Salah satu hasil kuliner khas Ternate yang menyerupai Sashimi Jepang ini adalah Gohu Ikan. Untuk penyebutan makanan ini, diharuskan lengkap karena bila kita menyebutkan hanya Gohu saja dikhawatirkan sama dengan makanan khas lain dari Sulawesi yang berupa rujak papaya muda. Makanan ini adalah sajian kuliner yang sama juga dengan Ikan Gohu dari pesisir Sulawesi Utara, hanya berbeda di penyebutan nama saja.
Untuk rasa, makanan khas Ternate ini tidak perlu diragukan lagi. Walaupun masih berupa ikan laut mentah, namun aroma amis sama sekali tidak terasa. Menurut beberapa juru masak yang sangat fasih memasak makanan ini, aroma amis sudah hilang dengan sendirinya ketika daging ikan dicampur perasan lemon dan garam. Selain itu, tingkat kementahan daging pun berkurang ketika didiamkan beberapa saat. Finalnya adalah saat minyak kelapa tumisan cabe dan bawang merah disiramkan, Gohu Ikan sebenarnya sudah dalam kondisi layak makan.
Gohu ikan memiliki citarasa yang unik. Rasa asam segar, gurih dan sedikit manis bercampur dengan kenyalnya daging ikan segar. Makanan ini tidak hanya nikmat namun juga menyehatkan karena tidak menggunakan bahan kimia sama sekali. Biasanya, Gohu Ikan menjadi makanan pendamping ketika Anda menikmati nasi atau bubur sagu. Sudah pasti, Anda tidak akan kecewa menikmati Gohu Ikan khas Ternate ini. Selain harganya terjangkau, memasaknya mudah, dan rasanya pun luar biasa.
Bahan-bahan:
Bumbu-bumbu:
Cara membuat:
Tempat yang menyediakan:
Rumah Makan Popeda Gamalama, Belakang Pasar Gamalama, Ternate
https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/gohu-ikan-primadona-kuliner-ternate
https://dapur-teh-enur.blogspot.co.id/2015/11/resep-gohu-ikan-khas-maluku-utara.html
HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692
Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland
Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara
Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.