Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan DKI Jakarta Cipayung
Ikan Pecak Bohong - Cipayung - DKI Jakarta
- 8 Maret 2018

Kuliner khas Betawi bagi masyarakat identik dengan Soto Betawi, Kerak Telor, Es Putu Mayang serta beberapa hidangan khas Betawi lain pada umumnya. Namun di Posdaya Kenanga Setu, pengurus coba melihat apa ciri khas kuliner kaum Betawi Setu Cipayung yang bisa diangkat ke permukaan. Akhirnya, pada awal berdirinya Posdaya Kenanga Setu, Oktober 2011, pengurus Posdaya menghimpun ibu-ibu PKK RW05 untuk menyajikan sebuah hidangan menarik bernama ‘Ikan Pecak Bohong’ dengan lalap tauge dan daun mede sebagai pelengkap.

Sejak saat itu, bagi Posdaya Kenanga Setu, Ikan Pecak Bohong bersama lalap tauge dan daun mede menjadi hidangan khas Posdaya untuk menyambut tamu-tamu yang datang berkunjung. Mulai dari kunjungan dari Posdaya dari luar pulau, Bapak Camat, Walikota, Pak Lurah sampai acara-acara RW.

Pecak itu bumbunya, terdiri dari cabai, bawang, tomat dan jahe. Masing-masing diiris halus lalu ditumbuk sebentar saja, dicampur serta taburi garam dan perasan jeruk limo secukupnya. Untuk jahe, sebelum diiris halus harus ditumbuk terlebih dahulu atau istilahnya di-geprek

Ikan yang dipilih bisa ikan mas, mujaer, nila bahkan bawal. Goreng terlebih dahulu ikan tersebut, setelah itu taburi bumbu pecak yang sudah jadi ke atas ikan yang baru diangkat dari penggorengan. Bumbu akan meresap perlahan ke dalam ikan goreng dan menambah sensasi asam pedas dibalik gurihnya ikan goreng. Sebenarnya bumbu pecak aslinya menggunakan kacang tanah, tapi ibu-ibu kader Posdaya di RW05 membuat ciri khas tersendiri dengan tidak menggunakan kacang tanah agar lebih segar.

Disebut ‘Ikan Pecak Bohong’ karena tidak terdapat kacang di bumbu pecak, sehingga dianggap ‘bohongan’. Untuk lalapan tauge dan daun mede, ternyata memberi warna dan keunikan tersendiri. Bagi banyak orang pasti aneh saat harus menyantap lalapan tauge. Tapi ternyata di RT05, RW05, Setu Cipayung, tauge dan daun mede adalah pasangan serasi untuk lalapan. Cara menyantapnya, ambil sedikit tauge, tarus di atas daun mede, diangkat bersamaan, cocol sambal sedikit lalu disantap.

 

RM/Toko yang Menyediakan:
 
Warung Betawi Haji Muhayar
Restoran
Alamat: Jalan Margasatwa No.8, RT.9/RW.5, Jati Padang, Pasar Minggu, RT.9/RW.5, Jati Padang, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12540
Telepon: (021) 7813945

 

sumber: https://www.cendananews.com/2017/01/kuliner-ikan-pecak-bohong-khas-posdaya-kenanga-setu.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker