×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Ritual

Hari Raya Galungan

Tanggal 16 May 2018 oleh Sobat Budaya.

Salah satu yang menjadi daya tarik dan keunikan berwisata di Bali adalah perayaan hari besar keagamaan seperti Hari Raya Galungan. Hari raya ini diperingati oleh seluruh masyarakat Bali yang beragama Hindu. Selain sebagai upacara seremonial keagamaan bisa dipastikan para turis asing maupun lokal kerap ikut ambil bagian dalam perayaan upacara megah tersebut, minimal sebagai pengambil gambar alias jujur keker.
 
Kata “Galungan” sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Jawa Kuno yang berarti “menang”. Kata Galungan juga memiliki makna yang serupa dengan “Dungulan” yakni berarti menang. Sementara Hari Raya Galungan merupakan hari kemenangan Dharma melawan Adharma yakni kemenangan kebenarana atas kebathilan lewat restu Sanghyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa. Galungan ini diadakan setiap 6 bulan sekali atau 210 hari (yang dalam sistem pengalenderan Hindu-Bali satu bulannya terdiri dari 35 hari.
 
Hingga kini sebenarnya belum ada yang bisa memastikan kapan tepatnya upacara besar ini pertama kali diadakan di Indonesia. Apabila bertepatan dengan purnama, Galungan di adakan dengan upacara yang lebih utama dan lebih meriah. Disamping itu ada keyakinan bahwa hari Purnama itu adalah hari yang diberkahi oleh Sanghyang Ketu yaitu Dewa Kecemerlangan.
 
Galungan sempat dihentikan perayaannya pada masa Raja Sri Ekajaya (tahun Saka 1103) dan Raja Sri Dhanadi. Namun saat Galungan dihentikan perayaannya banyak terjadi musibah dan malapetaka yang menimpa Bali, saat itu banyak pejabat pejabat wafat diusia yang relatif masih muda. Saat Raja Sri Dhanadi mangkat dan digantikan Raja Sri Jayakasunu pada tahun 1126 Saka, barulah Galungan dirayakan kembali setelah beberapa puluh tahun tidak dirayakan.
 
Makanya ketika Anda pergi berwisata ke Bali bertepatan dengan kemeriahan pagelaran upacara Galungan bisa sekalian ikut larut dalam hegemoni keagamaan tersebut. Sangat diayangkan jika Anda tak ikut andil dan berpartisipasi dalam momen semesteran tersebut.
 
Sumber:
http://bali.panduanwisata.id/pura-hindu-bali/merayakan-hari-raya-galungan/

DISKUSI


TERBARU


Situs Game Onli...

Oleh Andinicah | 25 Sep 2020.
Game

Sebagai salah satu afiliasi bandar MARKASPOKER , kami selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk para member yang main judi poker online lew...

Musik

Oleh Dilanaputri | 23 Sep 2020.
Musik

Temukan lagu barat terpopuler yang wajib kamu dengarkan. Disini juga kamu akan mengetahui judul lagu yang sedang hits di sosial media, atau di apli...

Resep Tongseng...

Oleh Iandminol | 17 Sep 2020.
Masakan

Resep Tongseng Kambing Tanpa Santan : Porsi : 2 Orang Proses : 60 Menit Bahan bahan Tongseng Kambing 750 g daging kambing muda, iris dadu 3 sd...

Resep Rendang A...

Oleh Iandminol | 17 Sep 2020.
Masakan

Resep Rendang Ayam Ayam segar 1 kg, bersihkan, potong menjadi beberapa bagian, cuci Kentang 15 Santan kental 500 m Santan encer...

Resep Kue Odadi...

Oleh Iandminol | 17 Sep 2020.
Masakan

Resep Odading Bantal Bahan-Bahan Odading Bantal 250 gram tepung terigu protein tinggi 50 gram tepung terigu protein sedang 100 gram gula pasir h...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritual...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dala...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pend...

Ukiran Gorga Si...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai penjaga rum...