Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Maluku Utara Ternate
Gohu Ikan
- 11 September 2017

Salah satu hasil kuliner khas Ternate yang menyerupai Sashimi Jepang ini adalah Gohu Ikan. Untuk penyebutan makanan ini, diharuskan lengkap karena bila kita menyebutkan hanya Gohu saja dikhawatirkan sama dengan makanan khas lain dari Sulawesi yang berupa rujak papaya muda. Makanan ini adalah sajian kuliner yang sama juga dengan Ikan Gohu dari pesisir Sulawesi Utara, hanya berbeda di penyebutan nama saja.
    
Untuk rasa, makanan khas Ternate ini tidak perlu diragukan lagi. Walaupun masih berupa ikan laut mentah, namun aroma amis sama sekali tidak terasa. Menurut beberapa juru masak yang sangat fasih memasak makanan ini, aroma amis sudah hilang dengan sendirinya ketika daging ikan dicampur perasan lemon dan garam. Selain itu, tingkat kementahan daging pun berkurang ketika didiamkan beberapa saat. Finalnya adalah saat minyak kelapa tumisan cabe dan bawang merah disiramkan, Gohu Ikan sebenarnya sudah dalam kondisi layak makan.
    
Gohu ikan memiliki citarasa yang unik. Rasa asam segar, gurih dan sedikit manis bercampur dengan kenyalnya daging ikan segar. Makanan ini tidak hanya nikmat namun juga menyehatkan karena tidak menggunakan bahan kimia sama sekali. Biasanya, Gohu Ikan menjadi makanan pendamping ketika Anda menikmati nasi atau bubur sagu. Sudah pasti, Anda tidak akan kecewa menikmati Gohu Ikan khas Ternate ini. Selain harganya terjangkau, memasaknya mudah, dan rasanya pun luar biasa.

 

Bahan-bahan:

  • 200 gram ikan tuna
  • 1 genggam kacang tanah goreng (atau kenari sangrai), tumbuk kasar
  • 4 sdm minyak kelapa


Bumbu-bumbu:

  • 10 cabe rawit (rica gufu), rajang kasar
  • 1 genggam kemangi (balakama), sebagian rajang kasar
  • 10 siung bawang merah, rajang kasar
  • 2 lemon cui (limau kasturi, jeruk kunci, kietna)
  • garam


Cara membuat:

  1. Ikan tuna mentah dipotong dadu, lalu dicuci dan dilumuri dengan perasan lemon cui dan garam.
  2. Campurkan dengan rajangan kemangi. Bila tidak tersedia lemon cui, dapat diganti jeruk nipis.
  3. Campurkan rajangan cabe rawit, bawang merah, dan kacang tanah.
  4. Siram dengan minyak panas. Bila ingin agar tuna lebih matang, minyak panas dapat ditambah, agar semua permukaan tuna terpapar pada minyak panas.
  5. Sajikan dengan hiasan daun kemangi.


Tempat yang menyediakan:

Rumah Makan Popeda Gamalama, Belakang Pasar Gamalama, Ternate

 

https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/gohu-ikan-primadona-kuliner-ternate

https://dapur-teh-enur.blogspot.co.id/2015/11/resep-gohu-ikan-khas-maluku-utara.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Papeda: Lebih dari Sekadar Bubur Sagu Papua
Makanan Minuman Makanan Minuman
Papua

Papeda: Lebih dari Sekadar Bubur Sagu Papua Identitas Kuliner Papeda adalah makanan khas yang berasal dari Kepulauan Maluku dan pesisir barat Papua, serta memiliki penyebutan lokal 'Dao' dalam bahasa Inanwatan, yang mencerminkan identitas budaya masyarakat Papua [S3][S5]. Hidangan ini terbuat dari sagu, yang merupakan bahan utama yang sangat penting dalam kuliner daerah tersebut, dan menjadi simbol dari warisan kuliner Indonesia yang unik [S4][S5]. Papeda tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga mulai mendunia, menunjukkan daya tariknya yang melampaui batas geografis [S5]. Tekstur papeda kental dan rasanya cenderung hambar, namun menjadi nikmat saat dipadukan dengan lauk seperti ikan kuah kuning atau ikan bakar [S5][S5]. Hidangan ini sering disajikan dalam konteks tradisional, menciptakan pengalaman kuliner yang kaya akan makna dan simbolisme, serta mencerminkan budaya masyarakat Papua dan Maluku [S5][S4]. Papeda juga memiliki nilai gizi yang baik, dengan kandungan energi s...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kebaya Kutubaru: Bef di Dada, Sejarah di Setiap Jahitan
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Daerah Istimewa Yogyakarta

Kebaya Kutubaru: Bef di Dada, Sejarah di Setiap Jahitan Identitas dan Asal-Usul Kebaya merupakan pakaian tradisional perempuan Indonesia yang memiliki sejarah panjang dan tersebar luas di berbagai wilayah Nusantara [C1][C8]. Kebaya dikenal sebagai busana bagian atas dengan karakteristik terbuka di bagian depan, dibuat secara tradisional, dan umumnya dipadukan dengan kain batik, songket, atau kain lainnya sebagai bawahan [S3][C7]. Secara etimologi, istilah "kebaya" berasal dari kata abaya yang berarti jubah atau pakaian, menunjukkan pengaruh budaya luar yang telah diadaptasi dalam perkembangan busana lokal [C9]. Kebaya telah digunakan sejak abad ke-15 atau ke-16, menjadikannya salah satu warisan budaya yang menyaksikan perkembangan sejarah Indonesia hingga saat ini [C1][C8]. Keberadaannya tidak hanya sebagai pakaian adat, tetapi juga simbol keanggunan, kesederhanaan, kelembutan, dan keteguhan perempuan Indonesia [C10][S4]. Beberapa sumber menyebutkan bahwa kebaya mula...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kunyit: Rahasia Kekebalan Tubuh dari Asia?
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Daerah Istimewa Yogyakarta

Kunyit: Rahasia Kekebalan Tubuh dari Asia? Identitas dan Asal-Usul Ramuan herbal tradisional merupakan bagian integral dari pengobatan alami yang telah dipraktikkan selama berabad-abad di berbagai belahan dunia [C1]. Penggunaannya tersebar luas, dengan masyarakat di Asia, Amerika, Afrika, dan Eropa mengembangkan metode pemanfaatan tumbuhan untuk menjaga kesehatan dan mengobati penyakit [C2]. Setiap budaya memiliki resep herbal turun-temurun yang berakar pada pengetahuan lokal tentang khasiat tanaman [C3]. Di Indonesia, praktik ini dikenal sebagai jamu, yang merupakan warisan budaya berharga yang diwariskan dari generasi ke generasi [S3]. Sejarah pengobatan tradisional di Indonesia, termasuk jamu, memiliki catatan panjang yang didukung oleh berbagai bukti [S2]. Pengetahuan tradisional terkait pemanfaatan tumbuhan sebagai obat-obatan tradisional di Indonesia sangat kaya, dipengaruhi oleh kekayaan sumber daya alam hayati dan keragaman budayanya [C9]. Beberapa bukti sejarah menunjuk...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Parang: Kisah Kekuatan di Balik Larangan Keraton
Motif Kain Motif Kain
Jawa Tengah

Parang: Kisah Kekuatan di Balik Larangan Keraton Identitas dan Asal-Usul Batik Parang merupakan salah satu motif batik tradisional Indonesia yang memiliki nilai filosofis tinggi dan identitas budaya yang kuat [S2], [S5]. Motif ini berasal dari lingkungan Kerajaan Mataram dan secara historis dikembangkan serta digunakan secara eksklusif oleh kalangan bangsawan dan keluarga kerajaan sebagai simbol status sosial dan kekuasaan [C2]. Secara filosofis, motif Parang melambangkan kekuatan, semangat juang, dan keseimbangan dalam kehidupan [C3]. Penciptaan motif ini dikaitkan dengan pengamatan Panembahan Senapati terhadap gerakan ombak di Laut Selatan yang kemudian diadaptasi ke dalam pola geometris batik [C3]. Karakteristik visualnya yang tegas menjadikan motif ini sebagai salah satu warisan budaya yang paling dikenal dalam khazanah batik Nusantara [S1], [S5]. Dalam praktiknya, terdapat klasifikasi motif Parang yang ditetapkan sebagai batik awisan atau batik larangan oleh Keraton Yog...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Bentengan: Taktik Kuno, Semangat Baru di Lapangan Pendidikan
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Timur

Bentengan: Taktik Kuno, Semangat Baru di Lapangan Pendidikan Identitas dan Asal-Usul Bentengan adalah permainan tradisional kelompok yang tergolong dalam kategori olahraga rekreasi dan pendidikan jasmani [S1]. Permainan ini melibatkan dua grup dengan masing-masing anggota berjumlah 4–8 orang, yang saling bersaing untuk merebut dan mempertahankan markas yang disebut "benteng" [S2][C7][C8]. Benteng biasanya berupa tiang, batu, atau pilar yang dipilih sebagai pusat pertahanan [S2][C8]. Uniknya, Bentengan merupakan salah satu dari sedikit permainan tradisional Indonesia yang masih populer hingga saat ini, bersama dengan layang-layang, kelereng, galasin, dan Polisi Maling [S2][C9]. Permainan ini tersebar luas di berbagai wilayah Indonesia, dengan praktik yang relatif seragam dalam hal aturan dasar dan struktur permainan [S1][S2]. Meskipun tidak ada catatan sejarah yang pasti mengenai asal-usulnya, Bentengan diperkirakan telah ada sejak lama dan menjadi bagian dari budaya pe...

avatar
Kianasarayu