Dilihat dari judul lagunya yaitu ‘Ambon Manise’ kita sudah dapat menebak kalau salah satu lagu daerah Indonesia ini berasal dari Ambon Maluku. Melihat ungkapan Ambon Manise atau Ambon Manis, mungkin dalam benak kita langsung terpikir dengan wanita dan pria suku Ambon yang berparas cantik dan rupawan. Tak heran banyak selebriti dengan wajah-wajah eksotis asal Kota Ambon yang menghiasi dunia hiburan nasional.
Namun ungkapan Ambon tak hanya mewakili dari paras cantik dan rupawan orang-orang suku Ambon saja, tetapi secara lebih luas Ambon Manise telah menjadi citra dari Suku Ambon di Maluku ini. Sebutan itu bukan karena tanpa alasan, dan yang pasti adalah karena alam nya yang subur, karakteristik wisata bahari yang mentapakkan ciri khas Kota Ambon sebagai kota kepulauan, termahsyurnya kekayaan alam di darat dan lautan hingga ke benua Asia, Eropa, Afrika dan Arab. Kota Ambon memang dikenal dengan indahnya wisata lautnya, seperti pantai dengan panorama yang indah baik pada daerah pesisir pantai maupun daerah bawah laut yang memiliki beraneka ragam ikan hias dan terumbu karang yang langka di dunia. Dengan wilayah laut yang cukup besar Kota Ambon, Maluku telah menyimpan sejuta kekayaan alam. Tak heran, jika kota yang dikenal dengan ungkapan ‘Manise’ ini merupakan bagian dari pintu wisata timur Indonesia. Dilihat dari penduduknya hingga kekayaan alam dan nilai sejarah hingga budaya yang cukup tinggi, memang pantas Kota Ambon layak disebut sebagai kota yang manis atau Ambon Manise.ujian demi pujian akan keindahan Kota Ambon yang dikelilingi dengan alam tropis, biru laut, pantai-pantai pasir putih, senja yang memesona dan nona-nona Ambon yang manis menggambarkan kenyamanan dan ketentraman kehidupan di Ambon. Kabar-kabar ini terus mengalir dari mulut-mulut penduduk lokal hingga para pelancong yang berwisata ke kota manis ini. Lalu, keindahan dan manisnya Kota Ambon di abadikan dalam sebuah syair sederhana, yang berjudul ‘Ambon Manise’. Lagu ‘Ambon Manise’ sarat akan cinta dan kerinduan akan tanah manis Ambon. Nah, berikut ini adalah lirik lagu ‘Ambon Manise’ tersebut.
Beta berlayar jauh
Jauh dari Ambon ee
Ditanah orang baru
Beta menyasale
Mengapa Beta mau
Beta menyasale
Mengapa Beta mau
Buang diri begini
Jauh dari pangku Mama
Sungguh asing lawang ee
Sioh apa tempo Beta pulang
Ke Ambon ee
Laut yang lebar
Gunung tapele
Mari Mama gendong Beta
Lah bawa pulang dolo ee
Ketanah yang kucinta
Ambon Manise
Sudah Berlayar adalah sebuah lagu yang haru, menyanjung Ambon sebagai “tanah yang manis.” Sementara pencipta lagu “Beta Berlayar Jauh” menyandingkan dengan mesra kota Ambon dengan kata manise. “Ambon manis, Ambon manis, Ambon manise/ Ambon manis, Ambon manis, manis lawang e”, demikian sepenggal liriknya. Sebuah puja-puji yang sarat kerinduan dan keharuan. Lagu-lagu tempo dulu yang dinyanyikan dan terus dinyanyikan hingga hari ini.
Dalam lagu tersebut menceritakan seorang pemuda Ambon yang merantau ke kota jauh nan jauh dari Ambon. Di kota yang baru, yang kini ia tempati tak seindah Kota Ambon. Sang pemuda ini pun menyesali tindakan meninggalkan ibunya atau mamanya serta Kota Ambon yang indah dan asri dengan kekayaan biota lautnya dan gunung-gunung yang kokoh.
Sangking merindukan tanah kelahirannya, si pemuda meminta ada ibunya dapat membawa ia kembali ke tanah yang dia cinta, yaitu Ambon Manise. “Mari Mama gendong Beta, Lah bawa pulang dolo ee, Ketanah yang kucinta, Ambon Manise”, begitulah sepenggal liriknya. Sangat dalam sekali, tak ada yang menandingi keindahan Kota Ambon.
Lagu ‘Ambon Manise’ hingga saat ini belum diketahui siapa penciptanya. Namun, lagu ini telah melalang buana hingga ke seluruh penjuru nusantara. Sering lagu ini dipilih dalam ajang kompetensi paduan suara internasional.
Indonesia sebagai negara yang kaya akan keindahan alam serta warisan budayanya yang beragam, telah berhasil memperkenalkan keindahan budaya melalui lagu-lagu tradisional. Berkat keanekaragaman lagu tradisional yang dimiliki Indonesia, Indonesia sudah sering sekali mengharumkan namanya lewat berbagai kompetensi paduan suara internasional dalam kategori folklore.
Sumber : https://anakgaul.id/indonesia/makna-lagu-ambon-manise/
Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng. Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng. Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng.
Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.
HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692
Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland