Jamasan pusaka merupakan tradisi masyarakat jawa merawat benda-benda pusaka, benda bersejarah, termasuk benda-benda yang memiliki tuah atau yang diyakini memiliki kekuatan. Jamasan pusaka juga bisa diartikan mencuci atau memandikan benda pusaka. Pusaka diyakini memiliki kekuatan seperti gong, keris, tombak, kereta pusaka dan berbagai jenis usaka lainnya. Jamasan pusaka ini merupakan peristiwa yang sakral dan dilakukan hanya pada waktu tertentu saja. Biasanya jamasan pusaka dilakukan hanya sekali setahun pada bulan suro. Oleh karena itu terdapat makna dan tujuan luhur yang ditanamkan pada tradisi yang sakral ini.
Tradisi jamasan pusaka ini dilakukan pada setiap bulan Suro, karena dalam bulan ini merupakan bulan paling sakral bagi orang Jawa. Di mana orang Jawa harus lebih banyak melakukan mawas diri, evalusasi diri, dan waspada. Karena memang kenyataanya dalam bulan suro ini seringkali terjadi peristiwa yang meberikan makna mendalam.
Tujuannya dari tradisi jamasan pusaka adalah tetap mempunyai jalinan rahsa, ikatan batin, terhadap sejarah dan makna yang ada di balik benda pusaka. Sehingga jamasan pusaka tidak sekedar membersihkan dan merawat fisik benda pusaka saja, tetapi lebih penting adalah memahami segenap nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam benda pusaka. Nilai-nilai luhur yang telah diwariskan ini perlu dihayati dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai ini juga menjadi kekayaan khasanah budaya yang meliputi filsafat dan seni dari pemberdayaan budi pekerti.
Namun bila dilihat lebih dalam lagi terdapat kebijaksanaan hubungan hidup manusia dengan manusia, manusia dengan alam beserta segala isinya yang disimbolkan dalam pernik dan detail benda pusaka. Oleh sebab itulah dalam benda pusaka juga menyimpan rangkaian simbol berisi nilai-nilai kearifan lokal. Kearifan sosial yang diinspirasi oleh sifat-sifat dan hukum alam yang ada di lingkungan masyarakat setempat.
Untuk membuka blokIr (BRImo) yang terblokIr. Anda bisa menghubungi Layanan CS BRI di Nomor WhatsApp+: (+62817. 7641 4017.))) atau 1500017 atau Anda Bisa lakukan lupa username atau password" pada halaman login aplikasi {BRImo}.
Untuk membuka blokIr (BRImo) yang terblokIr. Anda bisa menghubungi Layanan CS BRI di Nomor WhatsApp+: (+62817. 7641 4017.))) atau 1500017 atau Anda Bisa lakukan lupa username atau password" pada halaman login aplikasi {BRImo}.
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...
Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...