasti akan mengajakmu. Saat ini, kita hanya bisa mendukung perjuangan Ayah dengan doa agar selamat dari peperangan,” ujar Putri Ayu Nyimas Rahima.
Di saat kandungannya semakin besar, ia menjadi lemah dan sering sakit-sakitan hingga akhirnya meninggal dunia sebelum melahirkan anak keduanya.
- “Hai, makam siapakah yang indah ini?” tanya salah seorang serdadu Belanda.
- “Entahlah. Tapi, saya yakin penghuni makam ini pasti bukanlah orang sembarangan,” jawab serdadu Belanda lainnya.
- “Makam siapakah yang ada di dekat istana itu?” tanya serdadu itu kepada salah seorang warga.
- “Makam itu adalah milik Putri Ayu Nyimas Rahima, permaisuri Sultan Muhammad. Ayu fisiknya, juga ayu batinnya. Ia selalu mendukung perjuangan suaminya dengan tulus ikhlas dan rela mengorbankan kebahagiaannya berkumpul bersama keluarganya,” jelas warga itu.
Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.
Cara membatalkan pinjaman ayopinjam Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.
Cara membatalkan pinjaman ayopinjam: Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...
Naskah Nusantara • Sunda Kuno Kidung Lakbok Kisah Kerajaan Banjarpatroman, Ramalan Abadi, dan Kelahiran Wayang Kila Kidung Lakbok adalah sebuah karya sastra lama berbentuk prosa naratif atau puisi naratif dalam bahasa Sunda yang menceritakan tentang sejarah dan legenda Kerajaan Banjarpatroman. Kerajaan tersebut dipercaya pernah berdiri di wilayah yang kini dikenal sebagai Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Naskah ini sempat nyaris hilang, kemudian ditulis ulang dan dilestarikan kembali pada tahun 2013 melalui publikasi daring. 📜 Sejarah dan asal-usul Menurut naskah Kidung Lakbok, Kerajaan Banjarpatroman mengalami masa kejayaan sebelum akhirnya runtuh akibat perang saudara atau perebutan kekuasaan. Peristiwa tersebut dianggap sebagai dosa besar yang menimbulkan kutukan. Akibat perbuatan tersebut, turunlah azab berupa bencana alam besar, seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, dan banjir bandang. Kerajaan yang dahsyat itu akhirnya tenggelam dan berubah menja...