Makanan Minuman
Makanan Minuman
Minuman Jawa Tengah Solo
Es Dawet Telasih
- 31 Agustus 2017

Yang haus.... Yang Haus... Yang Haus.... Saatnya kita minum es dawet telasih

Wisata kuliner patut dicoba saat berkunjung ke Kota Solo, Jawa Tengah. Siapkan perut dan jangan bosan untuk mencecap aneka rasa yang muncul ketika menyantap sajian-sajian kuliner khas Solo. Satu yang kuliner wajib dicoba adalah es dawet telasih. Kita bisa dengan mudah menemukan jajanan legendaris nan menyegarkan di Kota Solo seperti di Pasar Gede Hardjonagoro. Begitu dicicipi, rasa manis tak terlalu terasa tajam di lidah. Menyeruput kuah santan yang dingin serta biji telasih membuat ketagihan ingin memesan satu porsi kembali.

Cara Membuat Es Dawet Telasih Asli Solo

  • 150 g tapai ketan hijau, siap pakai
  • 2 sdm biji selasih kering, seduh air panas
  • Es batu
  • 1 L santan dari 1 butir kelapa parut, tambahkan 1 sdt garam, didihkan

Bahan Cendol (Dawet)

  • 75 g tepung beras
  • 20 lembar daun suji, tumbuk, campur dengan 50 ml air, peras
  • 1 sdt garam
  • 25 g tepung hunkue
  • 600 ml air
  • Air matang dan es batu
  • 1 sdt air kapur sirih

Bahan Bubur Sumsumnya

  • 50 g tepung beras
  • ½ butir kelapa parut, peras menjadi 100 ml santan kental dan 350 ml santan encer
  • ½ sdt garam
  • 2 lembar daun pandan, simpulkan

Bahan Pelengkapnya

  • Sirop gula (simple syrup) yang sudah siap pakai

Cara Membuat Es Dawet Telasih Asli Solo

  1. Cendol : Untuk membuat cendol terlebih dahulu campur tepung beras, tepung hunkue, air daun suji, garam, dan 200 ml air, aduk rata. Lalu masukkan air kapur sirih, aduk hingga rata
  2. Sekarang didihkan sisa air. Tuang adonan tepung sedikit demi sedikit, aduk hingga adonan licin, kental, dan matang. Angkat.
  3. Kemudian siapkan mangkuk berisi air matang dan es batu, letakkan cetakan cendol di atas mangkuk.
  4. Tuangkanlah adonan di atas cetakan cendol tekan-tekan hingga adonan keluar dari bagian bawah cetakan dan jatuh ke mangkuk berisi air.
  5. Bubur sumsum : Untuk membuat bubur sumsumnya terlebih dahulu larutkan tepung beras dengan santan kental, aduk hingga rata. Lalu sisihkan
  6. Selanjutnya jerang santan encer, garam, dan daun pandan di atas api sedang, didihkan sambil aduk-aduk. Lalu masukkan larutan tepung beras, aduk-aduk hingga mendidih dan mengental. Angkat.
  7. Penyajian : Untuk penyajiannya atur seluruh bahan dalam gelas saji. Tuangkanlah santan, sirop gula, dan es batu.
  8. Es dawet telasih asli Solo siap disajikan untuk 6 porsi

 

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan?
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...

avatar
Kianasarayu