Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Sulawesi Selatan Makassar
Jalangkote
- 23 Februari 2017

 

     Jalangkote memang hamir sama dengan pastel yaitu camilan ringan yang dibuat dengan cara digoreng, dari bahan dasar kulit sebagai pembungkusnya dan isi yang terdiri dari bahan lainnya seperti wortel, kentang, daging, telur, tauge serta soun pada bagian dalamnya. Jalangkote akan lebih terasa nikmat lagi jika disajikan bersama saus cabai sebagai bahan pelengkapnya. Dengan mengkonsumsi camilan yang satu ini tentu akan membuat tubuh kita semakin sehat karena bahan-bahan yang digunakan memiliki kualitas dan manfaat yang penting bagi tubuh. Seperti telur yang bermanfaat dapat menjaga berat badan agar tetap stabil, salah satu makanan yang mengandung banyak mineral dan dibutuhkan tubuh, baik untuk kesehatan mata, dapat menghilangkan jerawat serta dapat membantu dalam proses kehamilan.

     Pada kesembatan kali ini, saya akan berbagi Resep Jalangkote khas Makassar untuk anda :

 

     Bahan dan Bumbu Jalangkote :

     1. Bahan Kulit Jalangkote :

  • Tepung terigu protein sedang, 200 gram
  • Telur ayam, 1 butir
  • Santan, 60 mili liter
  • Garam, 1/2 sendok teh
  • Minyak goreng, 750 mili liter

     2. Bahan Isi Jalangkote :

  • Wortel, 75 gram, dipotong bentuk dadu
  • Kentang, 75 gram, dipotong bentuk dadu
  • Daging sapi dipotong-potong, 100 gram
  • Telur rebus, 2 butir, potong 6 bagian
  • Taoge, 50 gram, siangi
  • Soun, 25 gram, rendam hingga lunak
  • Bawang perai, 1 batang, diiris tipis
  • Air, 25 mili liter

     3. Bumbu Jalangkote :

  • Bawang putih, 3 siung, diiris tipis
  • Bawang merah, 4 butir, diiris tipis
  • Merica bubuk, 1/2 sendok teh
  • Pala bubuk, 1/4 sendok teh
  • Kaldu bubuk, secukupnya
  • Garam, secukupnya
  • Gula pasir, secukupnya

     4. Saus Jalngkote :

  • Cabai merah, 4 buah
  • Cabai rawit, 2 buah
  • Bawang putih, 4 siung
  • Bawang merah, 3 butir
  • Garam, secukupnya
  • Cuka, 1/2 sendok teh
  • Gula pasir, 1 sendok teh
  • Air, 200 mili liter

 

     Cara membuat Jalangkote :

     > Isi :

  1. Panaskan 2 sendok makan minyak, tumis bawang putih dan bawang merah hingga beraroma harum.
  2. Beri tambahan bawang perai, daging sapi, wortel dan kentang. Tuang air.
  3. Masak hingga 1/2 matang. Masukkan bahan isi dan bumbu lainnya kecuali telur.
  4. Masak hinggga semua bahan matang. Angkat dan sisihkan.

     > Kulit :

  1. Masukkan terigu dalam kom adonan.
  2. Beri tambahan telur, garam dan santan. Aduk sampai merata.
  3. Beri tambahan 50 mili liter minyak goreng panas, uleni hingga adonan kalis.
  4. Gilas adonan hingga setebal 3 mm, potong bentuk bulat dengan diameter 10 cm.
  5. Ambil satu lembar kulit, letakkan 2 sendok makan adonan isi dan 1 potong telur di atasnya.
  6. Katupkan dan rekatkan dengan putih telur membentuk 1/2 lingkaran, pilin tepinya.
  7. Lakukan hingga adonan habis.
  8. Panaskan sisa minyak, goreng adonan sampai matang. Angkat dan hidangkan.

     > Saus :

  1. Campur semua bahan saus kecuali air dan cuka,
  2. haluskan dengan blender. Panaskan 2 sendok makan minyak, tumis sampai matang. Angkat.
  3. Rebus air, masukkan bumbu tumis dan cuka. Masak sampai matang. Angkat.
  4. Hidangkan jalangkote dengan sausnya.

 

     Demikian penjelasan mengenai Resep Jalngkote khas Makassar, Selamat mencoba.

     Sumber : https://belumtahu.com/2015/06/29/cara-membuat-jalangkote-makassar-yang-enak-dan-renyah/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker